Lewati ke konten

Wamenkop Ferry Optimis Koperasi Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Wamenkop Ferry Optimis Koperasi Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem - PT Desapedia Bangun Jaya

Wamenkop Ferry J Juliantono (Foto: Kemenkop)

Jakarta, desapedia.id – Wakil Menteri Koperasi, Ferry J. Juliantono mengatakan, melalui 2 fungsinya koperasi dapat menjadi solusi yang relevan dalam mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrem yang tengah akut di masyarakat.

Melalui siaran persnya kamis (21/11/2024) lalu, Ferry menyatakan koperasi termasuk Koperasi Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) memiliki 2 fungsi ekonomi dan sosial. Dalam konteks fungsi ekonomi, peran atau fungsi koperasi dalam ranah ekonomi adalah mensejahterakan anggotanya, sehingga koperasi mencatatkan keuntungan.

“Sedangkan fungsi sosial koperasi adalah menuntaskan jeratan utang masyarakat kelompok paling bawah yang mikro dan ultra mikro dari rentenir. Fakta itu yang banyak beredar di masyarakat”, tegas politisi senior Partai Gerindra ini.

Oleh karena itu, Ferry menegaskan, koperasi harus jadi tempat kita semua untuk saling gotong royong, saling membantu dan saling menguatkan.

“Saya merasakan sendiri di KSPPS BMT Jati Baru di Padang dimana peran mereka membantu melepaskan jeratan utang masyarakat dari rentenir,” kata Wamenkop Ferry.

Ferry mengungkapkan dengan dua fungsi tersebut, koperasi menjadi solusi yang relevan. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrim yang ada di tengah masyarakat.

“Kemiskinan itu paling kelihatan, jadi mereka itu tidak punya opsi mendapat pembiayaan sehingga terpaksa harus terjebak oleh rentenir. Kehadiran koperasi termasuk Koperasi BMT ini adalah untuk membebaskan mereka dari rentenir dengan menyediakan pembiayaan untuk kerja produktif”, tegasnya.

Angka kemiskinan di Indonesia memang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah hingga saat ini. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat jumlah penduduk miskin di Indonesia hingga Maret 2024 sebanyak 25,22 juta orang. Angka ini sesungguhnya turun 0,33 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 25,9 juta orang. (Red)

 

 

Kembali ke atas laman