31.7 C
Jakarta
Minggu, 25 September 2022
BerandaDaerahBerbekal Bonggol Pisang, Ini Inovasi Caleg Golkar untuk Pangkas...

Berbekal Bonggol Pisang, Ini Inovasi Caleg Golkar untuk Pangkas 50% Biaya Pupuk 

Rekomendasi

Lainnya

    Cilacap, desapedia.id – Politisi Partai Golkar yang juga calon legislatif DPR RI Dapil Jawa Tengah VIII, Wirendra Tjakrawerdaya, mengajak para petani untuk lebih kreatif dalam memangkas biaya produksi.

    Dalam kunjungannya di Desa Tritih Lor dan Desa Kalisabuk, Kabupaten Cilacap, Jawa Barat, Jumat (22/02/2019), Wirendra membagi tips bagaimana membuat pupuk alami atau pupuk hayati tanpa merusak kesuburan tanah.

    Berbekal bonggol pisang, Wirendra memberi pelatihan dan penyuluhan di dua desa tersebut. Di hadapan para petani, Wirendra mempraktikkan cara membuat pupuk hayati majemuk dengan bahan-bahan murah dan ada di sekitar petani.

    Wirendra menggabungkan bahan-bahan seperti bonggol pisang, air bekas cucian beras serta sedikit gula merah. Bahan-bahan tersebut diproses dan difermentasikan selama 15 hari. Setelah itu beberapa jenis bakteri akan hidup dan berkembang biak di dalam tanah.

    “Bakteri inilah yang akan menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti NPK termasuk adanya bakteri pengurai dan bakteri penghasil zat perangsang tumbuh,” kata Wirendra di hadapan para petani.

    Menurutnya, dengan menggunakan pupuk hayati tersebut, petani dapat mengoptimalkan hasil panen. Selain memangkas biaya produksi, tanah subur dan beras lebih sehat jika dikonsumsi.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima desapedia.id, Sabtu (23/02/2019), Wirendra mengatakan, kondisi petani padi saat ini masih menggunakan dosis pupuk kimia dan pestisida yang salah kaprah. Banyak petani yang berpikir bahwa jika pupuk diberikan semakin banyak maka hasil panen akan semakin meningkat. Pemikiran tersebut disebutnya keliru.

    Pemakaian pupuk yang berlebih bukan saja merusak tanaman dan meracuni tanaman, tapi  juga akan membuat tanah semakin rusak kesuburannya. Hal itu lah yang menggerakkan Wirendra untuk mengampanyekan sebuah metode bertani dengan biaya murah.

    “Yang perlu dibangun dari para petani saat ini adalah bagaimana caranya agar SDM dan keterampilan petani bisa dibangun, terutama dalam hal kemampuan petani untuk menyuburkan tanah dan petani mampu membuat pupuk hayati majemuk,” ujarnya.

    Saat ini, Wirendra berpendapat kondisi mikroba tanah saat ini relatif sudah punah lantaran dampak penggunaan pupuk dan pestisida yang kadang tidak sesuai dengan aturan dan dosis yang dianjurkan.

    Harapan pelatihan dan penyuluhan yang sudah dilakukan di beberapa desa di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap tersebut adalah agar para petani dalam bertani bisa menekan biaya pupuk, mengurangi, bahkan tidak mengaplikasikan racun ke dalam sawah.

    “Jika tanah subur maka biaya petani untuk membeli pupuk kimia dan pestisida bisa ditekan hingga sampai 50 persen dan yang terutama beras lebih sehat dan petani bisa lebih sejahtera,” tutur Wirendra. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia

    Covid-19

    Indonesia
    6,421,118
    Kasus Positif
    Updated on 25 September 2022 - 16:29 WIB 16:29 WIB

    Indeks Berita

    Resmi Dikukuhkan, DPC BMPSB Setu Komitmen Berikan Manfaat untuk...

    Bekasi, desapedia.id - Jajaran pengurus DPC Barisan Muda Pejuang Singa Bekasi (BMPSB) Kecamatan Setu resmi dikukuhkan. Organisasi masyarakat (ormas)...

    Berita Terkait