Kupang, desapedia.id – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur, Yohanis Fransiskus Lema atau yang lebih dikenal dengan Ansy Lema Bersama Calon Wakil Gubernur Jane Natalia Suryanto mengusung Desa Manyala sebagai program utamanya jika kelak terpilih dalam Pilkada Serentak 27 November 2024 yang akan datang. Apa itu Desa Manyala yang dimaksud oleh pasangan calon nomor urut 1 Ansy-Jane?
Dalam pernyataannya pada debat publik (6/11/2024) lalu, Ansy Lema menyatakan Membangun NTT berarti membangun desa. Membangun NTT itu berarti membangun petani, peternak dan nelayan. Maka salah satu program pemberdayaan masyarakat desa yang digagas oleh Ansy-Jane adalah Desa Manyala.
Ansy mengatakan, program Desa Manyala merupakan agenda yang akan menjangkau kelompok mama dan perempuan desa.
“Rencana ini akan diawali dengan musyawarah khusus (muskhus) perempuan atau musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tematik perempuan untuk mendiskusikan dan merumuskan program pemberdayaan yang diinginkan”, tegas alumnus FISIP Universitas Nasional ini.
Ansy menilai, dirinya memilih desa sebagai lokus kebijakan karena desa adalah sumber atau kantong kemiskinan provinsi yang memiliki jumlah penduduk 5,6 juta jiwa ini.
Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan NTT pada Maret 2024 tercatat 19,48 persen. Melihat pada rinciannya, kemiskinan perdesaan sebesar 23,41 persen dan kemiskinan perkotaan sebesar 8,57 persen.
“Kemiskinan perdesaan adalah kemiskinan para petani, peternak dan nelayan yang merupakan sumber pertumbuhan ekonomi NTT”, ungkap Ansy.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan Kemiskinan NTT adalah kemiskinan masyarakat desa yang berprofesi sebagai petani, peternak, dan nelayan. Oleh karena itulah selama menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, dirinya banyak memberikan bantuan dan kepedulian, serta pemberdayaan bagi petani, peternak, nelayan NTT.
“Itulah mengapa bagi kami NTT bukan Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, Nusa Tidak Terurus, tetapi adalah Nelayan Tani Ternak. Sebagai gubernur dan wakil gubernur, hal yang sama pula akan kami kerjakan ke depan,” terangnya.
Senada dengan Ansy Lema, Jane Natalia mengungkapkan, melalui program Desa Manyala ini akan dialokasikan dana sebesar Rp 100 juta per desa per tahun untuk menjalankan program pemberdayaan perempuan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. (Red)





