Purbalingga, desapedia.id – Di Tahun 2026 ini sebanyak dua desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kalimanah dipilih sebagai sararan Program Desa Cinta Statistik atau yang dikenal dengan istilah Desa Cantik. Ketiganya menambah jumlah Desa Cantik di Purbalingga sejak 2021, yakni lima desa.
Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Slamet Romelan, menyebutkan ketiga desa yang dicanangkan sebagai Desa Cantik adalah Desa Bebakan, Desa Kalimanah Wetan, dan Kelurahan Kalikabong.
Menurutnya, Program Desa Cantik adalah upaya untuk memperkuat kualitas data dari tingkat desa, agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program ini bukan hanya administratif, tetapi langkah nyata untuk menempatkan desa sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar objek,” ujar Slamet, pada acara Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik, di Aula Politeknik Madyatika, Rabu (4/2/2026) lalu.
Slamet menegaskan, semangat Satu Data Indonesia menuntut setiap kebijakan, termasuk di tingkat desa, harus berbasis data yang akurat dan mutakhir, dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya akan memberikan pendampingan intensif guna meningkatkan literasi statistik aparatur desa, mulai dari pengelolaan dan standarisasi, hingga pemanfaatan teknologi, sehingga data mudah diakses oleh masyarakat.
“Aparatur desa dan kelurahan tidak hanya mengumpulkan data, mereka diharapkan mampu memahami, mengelola, hingga mendiseminasikan informasi secara benar. Selain itu, standarisasi data akan diselaraskan dengan standar nasional, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Slamet mengatakan nantinya masyarakat dapat mengakses data-data BPS lewat aplikasi Sigma yang tersedia di Android Play Store. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan perpustakaan, rekomendasi statistik, serta konsultasi statistik di kantor BPS Purbalingga.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setiaji yang hadir dalam FGD tersebut mengharapkan para aparatur desa dapat memiliki kompetensi statistik yang dibutuhkan dalam rangka perencanaan pembangunan desa.
Tri menambahkan, pembangunan yang efektif hanya dapat terwujud jika didukung data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak perencanaan.
“Dengan meningkatnya literasi dan partisipasi statistik, kualitas data akan semakin komprehensif dan akurat sehingga kebijakan dan program benar-benar berbasis data dan riset,” ungkap Tri.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Purbalingga dan BPS menyerahkan piagam penghargaan dari Kepala BPS RI kepada Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja.
Pada 2025 lalu Desa Kebutuh dinobatkan sebagai salah satu dari delapan besar Desa Cantik Terbaik di Jawa Tengah. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain untuk memperkuat tata kelola data guna mendukung pelayanan publik dan pembangunan yang lebih tepat sasaran. (Red)




