Jakarta, desapedia.id, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia atau APDESI Merah Putih, Anwar Sadat menyatakan momentum Hari Desa Nasional yang jatuh pada 15 Januari 2026 ini sejatinya menjadi momentum bagi Kepala Desa diseluruh Indonesia untuk memperkuat kepemimpinan di desa yang produktif dan inovatif.
“Perjalanan UU Desa termasuk dana desa sudah lebih dari 10 tahun. Saatnya kita semua di pemerintahan desa mengevaluasi diri sejauh mana kontribusi kita dalam menjalankan UU Desa, apakah kemandirian desa sudah terwujud”, tegas Anwar yang juga Kepala Desa Cibeber, Kabupaten Puwakarta.
Ketua Umum APDESI Merah Putih ini mengatakan, kedepannya para Kades diharapkan lebih produktif dan inovatif dalam melahirkan peradaban di desa yang lebih baik terutama sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga sektor ini, lanjutnya, membutuhkan konsepsi pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Karena itu kepemimpinan di desa kedepan harus produktif dan inovatif terutama dengan banyaknya program-program pemerintah pusat di desa. Dengan kreatifitas dan inovasi Kades maka program-program dari pusat dan daerah yang ada di desa tetap menjadikan desa sebagai subyek”, ungkapnya.
Anwar Sadat menambahkan, sebagai Kepala Desa Cibeber dirinya telah melakukan inovasi melalui pembiayaan oleh APBDes terkait asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh warga Desa Cibeber. Biaya yang dibutuhkan Pemdes pimpinan Anwar Sadat untuk memberikan asuransi gratis kepada warganya sekitar Rp 5 miliar.
Selain itu, Hari Desa Nasional 2026 ini bagi Anwar Sadat hendaknya dijadikan momentum untuk mengevaluasi tumpang tindih regulasi desa dan memperkuat pengawasan desa. Anwar menyerukan kepada Apdesi di setiap tingkatan untuk berkolaborasi dan sinergi dengan pemerintah agar persoalan tumpang tindih regulasi dapat diatasi bersama.
“Tuntaskan segera tumpang tindih regulasi desa yang masih kami temui di lapangan. Soal pengawasan juga perlu diperkuat. Contoh kasus ya kami menemukan ada ratusan juta APBDes habis untuk SPPD, terutama desa-desa di luar jawa. Maka perlu perkuat pengawasan”, tutupnya. (Red)




