Lewati ke konten

Visi Membangun Industrialisasi Berbasis Pertanian Sudah Ada Di Era Presiden Soeharto

Redaksi Desapedia

DESAPEDIA.ID merupakan portal berita yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap berita, informasi dan pengetahuan terkini tentang desa di seluruh Indonesia

Visi Membangun Industrialisasi Berbasis Pertanian Sudah Ada Di Era Presiden Soeharto - PT Desapedia Bangun Jaya

Tonny Saritua Purba (Kiri)

Penulis: Tonny Saritua Purba, Alumni IPB dan Praktisi Pertanian

Program ketahanan pangan era Orde Baru yang dimulai Soeharto pada tahun 1966, memprioritaskan pada sektor agraria, pembangunan infrastruktur besar-besaran, termasuk membangun waduk, bendungan dan irigasi.

Strategi yang sukses itu terwujud melalui beberapa program seperti Panca Usaha Tani, Bimbingan Masyarakat (Bimas) dan dukungan kelembagaan kuat seperti dibentuknya Koperasi Petani, Bulog yang bertujuan untuk menampung hasil panen hingga institusi penelitian yang melahirkan inovasi seperti Varietas Unggul, penyediaan benih, dan pembangunan pabrik-pabrik pupuk negara.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia memiliki visi jangka panjang untuk menjadi negara industri yang fondasi utamanya adalah sektor pertanian. Kebijakan ini dikenal dengan istilah Industrialisasi Berbasis Pertanian atau mendorong tumbuhnya Agroindustri

Sejarah Pelita

Sejak Pelita I tahun 1969, Soeharto menitikberatkan fokus pada sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan. Kedaulatan pangan dianggap syarat mutlak stabilitas ekonomi dan politik untuk menuju tahap industri.

Revolusi Hijau

Kebijakan revolusi hijau diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pangan, terutama beras melalui penggunaan teknologi modern, benih unggul, pupuk bersubsidi, dan perbaikan irigasi.

Peran Agroindustri

Pemerintah mendorong berkembangnya industri yang mendukung pertanian, seperti industri pupuk, pestisida, mesin pertanian dan industri yang mengolah hasil pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan potensi ekspor komoditi pertanian, perkebunan, kelautan dan peternakan.

Perhatiannya terhadap petani juga diwujudkan melalui program legendaris Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, Pemirsa). Program TVRI ini mempertemukan petani berprestasi untuk berdialog langsung dengan menteri atau bahkan Presiden Soeharto.

Puncak dari keberhasilan ini terjadi pada 1984. Indonesia, yang pada 1966 merupakan importir beras terbesar, berhasil mencapai swasembada beras. Produksi beras nasional melonjak dari sekitar 12,2 juta ton pada 1969 menjadi 25,8 juta ton pada 1984.

Konsep membangun industri berbasis pertanian bertujuan agar industrialisasi tidak meninggalkan sektor pertanian, tetapi justru meningkatkan nilai tambah hasil-hasil pertanian lokal.

Apakah membangun Industrialisasi berbasis pertanian tercapai?

Harapan kita bersama agar pemerintahn Presiden Prabowo bisa mengimplementasikan terkait visi era Presiden Soeharto membangun industrialisasi berbasis pertanian. Sumber fundametal kemakmuran nasional adalah sektor pertanian, negara Indonesia adalah negara agraris, pemerintah jangan berubah haluan, membangun industrialisasi berbasis pertanian sudah dimulai di era Presiden Soeharto dan harus menjadi visi pemerintah.

Saat ini yang ada adalah dominan komoditi pertanian impor, negara kita sudah ketergantung dari negara lain, seperti daging sapi, bawang putih, gula, garam, cabe, singkong, kedelei, jagung, susu bahkan beras. (*)

Kembali ke atas laman