Garut, desapedia.id – Kabupaten Garut yang berada di Provinsi Jawa Barat memiliki profil potensi desa yang sesungguhnya sangat beragam. Hal ini lantaran kondisi geografisnya yang mencakup wilayah pegunungan di utara dan tengah, serta pesisir pantai di selatan.
Mengutip dari berbagai sumber, dengan total 424 desa di 42 kecamatan, potensi desa-desa di Garut ini secara umum terbagi dalam sektor pertanian, pariwisata, industri kreatif, perikanan dan pesisir.
Pertama, potensi desa di sektor pertanian dan perkebunan. Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, banyak desa di Garut yang mengandalkan komoditas spesifik sebagai produk unggulan kawasan perdesaan.
Misalnya saja desa penghasil jeruk Garut yang tersebar di wilayah Wanaraja, Karangpawitan, dan Samarang. Jeruk Garut merupakan buah ciri khas dengan nilai ekonomi tinggi.
Di komoditi sayuran dan Hortikultura, desa-desa di kaki Gunung Cikuray dan Papandayan seperti di Kecamatan Cisurupan dan Cikajang adalah pemasok utama sayuran, kentang, dan kopi untuk wilayah Jawa Barat.
Kemudian pada komoditi gula aren juga merupakan hasil bumi yang sangat potensi di desa-desa di Garut terutama di Desa Saribakti. Di desa ini secara spesifik mengembangkan produksi gula aren sebagai potensi ekonomi utama.
Kedua, sektor pariwisata dan Desa Wisata. Pemerintah Kabupaten Garut telah melahirkan kebijakan yang secara aktif mendorong peluncuran program Desa Wisata Hebat 2026 untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.
Di Garut terdapat wisata air dan situ di beberapa desa di sekitar Situ Bagendit dan Situ Cangkuang (Leles). Desa wisata ini memanfaatkan kekayaan sejarah dan alam sebagai daya tarik utama.
Selain itu, ada juga Desa Wisata Sindangkasih yang menjadi salah satu destinasi populer yang menawarkan kegiatan river tubing dan suasana pedesaan yang asri.
Tak hanya itu saja, terdapat Desa Wisata yang memanfaatkan ekowisata pegunungan. Desa Wisata ini tersebar di desa-desa di Kecamatan Tarogong Kaler. Salah satunya adalah Desa Jati yang memiliki potensi wisata berbasis alam karena letaknya yang dekat dengan kawasan Gunung Guntur.
Ketiga, di sektor industri kreatif dan UMKM. Potensi ini seringkali berkaitan dengan keahlian turun-temurun masyarakat desa di beberapa wilayah tertentu di Kabupaten Garut.
Kerajinan kulit Adalah salah satunya. Berpusat di wilayah Desa Sukaregang, namun pasokan bahan baku dan tenaga kerja banyak berasal dari desa-desa sekitarnya.
Industri kreatif lainnya Adalah makanan khas berupa dodol dan olahan tepung. Industry ini tersebar di desa-desa di Garut Kota dan sekitarnya yang menjadi pusat produksi dodol, burayot, dan wajit.
Anyaman Bambu asal desa-desa di Garut juga cukup terkenal selama ini. Bahkan, beberapa desa masih melestarikan industri rumah tangga pembuatan anyaman bambu untuk kebutuhan rumah tangga dan dekorasi.
Keempat, yaitu sektor perikanan dan pesisir. Sektor ini terfokus di wilayah Garut Selatan yaitu di Caringin, Cikelet dan Pameungpeuk.
Ada potensi kelautan yang sangat menarik untuk dikembangkan di desa-desa pesisir seperti di wilayah Rancabuaya yang memiliki potensi besar dalam perikanan laut dan pariwisata pantai yang terus berkembang.
Pindang Ikan merupakan hasil andalan desa-desa pesisir di Garut. Pengolahan ikan menjadi pindang ini juga menjadi salah satu potensi ekonomi di beberapa desa yang didistribusikan hingga ke luar daerah Kabupaten Garut. (Red)





