Jakarta, desapedia.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mendorong warga desa menjadi pelaku utama terhadap target dan kebijakan pembangunan desa, khususnya dalam waktu dekat menjadi motor penggerak dan penyuplai makan siang bergizi gratis (MBG).
Menurutnya, warga yang dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan akan merasa memiliki terhadap keputusan yang dibuat dan lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam menjalankan kebijakan tersebut.
“Jadi saya memang mendorong bahwa warga desa itu menjadi pelaku utama perputaran ekonomi di tingkat desa. Sebab dalam waktu dekat akan ada program makan bergizi gratis. Dan desa harus menangkap peluang itu,” pungkasnya.
Pernyataan Mendes PDT Yandri Susanto itu disampaikan saat memberikan orasi di acara Retreat Kepala Daerah 2025-2030, di Lembah Gunung Tidar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada minggu lalu (25/2/2025).
Untuk diketahui, sebagian Dana Desa pada tahun 2025 ini atau sekitar 20 persen direncanakan akan dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerinah berharap dari pengalokasian 20 persen Dana Desa untuk MBG itu menciptakan partisipasi warga desa yang tinggi.
Namun demikian, merujuk pada survey Litbang Kompas yang dilakukan pada 4-10 Januari 2025 lalu terhadap 1.000 responden di 38 provinsi menunjukan 6 dari 10 warga desa tidak tahu tentang Dana Desa.
Akibatnya, minimnya pengetahuan warga menghambat partisipasi warga desa dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan desa. Sehingga program Dana Desa menjadi tidak efektif dalam meningkatkan kesejahteraan desa. (Red)





