Lewati ke konten
H. Almalik Pababari
H. Almalik Pababari

Budiyono, Calon DPD RI Ini Punya Sederet Program Kerakyatan dan Siap Dorong Pemekaran Daerah

Bogor, desapedia.id – Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Jawa Barat, Budiyono, tanpa kenal lelah menyapa warga di berbagai kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Barat dalam rangka melakukan sosialisasi.

Satu contoh, belum lama ini, Budiyono dengan antusias berkomunikasi dengan warga Kecamatan Cikampek, Kabupaten Kerawang. “Saya berkomitmen menampung aspirasi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Budiyono, Calon DPD RI Ini Punya Sederet Program Kerakyatan dan Siap Dorong Pemekaran Daerah - Desapedia

Dalam kesempatan tersebut, dia juga dengan tegas memaparkan sejumlah program unggulan yang akan diwujudkan apabila ia berhasil terpilih sebagai anggota DPD RI.

Budiyono secara terperinci menjelaskan beberapa program unggulannya. Pertama, dia akan mengusulkan alokasi anggaran khusus dalam APBN untuk memberikan bantuan kepada warga usia lanjut berpenghasilan rendah.

Kedua, dia menegaskan pentingnya membangun peluang kerja bagi anak muda. “Tingginya tingkat pengangguran di Jawa Barat memerlukan langkah konkret untuk menekannya,” ungkapnya.

Ketiga, Budiyono menyoroti perlunya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Saat ini, sektor UMKM belum menyentuh hingga ke pelosok desa. Meskipun desa memiliki BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), namun sektor UMKM belum berkembang dan masih perlu pengalokasian bantuan yang lebih besar,” paparnya.

Dia menekankan, tiga program di atas merupakan program kerakyatan yang menjadi aspirasi banyak masyarakat.

Keempat, untuk mengatasi potensi krisis pangan di masa depan, perlu peningkatan produksi pangan melalui kelompok tani dan intensifikasi usaha pertanian.

Menurutnya, hal ini memerlukan dukungan dana pembangunan di bidang pertanian yang dinilainya selama bertahun-tahun tertinggal dibandingkan dengan program-program lainnya.

Dia juga memaparkan, pengembangan pertanian memerlukan perhatian pada lima bidang utama, yakni permodalan, sarana usaha tani, teknologi, benih, dan pupuk. Fokus ini mencakup pembangunan infrastruktur pertanian dengan tujuan mendukung ketersediaan pangan di Jawa Barat.

Kelima, mengupayakan percepatan pemekaran daerah di Jawa Barat yang hingga kini hampir mangkrak. Tujuannya adalah menciptakan pemerataan kesempatan kerja, promosi jabatan, dan meningkatkan potensi di daerah-daerah tersebut.

Keenam, mendorong pembangunan infrastruktur fisik di beberapa daerah. Sebagai contoh, Budiyono melihat perlunya pembangunan infrastruktur kereta api yang akan memperkuat konektivitas antar daerah.

“Di Kecamatan Cibarusah perlu dibangun stasiun yang nantinya akan menghubungkan Stasiun Cikarang dan Stasiun Nambo (Bogor),” katanya. Selain itu, perlunya pembangunan saluran irigasi pengendali banjir di wilayah Kecamatan Tambun Selatan.

Terakhir, meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengelolaan sampah dan limbah yang berkelanjutan yang melibatkan peran serta masyarakat.

“Sampah dan limbah dapat dikelola dengan baik dengan cara misalnya membina kelompok-kelompok pengumpul, penampung, dan penjual limbah atau sampah. Itu harus difasilitasi oleh negara dan dibantu pembiayaannya,” ucapnya.

“Kemudian juga dibina secara teknis sarana prasarananya sehingga hubungan antara pabrik, pengusaha limbah atau sampah, dan masyarakat ada sinergi,” tambah Budiyono.

Selain itu, dia juga mendorong agar setiap desa memiliki sarana pengolahan sampah. “Desa dalam hal ini BUMDes-nya harus punya mesin untuk mengolah sampah. Jadi selain sampah tidak menumpuk di TPS, ekonomi masyarakat juga dapat meningkat dengan ikut mengelola sampah,” tutup Budiyono. (Red)

Milton Pakpahan H. Almalik Pababari
Scroll To Top