Jakarta, desapedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Indonesia Semester II-2024. Disampaikan Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti melalui rilisnya pada Rabu (15/1/2025) lalu, angka persentase penduduk miskin ini memasuki kisaran 8,57 persen.
Angka tersebut terendah dari angka persentase pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan BPS mengklaim persentase angka kemiskinan itu adalah yang terendah sejak BPS mengumumkan tingkat kemiskinan pada tahun 1960.
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebesar 24,06 juta orang, turun 1,16 juta orang terhadap Maret 2024. Sedangkan persentase penduduk miskin pada September 2024 sebesar 8,57 persen, turun 0,46 persen poin terhadap Maret 2024.
Namun demikian, meskipun jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, garis kemiskinan pada September 2024 malah mengalami kenaikan sebesar 2,11 persen.
Bukan hanya itu saja, walaupun angka kemiskinan pada September 2024 di wilayah perkotaan turun sebesar 0,43 persen poin dan di perdesaan turun 0,45 persen poin, BPS menyebut bahwa disparitas atau ketimpangan kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih lebar.
Dalam surveynya, BPS menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan di perdesaan sebesar 11,34 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemiskinan di perkotaan yang sebesar 6,66 persen. (Red)





