32.8 C
Jakarta
Senin, 26 September 2022
BerandaOpiniMerawat Kembali Kedaulatan Rakyat Pasca Pemilu 2019 (Catatan dan...

Merawat Kembali Kedaulatan Rakyat Pasca Pemilu 2019 (Catatan dan Refleksi Pasca Pemilu)

Azrizal Nasri
Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 2014-2016

Rekomendasi

Lainnya

    Tahapan demi tahapan proses Pemilu 2019 sudah dilalui, rakyat Indonesia tinggal menunggu hari penentuan pilihannya, tepat pada hari Rabu, 17 April 2019 setiap warga negara diberikan hak untuk menentukan pilihannya.

    Pemilu kali ini berbeda dengan pemilu sebelumnya yang mana lima jenis pemilu dikemas dalam satu waktu pemilu yang disebut pemilu serentak yang menggabungkan pemilihan presiden dan wakil presiden dengan pemilihan legislatif (baca; DPR RI/DPD RI, DPRD Prov dan DPRD Kab/Kota) untuk masa bakti 2019-2024.

    Program Pemilu 2019 melalui frekuensi sosialisasi dan kampanye Pemilu 2019 sudah kita lewati lebih kurang 6 bulan. Ini waktu yang cukup panjang menyita perhatian masyarakat. Waktu dan energi masyarakat Indonesia dihabiskan untuk membaca, melihat dan mendengar visi, misi dan program para peserta Pemilu 2019.

    Pemilu 2019 kali ini membuat masyarakat Indonesia terpolarisasi dengan tajam sampai ke akar rumput. Akibatnya polarisasi politik Indonesia muncul akibat isu-isu agama dan kesejahteraan rakyat yang belum tercapai.

    Adanya perpecahan parta-partai Islam akibat kepentingan ideologi partai yang membawa rakyat larut dalam politik identitas. Isu gerakan 212 yang menjadi pemicu polarisasi yang serius dalam kelompok Islam tradisional dan Islam modern, munculnya gerakan hoax yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, para peserta pemilu dan timses cenderung membawa post truth dalam politik tanah air.

    Tinggal saatnya rakyat Indonesia menentukan pilihannya. Setiap warga berhak mewujudkan keinginannya dalam bentuk pemenuhan hak asasi manusia dalam bidang politik. Memilih pemimpin negara dan wakil rakyat yang baik merupakan cara mewujudkan keinginannya dalam perubahan dibidang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lain sebagainya.

    Data statistik lembaga survei yang rilis di berbagai media serta data hasil pemilu yang akan kita peroleh hasilnya nanti pasca hari pencoblosan bagi saya tidak menarik. Siapun pemenangnya tujuannya adalah untuk mewujudkan pencapaian politik dan keinginan rakyat Indonesia agar Indonesia lebih baik. Justru yang menarik adanya konsolidasi politik dan konsolidasi demokrasi pasca pemilu.

    Konsolidasi politik merupakan upaya memperteguh dan memperkuatkan kedudukan politik. Hal penting untuk merekat kembali elemen-elemen bangsa ini yang sudah tercerai, mengembalikan narasi pragmatisme kelompok bangsa akibat virus politik indetitas yang berkelanjutan, mengembalikan peran kelompok-kelompok agama sebagai menyebar kebaikan dialam semesta ini.

    Ini tugas berat bagi para pemimpin yang selanjutnya. Jika kita terus merawat politik indentitas maka nasib bangsa kita lebih bahaya daripada bangsa suriah di Timur Tengah sana. Konsolidasi politik pasca pemilu dalam rangka kejahteraan bangsa dan kebaikan bangsa, menstabilkan perekonomian rakyat.

    Lanjut, para pemimpin hasil Pemilu 2019, agar segera melakukan konsolidasi demokrasi, dalam rangka memperteguh dan menguatkan nilai-nilai demokrasi dan pengembangan kehidupan demokrasi yang lebih baik. Kepentingan bangsa Indonesia dalam hal ini untuk memberikan pencerdasan pada rakyat betapa pentingnya demokrasi, agar rakyat tidak memandang bahwa proses demokrasi itu hasilnya sesaatnya, adanya pembelajaran politik ditingkat akar rumput.

    Pasca pemilu, bangsa Indonesia harus kembali berdaulat. Jhon Locke menyebutkan bahwa kedaulatan rakyat pada hakikatnya sejalan dengan makna demokrasi sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kedaulatan rakyat merupakan kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat. Konsep ketatanegaraan dan dalam peraturan undang-undang bahwa negara diperintah oleh rakyat melalui wakil-wakilnya yang dipilih langsung.

    Bagi saya hal ini sangat penting bagi elit partai dan seluruh rakyat Indonesia untuk merawat keudaulatan rakyat yang sudah hampir pupus akibat isu-isu yang memecah belah bangsa menjelang pemilu. Pasca pemilu 2019 nanti, apapun hasilnya kita sama-sama kita legowo dan berbesar hati, memberikan dukungan kepada para estafet pemimpin dan wakil rakyat yang membawa bangsa Indonesia ke dalam gerbang kedaulatan rakyat yang sebenarnya.

    Semoga pemilu kita aman, tertib dan damai menghasilkan pemimpin yang mampu mengkonsolidasikan kepentingan rakyat Indonesia dan merawat kedaulatan rakyat

    Azrizal Nasri
    Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 2014-2016

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia

    Covid-19

    Indonesia
    6,423,873
    Kasus Positif
    Updated on 26 September 2022 - 18:54 WIB 18:54 WIB

    Terpopuler

    Mengenal Kampung Literasi di Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan,...

    Kampung Literasi berdiri sejak Tahun 2019 di RT. 63, Kelurahan Karang Anyar, Kec. Tarakan Barat. Kampung Literasi merupakan program...

    Berita Terkait