Beranda Opini Wabah Dan Kepala Daerah

Wabah Dan Kepala Daerah

Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
Guru Besar IPDN, Dirjen Otda Kemendagri 2010-2014, Pj. Gubernur Riau 2013-2014

Rekomendasi

Lainnya

    Menyiapkan Pengelolaan Persampahan yang Efisien, Produktif, Good Corporate/Financial Management dan Menguntungkan

    Pengelolaan PPK-Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam pengelolaan persampahan pada dinas / SKPD di kabupaten dan kota di Indonesia...

    Kesimpangsiuran Sampah = Konteks Saat Ini Tidak Sama Dengan Aturan

    Ruwet permasalahan SAMPAH dimulai dari pembagian urusan kewenangannya, yaitu SAMPAH yang dikelola di Dinas PUPR, dan dilain pihak dikelola...

    UU Nomor 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

    Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang...

    Pandemi Covid 19 telah melanda 215 negara, tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri wabah ini telah berjangkit di semua provinsi (34) dan hampir 90 % kabupaten/kota (508) kita. Presiden Jokowi telah menetapkan virus Corona ini sebagai bencana nasional non-alam. Tanggung jawab penanggulangan menjadi wewenang pemerintah pusat. Pemda memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

    Kepala Daerah ditugaskan sebagai Kepala Gugus Tugas Covid 19 di wilayahnya masing-masing. Tidak hanya APBD, ASN, dan fasilitas RSUD beserta tenaga kesehatannya, kepala daerah memutar otak alias mengerahkan segenap kemampuan kepemimpinannya untuk mengatasi wabah.

    Bagi 270 daerah yang melaksanakan pilkada serentak 9 Desember tahun ini, mereka wajib pula memfasilitasi kelancaran jalannya pencoblosan ditengah-tengah berkecamuknya wabah dan keterbatasan dana APBD.

    Dalam melaksanakan tugasnya itu kepala daerah serta para pembantunya tidak bisa duduk manis di belakang meja di pendopo rumah jabatan, tapi harus turun ke lapangan mengontrol keadaan masyarakat, mengedukasi dan memotivasi mereka, serta memastikan kebijakannya dijalankan.

    Bahkan, tidak jarang mereka juga harus terbang ke Jakarta menghadiri berbagai rapat penting yang tidak bisa pakai daring.

    Maka, dalam memikul tugas serupa itu, kepala daerah dan para pembantunya akan rawan terpapar virus.

    Hari ini kabar duka cita datang dari Kabupaten Way Kanan. Edward Anthony, Wabup Way Kanan wafat. Beberapa hari sebelumnya, Wako Banjarbaru, Nadjmi Adham meninggal dunia.

    Awal Agustus, Gubernur Kepri, Isdianto yang baru dilantik Presiden Jokowi terjangkit virus Corona. Pertengahan Juli, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi positif Covid. Bulan April lalu, Bupati Morawali Utara Aptripel Tumimomor dan Walikota Tanjung Pinang, Syahrul juga wafat akibat Covid.

    Biaya mencetak kepala daerah dan wakil kepala daerah itu mahal sekali, proses pemilihannya juga melibatkan rakyat secara langsung.

    Karena itu, sebaiknya ke depan standar proteksi kesehatan dan keamanan mereka dalam menjalankan tugas negara di era wabah ini perlu ditingkatkan. Kantor kepresidenan bersama Kemenkes dan Kemendagri seyogyanya menerbitkan pedoman agar jangan lagi jatuh korban. Bagi wakil kepala daerah dan kepala daerah yang telah gugur kena Covid 19 kiranya patut diberikan bintang jasa. ***

    Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
    Prof. Dr. Djohermansyah Djohan
    Guru Besar IPDN, Dirjen Otda Kemendagri 2010-2014, Pj. Gubernur Riau 2013-2014

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    543,975
    Kasus Positif
    Updated on 2 December 2020 - 16:15 WIB 16:15 WIB

    Terpopuler

    Dilema Pemerintah Dalam Penanganan Kasus Covid 19

    Virus Corona atau yang di kenal dengan istilah Covid-19, merupakan isu yang menjadi perbincangan Dunia Internasional. Bagaimana tidak, Virus...

    Mendampingi Desa Menjadi Subyek Perubahan

    Pembinaan, pengawasan dan  pendampingan  desa menjadi tema penting yang perlu dibicarakan berkenaan dengan implementasi UU No. 6 tahun 2014 tentang DesaTujuan awal pendampingan adalah,...

    “Blunder Politik PKH (Program Keluarga Harapan)”

    Pada Juli 2018, pemerintahan Jokowi membusungkan dada atas "capaiannya" mampu menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 1 digit.Kebanggaan tersebut didasarkan atas perhitungan BPS (Badan...

    Kembali ke Desa

    Desa Kaki Langit*Dlingo, Mangunan – Bantul, 30 November dan 1 Desember 2019Belum lama ini, saat saya belanja di salah satu convenient store dekat rumah,...

    Pentingnya Unsur Promosi Pelayanan Purna Jual

    Dalam membujuk konsumen,  berbagai materi promosi atas produk yang kita tawarkan kepada konsumen kita sajikan untuk melakukan promosi terhadap produk tersebut.  Jika disimak, materi...

    Berita Terkait