ASPPUK Ungkap Isu Krusial dan Tantangan Dana Desa Bagi Perempuan

ASPPUK Ungkap Isu Krusial dan Tantangan Dana Desa Bagi Perempuan - Desapedia

Jakarta, desapedia.id – Salah satu anggota Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil dan Mikro atau ASPPUK, Reny Hidjazie mengungkapkan ada beberapa isu krusial dan tantangan Dana Desa bagi perempuan.

Hal tersebut dia paparkan dalam acara talkshow Kajian Desa bareng Iwan (Kades Iwan) yang ditayangkan secara langsung oleh TV Desa dengan tema “Dana Desa Semakin Muliakan Perempuan?” yang berlangsung Selasa (26/7).

Menurutnya, isu krusial itu mencakup antara lain soal tata kelola lingkungan seperti krisis iklim, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang adil dan berkelanjutan; ketahanan pangan termasuk ketahanan air dan ketahanan energi; kesehatan reproduksi; perkawinan dini atau anak; kekerasan pada perempuan dan  anak.

Isu krusial lainnya, lanjut Renny, yaitu soal stunting; keaksaraan; digitalisasi; kemandirian fiskal desa melalui penguatan lembaga keuangan mikro di tingkat basis; dan urbanisasi – migrasi berupa keluar masuknya Sumber Daya Manusia (SDM) dan SDA.

Renny mengatakan, selain isu krusial tersebut, Dana Desa bagi peempuan juga memiliki berbagai tantangan.

“Pertama, Pengarusutamaan Gender (PUG) di Desa harus tercermin dalam PPRG atau Perencanaan dan  Pengangaran Responsif Gender serta ARG atau Anggaran Responsif  Gender”, ujarnya.

Kedua, lanjut Renny, format atau template Pembiayaan menghalangi Inovasi, sejauh ini Baku alokasi Dana Desa hanya merujuk pada tingkat nasional, dan desa hanya mengikuti format atau template yang ada.

“Ini minim inovasi dan kreativitas untuk menjawab konteks dan dinamika di tingkat tapak”, tegas Renny.

Ketiga, Renny melanjutkan, saat ini masih sulit mengakses Dana Desa bagi perempuan lain di  struktur kelembagaan desa yang baku seperti PKK, KWT dan sebagainya. Keempat, SDM yang memahami regulasi, tata kelola pemerintahan dan Dana Desa masih sangat minim, termasuk pemahaman tentang siklus dan alur RKP Desa atau Rencana Kerja Pemerintah Desa.

Oleh karena itu, Renny mengharapkan jika Dana Desa bisa diperbanyak porsinya bagi perempuan, diakses secara lebih terbuka oleh perempuan, dan digunakan sesuai kebutuhan perempuan maka perempuan akan kuat dan berdaya. Desa akan menjadi tangguh, mandiri berjaya, sejahtera dan lestari. (Red)