Desapedia

Tingkatkan Perekonomian, Kemendes PDTT Dorong Desa untuk Berinovasi

Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi (foto: Kemendes PDTT)

Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui program Pilot Inkubasi Inovasi Desa-Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) mendorong setiap desa untuk terus berinovasi dalam upaya meningkatkan perekonomian di desa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengatakan, program PIID-PEL ini dinilai sudah menghasilkan satu aktifitas ekonomi produktif yang bermanfaat di perdesaan.

Menurutnya, dengan inovasi sebuah organisasi bisa bertahan dan kompetitif. Hal itu sebabnya inovasi diangkat sebagai pintu masuk perbaikan.

“Inkubasi inovasi desa membentuk pilot-pilot yang terkontrol dalam sebuah sistem yang diharapkan pilot-pilot ini menjadi rujukan bagi desa-desa yang nanti akan mengembangkan program inovasi desa,” ujar Anwar, seperti dikutip dari laman resmi Kemendes PDTT, Senin (9/9/2019).

Anwar menjelaskan, ada ruang untuk inovasi bisa berkembang melalui satu wadah, yaitu bursa inovasi desa yang merupakan arena dari desa-desa untuk menampilkan buah karya kreatifitas dari yang dihasilkan.

“Sudah lebih dari 13.000 jenis inovasi direflikasi di tempat lain dan didokumentasikan. Sehingga bisa jadi show case/percontohan di tempat lain,” ungkapnya.

Sejalan dengan arah penggunaan Dana Desa ke depan, lanjut Anwar, Dana Desa akan di dorong untuk pengembangan SDM dan produktivitas ekonomi perdesaan. Menurutnya, perlu bersama-sama untuk mendorong dalam mencari terobosan dan mengawal inovasi desa jadi platform baru untuk mendampingi SDM.

“Lakukan upaya untuk menjaga tetap konsisten menghasilkan terobosan untuk mencari agar inovasi ini tetap berjalan. SDM ini akan menjadi unggulan. Bagaimana menghasilkan talenta-talenta perdesaan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Menurutnya, untuk keberlanjutan program ada beberapa tahap yang harus dilakukan pembenahan. Diantaranya, menyesuaikan dengan konteks kekinian, menangkap base praktik untuk bahan modul pembelajaran dengan akademi desa 4.0, dan dengan memberikan anggaran afirmasi biar percontohan itu segera selesai.

“Contoh-contoh ini bisa jalan dengan sendirinya, bagaimana pilot-pilot ini bisa viral. Selain itu, perlu juga keterlibatan swasta terkait anggaran untuk kepentingan bersama dalam rangka keberlanjutan program inkubasi inovasi desa,” pungkas Anwar. (Red)

Redaksi Desapedia

Tambahkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.