29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Opini Wabah Dan Kepala Daerah

Wabah Dan Kepala Daerah

Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
Guru Besar IPDN, Dirjen Otda Kemendagri 2010-2014, Pj. Gubernur Riau 2013-2014

Rekomendasi

Lainnya

    Negara yang Mengubah, Merusak, dan Menindas Desa

    "Kami harus menghancurkan desa dengan tujuan untuk menyelamatkannya,” demikian ungkap tentara Amerika ketika melakukan serangan terhadap desa-desa di Vietnam...

    UU Nomor 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

    Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang...

    Kualitas Kepemimpinan Presiden Jokowi Di Tengah Pandemi Covid-19: Efektifkah?

    Kepemimpinan seringkali dikatakan sebagai cara seorang pemimpin mempengaruhi orang lain pada suatu organisasi. Lingkup kepemimpinan dapat bergradasi dari lingkup...

    Pandemi Covid 19 telah melanda 215 negara, tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri wabah ini telah berjangkit di semua provinsi (34) dan hampir 90 % kabupaten/kota (508) kita. Presiden Jokowi telah menetapkan virus Corona ini sebagai bencana nasional non-alam. Tanggung jawab penanggulangan menjadi wewenang pemerintah pusat. Pemda memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

    Kepala Daerah ditugaskan sebagai Kepala Gugus Tugas Covid 19 di wilayahnya masing-masing. Tidak hanya APBD, ASN, dan fasilitas RSUD beserta tenaga kesehatannya, kepala daerah memutar otak alias mengerahkan segenap kemampuan kepemimpinannya untuk mengatasi wabah.

    Bagi 270 daerah yang melaksanakan pilkada serentak 9 Desember tahun ini, mereka wajib pula memfasilitasi kelancaran jalannya pencoblosan ditengah-tengah berkecamuknya wabah dan keterbatasan dana APBD.

    Dalam melaksanakan tugasnya itu kepala daerah serta para pembantunya tidak bisa duduk manis di belakang meja di pendopo rumah jabatan, tapi harus turun ke lapangan mengontrol keadaan masyarakat, mengedukasi dan memotivasi mereka, serta memastikan kebijakannya dijalankan.

    Bahkan, tidak jarang mereka juga harus terbang ke Jakarta menghadiri berbagai rapat penting yang tidak bisa pakai daring.

    Maka, dalam memikul tugas serupa itu, kepala daerah dan para pembantunya akan rawan terpapar virus.

    Hari ini kabar duka cita datang dari Kabupaten Way Kanan. Edward Anthony, Wabup Way Kanan wafat. Beberapa hari sebelumnya, Wako Banjarbaru, Nadjmi Adham meninggal dunia.

    Awal Agustus, Gubernur Kepri, Isdianto yang baru dilantik Presiden Jokowi terjangkit virus Corona. Pertengahan Juli, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi positif Covid. Bulan April lalu, Bupati Morawali Utara Aptripel Tumimomor dan Walikota Tanjung Pinang, Syahrul juga wafat akibat Covid.

    Biaya mencetak kepala daerah dan wakil kepala daerah itu mahal sekali, proses pemilihannya juga melibatkan rakyat secara langsung.

    Karena itu, sebaiknya ke depan standar proteksi kesehatan dan keamanan mereka dalam menjalankan tugas negara di era wabah ini perlu ditingkatkan. Kantor kepresidenan bersama Kemenkes dan Kemendagri seyogyanya menerbitkan pedoman agar jangan lagi jatuh korban. Bagi wakil kepala daerah dan kepala daerah yang telah gugur kena Covid 19 kiranya patut diberikan bintang jasa. ***

    Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
    Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
    Guru Besar IPDN, Dirjen Otda Kemendagri 2010-2014, Pj. Gubernur Riau 2013-2014

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Terpopuler

    Dilema Pemerintah Dalam Penanganan Kasus Covid 19

    Virus Corona atau yang di kenal dengan istilah Covid-19, merupakan isu yang menjadi perbincangan Dunia Internasional. Bagaimana tidak, Virus...

    Akhir Bulan April Covid-19 Berakhir

    Musim kemarau adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Muson merupakan angin musiman yang bersifat periodik dan biasanya terjadi terutama di...

    Refungsionalisasi Desa Sebagai Soko Guru Ketahanan Pangan Nasional

    Abstrak Pandemik Covid 19 telah mengubah pola rantai pasokan pangan baik nasional maupun internasional. Impor pangan tidak lagi dapat menjadi pilihan di tengah pembatasan jalur...

    Mendampingi Desa Menjadi Subyek Perubahan

    Pembinaan, pengawasan dan  pendampingan  desa menjadi tema penting yang perlu dibicarakan berkenaan dengan implementasi UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa Tujuan awal pendampingan adalah,...

    Gagasan Baru Menuju Normal

    Dampak covid mulai saat ini hingga yang akan datang masih menyimpan banyak misteri, bamyak kasus mulai dari desa hingga perkotaan terjadinya sangat dinamis dan...

    Berita Terkait