30 C
Jakarta
Sabtu, 12 Juni 2021
Beranda Daerah Tablet Tambah Darah untuk Siswi di Kecamatan Setu Disosialisasikan

Tablet Tambah Darah untuk Siswi di Kecamatan Setu Disosialisasikan

Rekomendasi

Lainnya

    Luncurkan Integrasi Data Desa dengan e–SAKIP di Sumedang, Mendes: Bisa Dijadikan Contoh Bagi Daerah Lain

    Sumedang, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara...

    RS Kartika Husada Setu Sosialisasikan Virus Corona dan Aplikasi Siyankis

    Bekasi, desapedia.id - Rumah Sakit Kartika Husada Setu melakukan sosialisasi terkait virus corona dan aplikasi Sistem Pelayanan Kesehatan Miskin...

    Perum Graha Cipta Tamansari Wakili Kecamatan Setu di Ajang Lomba Kampung Tangguh Jaya

    Bekasi, desapedia.id - Perumahan Graha Cipta Tamansari RW 09 yang terletak di Desa Tamansari mewakili Kecamatan Setu dalam ajang...

    Bekasi, desapedia.id – Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencanangkan program minum tablet penambah darah atau tablet Fe.

    Program ini dilakukan dengan kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri di Kecamatan Setu, Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Setu II Tahun 2019, di SMP Negeri 3 Setu, Kamis (29/8/2019).

    Kegiatan sosialisasi dihadiri Kepala UPTD Puskesmas Setu II, Isniyati Machmud, SKM., serta jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Setu yaitu Camat Setu Surya Wijaya, Danramil Setu Kapten Sudiro, serta Wakapolsek Setu Iptu H. Yamin. Selain itu, sosialisasi ini diikuti sekitar 186 siswi SMP Negeri 3 Setu.

    Kepala UPTD Puskesmas Setu II, Isniyati Machmud, SKM., dalam sambutannya mengatakan, sasaran pemberian TTD yaitu remaja putri di usia 12-19 tahun, dimana remaja tersebut masih duduk di bangku SMP dan SMA. “Untuk sasaran kami di wilayah UPTD Puskesmas Setu II sebanyak 1.397 siswi remaja putri di luar pondok pesantren,” terang Isniyati.

    Sebagai informasi, wilayah kerja UPTD Puskesmas Setu II diantaranya Desa Taman Rahayu, Taman Sari, Ragemanunggal, Muktijaya, Kertarahayu, dan Cikarageman.

    “Sering dijumpai di kalangan remaja putri menderita penyakit anemia atau kekurangan darah. Untuk wilayah Jawa Barat, meski kasusnya masih dibilang sedang yakni sekitar 30 persen kejadian prevalensi anemia pada remaja putri, namun perlu segera diantisipasi agar masalah tidak membesar,” papar Isniyati.

    Terkait itu, lanjutnya, remaja putri akan diberi TTD seminggu sekali sebanyak satu tablet selama 52 minggu atau setahun ke depan secara gratis.

    Isniyati menjelaskan, anemia mempunyai gejala lemah letih, lesu, yang menyebabkan remaja putri sulit berkonsentrasi. Selain itu, daya tahan tubuh menurun hingga rentan terhadap suatu penyakit infeksi. Dengan demikian mengakibatkan prestasi belajar menurun dan kualitas SDM di masa mendatang kurang bagus.

    “Suatu saat remaja putri akan menjadi seorang ibu dan untuk mengintervensi ibu hamil tidak dalam waktu singkat. Sehingga sebelum menuju proses kehamilan, remaja putri telah dipersiapkan terlebih dahulu supaya kondisi fisiknya baik dan tidak menderita anemia,” katanya.

    lebih lanjut, dia mengatakan, anemia pada remaja putri juga masuk dalam rangkaian intervensi pada masalah stunting atau gagal tumbuh, dimana stunting jadi isu masalah kesehatan di Indonesia yang diakibatkan kurang gizi kronis dalam siklus kehidupan.

    Dalam kesempatan itu, Camat Setu, Surya Wijaya memberikan pertanyaan kepada siswi-siswi SMP Negeri 3 Setu yang begitu antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. “Ada tidak yang bisa menjawab, kenapa hanya siswi saja yang diberi pil TTD?” Tanya Surya.

    Lalu dengan penuh semangat, seorang siswi bernama Dea menjawab, “Karena setiap bulan siswi mengalami menstruasi.”

    Jawaban Dea itu dibenarkan oleh Surya. “Jawabannya tepat. Jadi harus diminum pil TTD-nya,” katanya.

    Dia juga berpesan kepada seluruh siswi agar tidak menyia-nyiakan program pemerintah tersebut. “Pemerintah itu sudah memikirkan dan mengurus kesehatan rakyatnya sejak masa kandungan,” ujar Surya.

    Sementara itu, Danramil Setu Kapten Sudiro, mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para siswi. “Makanya nanti kalau sudah di kasih tablet (TTD) jangan disia-siakan, harus diminum seminggu sekali,” ujarnya.

    Adapun Wakapolsek Setu Iptu H. Yamin menambahkan, meski  sudah mengonsumsi TTD, para siswi juga harus bisa menjaga kebersihan diri dan pola makan yang teratur. (Nur Pulo)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,901,490
    Kasus Positif
    Updated on 12 June 2021 - 18:44 WIB 18:44 WIB

    Indeks Berita

    DPC LSM Penjara Indonesia Dukung Pelantikan Akhmad Marjuki Jadi...

    Bekasi, desapedia.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Penjara Indonesia) Kabupaten...

    Luar Biasa, Angka Kasus Covid-19 di Kecamatan Benda Terendah...

    Tangerang, desapedia.id - Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Provinsi Banten mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Data terbaru Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kota Tangerang, menyebutkan, Kecamatan...

    Hasil Swab di Posko Polsek Benda Reaktif Covid-19, ART...

    Tangerang, desapedia.id - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial EJ (55) yang bekerja di Perumahan Duta Garden kedapatan reaktif Covid-19 saat menjalani tes antigen...

    Rumahnya Dipasangi Stiker, Warga yang Baru Pulang dari Mudik...

    Tangerang, desapedia.id - Warga Kecamatan Benda yang baru pulang dari mudik pada libur Lebaran mendapati rumahnya terpasang stiker yang menandakan bahwa mereka dalam pengawasan Satgas...

    Kapolres Tangerang Kota Ajak Jajarannya Lebih Maksimal dalam Menghadapi...

    Tangerang, desapedia.id - Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Deonijiu de Fatima SIK SH memberikan arahan dan bimbingan kepada seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas agar lebih...

    Berita Terkait