Jakarta, desapedia.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah merilis lima program unggulan baru untuk tahun 2025. Kelima program tersebut adalah Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5,0: AI dan Digitalisasi, Pariwisata Naik Kelas, Event IP Indonesia serta Desa Wisata.
“Progam Desa Wisata ini diharapkan dapat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat desa sekaligus meningkatkan jumlah desa wisata berprestasi di kancah internasional,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat jumpa pers akhir tahun 2024 secara virtual pada Jumat (20/12/2024) lalu.
Untuk diketahui, sejak Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) diluncurkan pada 2021 lalu oleh Kementerian Pariwisata dan Eknomi Kreatif saat itu, jumlah desa wisata di Indonesia terus meningkat.
Dimulai pada 2021, sebanyak 1.831 desa wisata yang mendaftar yang kemudian setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2022 jumlah desa yang mendaftar naik dua kali lipat menjadi 3.419 desa wisata dan pada 2023 mencapai angka yang lebih mengesankan yakni 4.573 desa wisata.
Hingga saat ini di tahun 2024 sudah terdapat 4.812 desa wisata yang terdaftar dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta).
Namun demikian, ditengah potensinya yang sangatlah besar, desa wisata yang terus berkembang ini bukan berarti tanpa tantangan. Sejauh ini, tantangan terbesar desa wisata adalah soal infrastruktur dan aksesibilitas yang memadai.
Banyak desa wisata yang masih sulit dijangkau oleh transportasi publik dan kekurangan fasilitas dasar sebagai pendukung utama, seperti air bersih, jalan yang baik, Listrik dan sanitasi. Karena itu, program Desa Wisata yang menjadi bagian dari 5 program unggulan Kemenpar patut disambut baik.
Terkait Program Desa Wisata, Kemenpar telah menyatakan program ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas 6.057 desa wisata sebagai pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. (Red)