Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di ruang rapat komisi V DPR RI, Senayan pada Selasa (27/1/2026) lalu. Salah satu agenda RDP tersebut membahas desa-desa terdampak di Bencana Sumatera.
Dalam rapat tersebut, Yandri mengatakan, jumlah desa terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebanyak 4.491 desa, dengan rincian di Aceh 3.139 desa, di Sumatera Utara 893 desa dan di Sumatera Barat 459 desa.
Sementara untuk jumlah desa yang hilang per 12 Januari 2026 sebanyak 29 desa, dengan rincian 21 desa di Provinsi Aceh dan 8 desa di Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan di Sumatera Barat tidak ada desa yang hilang.
Politisi PAN ini menyatakan bahwa desa tersebut benar-benar hilang, atau ada yang jadi sungai, ada yang tertimbun lumpur jadi desanya sudah enggak ada, bahkan termasuk bangunannya dan sarana prasarana sudah enggak ada sama sekali.
“Jadi desanya benar-benar hilang, tapi penduduknya termasuk Kepala desanya dan perangkatnya yang ada tetap mengungsi. Jadi ini mungkin Pekerjaan Rumah (PR) yang terberat di kami,” sambung Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Untuk itu, Mendes Yandri melanjutkan, pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah kongkret dalam melakukan penanganan desa yang wilayahnya hilang akibat bencana. Ia akan mengoptimalkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga terkait sesuai Keppres Nomor 1 Tahun 2026.
Mendes Yandri menegaskan bahwa Kemendes PDT juga melakukan pemetaan dan pemutakhiran data desa-desa yang hilang, melakukan penyusunan perencanaan pemulihan desa-desa yang hilang. Kemudian ia juga akan melakukan rekonstruksi sarana dan prasarana dasar, hingga pemulihan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. (Red)





