Lewati ke konten
Idul Fitri Almalik Pababari Idul Fitri Almalik Pababari

Kisruh Data BLT Dana Desa Terjadi Karena Perangkat Sistem Pendukung Belum Stabil

Board of Director Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro), Rohidin Sudarno

Board of Director Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro), Rohidin Sudarno (FOTO/Dok)

Jakarta, desapedia.id – Data sejatinya merupakan basis pengambilan kebijakan. Pelaksanaan kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang kini sedang berjalan untuk memperkuat ketahanan ekonomi warga desa penuh sengkarut dan kebingungan para aparatur pemerintah desa.

Board of Director Pusat Informasi dan Telaah Regional (Pattiro) Rohidin Sudarno menyoroti kekisruhan data yang terjadi dalam menopang pelaksanaan BLT Dana Desa. Kepada desapedia.id, Roi sapaan akrabnya, mengatakan bukan hanya soal data dan masalah lemahnya koordinasi antar kementerian/lembaga di pusat, tetapi juga perangkat sistem pendukung yang belum stabil menjadi penyebab adanya persoalan data dalam pelaksanaan BLT Dana Desa.

Rohidin menilai semenjak Basis Data Terpadu (BDT) pindah pengelolaannya dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) ke Kementerian Sosial (Kemensos), updating atau pemutakhiran data tidak tertangani dengan baik. kondisi ini, lanjut Roi, diperparah dengan pemutakhiran data kini dilakukan secara mandiri oleh Dinas Sosial (Dinsos) di pemerintah daerah.

“Persoalan data kesejahteraan sosial selalu bermasalah semenjak dipindahkan ke Direktorat Fakir Miskin Kemensos. Semoga persoalan data ini juga bisa clear ya. Pemicu kekisruhan data jelas ada di pusat, daerah menjadi terdampak”, tegasnya.

Rohidin menuturkan, jika inginkan ada pembenahan maka lakukan pendataan sejenis melalui pemutakhiran atau updating.

“Data BLT sumbernya adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos yang sebelumnya menggunaka data Basis Data Terpadu (BDT). Kami sudah memprediksi sejak awal akan terjadi persoalan dibasis data seperti yang terjadi saat ini. Begini, ibaratnya masalah ini dimulai dari ukuran cangkir (Kuota BLT), isi cangkir (BLT–nya), dan teko pengisi cangkir (Kebijakan dan Arah BLT). Bagaimana mulai membereskannya? Yaitu paralel. Ukuran cangkir disesuaikan. Tekonya harus merujuk ke teko yang dipakai sebelumnya, dan pengisian air isi cangkir harus disertai menu dan petunjuknya”, ungkap Rohidin. (Red)

Scroll To Top