26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 September 2021
BerandaNasionalYando Zakaria: Omnibus Law Cipta Kerja Semakin Melemahkan Pengakuan...

Yando Zakaria: Omnibus Law Cipta Kerja Semakin Melemahkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat

Rekomendasi

Lainnya

    Jakarta, desapedia.id – R. Yando Zakaria, aktivis yang juga praktisi antropologi, pendiri dan peneliti pada Pusat Kajian Etnografi Komunitas Adat, Yogyakarta memberikan pendapatnya tentang RUU Omnibus Law Cipta Kerja kepada desapedia.id hari ini (30/4).

    Menurut Yando, pengakuan dan perlindungan masyarakat adat yang diamanatkan UUD 1945 dalam sekitar 30–an peraturan perundang–undangan sangat lemah, untuk tidak mengatakannya sekedar basa-basi.

    Sebab, ungkap Yando, proses pengakuan dan perlindungan itu dihadapkan pada logika hukum yang bersyarat dan bertahap, sehingga menjadi sangat sulit dan mahal untuk memenuhinya.

    Maka, lanjut Yando, alih–alih menyejahterakan masyarakat adat, aturan hukum itu justru membunuhnya! Cilakanya, logika hukum itu kembali muncul dalam Omnibus Law Cipta Kerja.

    Yando menjelaskan, di sana–sini memang muncul pasal–pasal yang seolah mengakui dan melindungi masyarakat adat itu. Namun, Pasal 67 ayat 2 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang mencilakakan masyarakat adat selama ini, tak disentuh sama sekali. Malah ingin dipertahankan, dan bahkan lebih diperketat, melalui penetapan (Rencana) Undang-Undang tentang Masyarakat Hukum Adat yang tengah diproses saat ini.

    “Lalu kalian masih bilang UU Cilaka ini untuk rakyat?”, tegas Yando. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    4,208,013
    Kasus Positif
    Updated on 26 September 2021 - 21:54 WIB 21:54 WIB

    Indeks Berita

    Dana Desa Seharusnya Meningkat Setiap Tahun Atau Setidaknya Tetap

    Jakarta, desapedia.id – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Sidang Paripurna Luar Biasa I pada Masa Sidang...

    Berita Terkait