32.1 C
Jakarta
Jumat, 20 Mei 2022

Kajian Desa bareng Iwan (KADES IWAN) episode 38 terselenggara dari kerjasama TV Desa & Desapedia.id

Latar Belakang

Kedamaian warga Desa Wadas yang berada di Kecamatan Bener, Kabupaten Purwerejo kini tengah terusik.

Aksi warga Desa Wadas yang menolak tambang batu andesit dan pembangunan bendungan menjadi viral di media sosial lantaran dihadang oleh sejumlah aparat gabungan TNI dan Polri yang bersenjata lengkap mengepung Desa Wadas.

Tak hanya mengepung, puluhan warga Desa Wadas bahkan sempat ditangkap walapun kemudian dibebaskan oleh Polres Purwerejo.

Desa Wadas ini sendiri memiliki wilayah seluas 4,06 kilometer (km) persegi pada 2021.

Angka tersebut porsinya hanya sebesar 4,32 persen dari luas wilayah Kecamatan Bener yang mencapai 94,03 km persegi.

Sedangkan jumlah penduduk Desa Wadas sampai pada 31 Desember 2021 berjumlah 1.519 jiwa. Sebagaimana diketahui, penambangan batu andesit nantinya akan digunakan sebagai material pembangunan Bendungan Bener.

Atas dasar itulah warga desa menolak penambangan karena khawatir akan merusak sumber mata air dan sawah warga yang sebagian besar mata pencahariannya adalah petani.

Rencana pembangunan Waduk Bener di Desa Wadas yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bukan saja mencoreng model pembangunan desa, tetapi juga mengusik persaudaraan warga Desa Wadas yang terpecah belah menjadi dua, yaitu yang pro dan kontra terhadap rencana pembangunan bendungan.

Sebagaimana diketahui, pasca diberlakukannya UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, pembangunan desa menjadi salah satu dari 4 pengaturan terpenting dari UU Desa selain pemberdayaan, pemerintahan dan kemasyarakatan untuk mencapai desa yang kuat, maju, mandiri dan demokratis.

Namun demikian, setelah sewindu UU Desa, dapat terlihat dalam Indeks Pembangunan Desa (IPD) tahun 2021 lalu menunjukan dari 74.961 desa, hanya 3.269 2 desa yang berstatus sebagai Desa Mandiri, yaitu desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, infrastruktur yang memadai, serta memiliki pelayanan publik dan pemerintahan yang sangat baik.

Oleh karena itu, teramat penting bagi kita semua untuk menarik pelajaran berharga (lesson learned) dari permasalahan yang ada di Desa Wadas untuk perbaikan kebijakan pembangunan desa kedepannya. Dibutuhkan solusi terbaik bagi warga Desa Wadas yang berbasiskan pada kebutuhan warga desa dan kearifan lokal.

Pelajaran berharga ini bisa menjadi input bagi solusi yang dapat mendorong pelaksanaan kewenangan lokal berskala desa oleh Pemerintah Desa Wadas agar tidak terjadi kesalahan lagi dalam proses pembangunan di Desa Wadas dan desa-desa lainnya di Indonesia.

Isu Strategis

  1. Pembinaan dan Pengawasan Desa Wadas oleh Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Purwerejo
  2. Rendahnya pelibatan masyarakat Desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa
  3. Model pembangunan desa yang ideal
  4. Kerusakan lingkungan 5. Polarisasi warga desa akibat kebijakan dan model pembangunan yang salah

Narasumber:

  • Dr. Abdul Kholik, Anggota Komite I DPD RI
  • Irwan Fecho, Anggota Komisi V DPR RI
  • Dewi Kartika, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
  • Kamarudin Salim, Pakar Sosiologi FISIP Universitas Nasional

Pelajaran Berharga dari Desa Wadas

Video Lainnya