29.3 C
Jakarta
Selasa, 27 September 2022
BerandaOpiniPeran BUMDes Sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Desa Disaat Krisis...

Peran BUMDes Sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Desa Disaat Krisis Covid-19

Rekomendasi

Lainnya

    Jakarta, desapedia.id Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta melalui akun media sosialnya memberikan penjelasan tentang peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai jaring pengaman ekonomi desa disaat krisis Covid-19 seperti sekarang ini.

    IRE menilai wabah Covid-19 berdampak signifikan terhadap dinamika perekonomian di desa. Untuk mengatasi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 di desa, maka diperlukan peran BUMDes sebagai jaring pengaman ekonomi desa.

    Dampak wabah Covid-19 terhadap ekonomi desa telah membuat perekonomian desa secara umum menurun yang ditandai dengan meningkatnya angka kemiskinan. Kemudian daya beli masyarakat desa menurun drastis. Selain itu, penggangguran di desa akan meningkat seiring dengan arus balik pengangguran dari kota. Dampak lainnya adalah UMKM akan terpuruk akibat produksi dan pasar terganggu.

    Bagi usaha yang sedang berjalan di desa, wabah Covid-19 akan membuat aktivitas produksi usaha menurun bahkan berhenti. Akibatnya, akan terjadi penurunan omset usaha terutama yang bergerak di sektor swasta. Sehingga, pengurangan tenaga kerja atau PHK akan menjadi kenyataan.

    Menurut IRE, ada beberapa upaya dalam mengembangkan BUMDes disaat wabah Covid-19. BUMDes harus mengambil peran mengatasi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 di desa.

    BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

    Karena itu BUMDes harus hadir menyelamatkan perekonomian desa dengan mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk mengurangi dan mengatasi dampak krisis ekonomi akibat wabah Covid-19. Beberapa potensi dan peluang yang bisa dmanfaatkan didesa antara lain sektor pertanian, perikanan dan peternakan; sektor pengolahan pangan; tenaga kerja di desa dan modal sosial desa.

    IRE menjelaskan, ada beberapa strategi bisnis yang harus dikembangkan oleh BUMDes untuk membawa perekonomian desa keluar dari krisis saat ini. Pertama, mengalihkan sementara usaha yang terdampak ke kegiatan usaha yang kurang atau tidak terdampak wabah Covid-19.

    Kegiatan usaha tersebut bisa berupa usaha produksi dan pemasaran produk industri rumah tangga, usaha penyediaan sembako murah atau bersubsidi kepada masyarakat terutama kelompok rentan, usaha berbasis sektor pertanian dan kebutuhan pokok, usaha lumbung pangan desa, usaha penyediaan bahan baku dan alat-alat produksi melalui skema penyertaan modal atau kredit lunak, usaha produksi atau penyediaan peralatan penyediaan penanganan wabah Covid-19 dengan tetap memegang fungsi sosial.

    Kedua, melakukan konsolidasi internal BUMDes. Ketiga, membangun kemitraan dengan perusahaan swasta, BUMN dan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok dan pasar. Keempat, membangun kemitraan dengan kelompok dan pelaku ekonomi di desa. Kelima, mendorong pemerintah desa menambah penyertaan modal bagi BUMDes untuk menjalankan program jaring pengaman sosial dan ekonomi bagi warga miskin dan terdampak. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia

    Covid-19

    Indonesia
    6,425,849
    Kasus Positif
    Updated on 27 September 2022 - 20:32 WIB 20:32 WIB

    Indeks Berita

    Catatan Ketua MPR RI: Stunting, Anak Putus Sekolah dan...

    Simpanan dana pemerintah daerah (Pemda) di bank yang mencapai Rp 200,75 triliun itu untuk apa dan mau diendapkan sampai...

    Berita Terkait