Lewati ke konten

Desa Loa Duri Ilir Terapkan Transaksi Non-Tunai Menyeluruh, Bayar Tukang pun Pakai Digital

Kontradiksi Dana Desa

Ilustrasi (Dok)

Kutai Kartanegara, desapedia.id – Desa Loa Duri Ilir kini menjadi sorotan berkat langkah beraninya merangkul digitalisasi. Bukan sekadar wacana, desa ini telah menerapkan sistem transaksi non-tunai secara menyeluruh, tidak hanya untuk urusan administrasi kantor desa, tetapi hingga ke pembayaran upah pekerja lapangan seperti tukang bangunan.

Berikut poin-poin utama yang melandasi transformasi digital di Desa Loa Duri Ilir:

1. Mewujudkan Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Transparansi menjadi prioritas utama dalam tata kelola desa ini. Dengan beralih ke sistem digital, setiap transaksi tercatat otomatis dalam sistem perbankan, meminimalisir risiko kesalahan pencatatan manual maupun penyalahgunaan anggaran. Dana desa pun dikelola dengan standar integritas yang lebih tinggi.

2. Pertanggungjawaban Keuangan yang Praktis

Kerumitan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang selama ini jadi hambatan birokrasi desa kini jauh lebih mudah diatasi. Riwayat transaksi tersedia kapan saja melalui e-statement, staf desa tidak perlu lagi mengumpulkan kuitansi fisik karena bukti transfer sudah menjadi dokumen sah, dan proses audit dapat dilakukan lebih cepat oleh semua pihak.

3. Menghapus Kecurigaan, Meningkatkan Kinerja

Masalah klasik pengelolaan dana publik adalah munculnya rasa saling curiga antarpihak. Dengan sistem digital yang terbuka dan tercatat, celah untuk penyimpangan menjadi tertutup. Ketika aliran dana bisa dipantau secara transparan, kepercayaan antarpihak tumbuh dengan sendirinya dan lingkungan kerja yang lebih harmonis mendorong peningkatan kinerja perangkat desa secara keseluruhan.

4. Mendukung Program Pemerintah Less Cash Society

Langkah Desa Loa Duri Ilir merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam menciptakan masyarakat non-tunai. Selain lebih aman dari risiko pencurian dan uang palsu, transaksi digital membantu mempercepat perputaran ekonomi desa secara lebih modern dan efektif.

5. Mendorong Inklusi dan Literasi Keuangan Masyarakat

Dampak sosial dari transformasi ini terasa hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Para pekerja kasar dan tukang kini mulai terbiasa memiliki rekening bank dan menggunakan aplikasi keuangan. Mereka yang sebelumnya tidak tersentuh layanan perbankan kini menjadi bagian dari sistem keuangan formal, sekaligus secara tidak langsung belajar mengelola keuangan pribadi melalui fitur-fitur digital.

Desa Loa Duri Ilir membuktikan bahwa teknologi bukan hanya milik warga kota. Dengan komitmen yang kuat, digitalisasi bisa menjadi alat ampuh untuk membangun desa yang lebih jujur, maju, dan sejahtera. (Red) 

Kembali ke atas laman