Desapedia

Tablet Tambah Darah untuk Siswi di Kecamatan Setu Disosialisasikan

Sosialisasi dan Pencanangan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri di Kecamatan Setu, Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Setu II Tahun 2019. (desapedia.id)

Bekasi, desapedia.id – Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencanangkan program minum tablet penambah darah atau tablet Fe.

Program ini dilakukan dengan kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri di Kecamatan Setu, Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Setu II Tahun 2019, di SMP Negeri 3 Setu, Kamis (29/8/2019).

Kegiatan sosialisasi dihadiri Kepala UPTD Puskesmas Setu II, Isniyati Machmud, SKM., serta jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Setu yaitu Camat Setu Surya Wijaya, Danramil Setu Kapten Sudiro, serta Wakapolsek Setu Iptu H. Yamin. Selain itu, sosialisasi ini diikuti sekitar 186 siswi SMP Negeri 3 Setu.

Kepala UPTD Puskesmas Setu II, Isniyati Machmud, SKM., dalam sambutannya mengatakan, sasaran pemberian TTD yaitu remaja putri di usia 12-19 tahun, dimana remaja tersebut masih duduk di bangku SMP dan SMA. “Untuk sasaran kami di wilayah UPTD Puskesmas Setu II sebanyak 1.397 siswi remaja putri di luar pondok pesantren,” terang Isniyati.

Sebagai informasi, wilayah kerja UPTD Puskesmas Setu II diantaranya Desa Taman Rahayu, Taman Sari, Ragemanunggal, Muktijaya, Kertarahayu, dan Cikarageman.

“Sering dijumpai di kalangan remaja putri menderita penyakit anemia atau kekurangan darah. Untuk wilayah Jawa Barat, meski kasusnya masih dibilang sedang yakni sekitar 30 persen kejadian prevalensi anemia pada remaja putri, namun perlu segera diantisipasi agar masalah tidak membesar,” papar Isniyati.

Terkait itu, lanjutnya, remaja putri akan diberi TTD seminggu sekali sebanyak satu tablet selama 52 minggu atau setahun ke depan secara gratis.

Isniyati menjelaskan, anemia mempunyai gejala lemah letih, lesu, yang menyebabkan remaja putri sulit berkonsentrasi. Selain itu, daya tahan tubuh menurun hingga rentan terhadap suatu penyakit infeksi. Dengan demikian mengakibatkan prestasi belajar menurun dan kualitas SDM di masa mendatang kurang bagus.

“Suatu saat remaja putri akan menjadi seorang ibu dan untuk mengintervensi ibu hamil tidak dalam waktu singkat. Sehingga sebelum menuju proses kehamilan, remaja putri telah dipersiapkan terlebih dahulu supaya kondisi fisiknya baik dan tidak menderita anemia,” katanya.

lebih lanjut, dia mengatakan, anemia pada remaja putri juga masuk dalam rangkaian intervensi pada masalah stunting atau gagal tumbuh, dimana stunting jadi isu masalah kesehatan di Indonesia yang diakibatkan kurang gizi kronis dalam siklus kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Camat Setu, Surya Wijaya memberikan pertanyaan kepada siswi-siswi SMP Negeri 3 Setu yang begitu antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. “Ada tidak yang bisa menjawab, kenapa hanya siswi saja yang diberi pil TTD?” Tanya Surya.

Lalu dengan penuh semangat, seorang siswi bernama Dea menjawab, “Karena setiap bulan siswi mengalami menstruasi.”

Jawaban Dea itu dibenarkan oleh Surya. “Jawabannya tepat. Jadi harus diminum pil TTD-nya,” katanya.

Dia juga berpesan kepada seluruh siswi agar tidak menyia-nyiakan program pemerintah tersebut. “Pemerintah itu sudah memikirkan dan mengurus kesehatan rakyatnya sejak masa kandungan,” ujar Surya.

Sementara itu, Danramil Setu Kapten Sudiro, mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para siswi. “Makanya nanti kalau sudah di kasih tablet (TTD) jangan disia-siakan, harus diminum seminggu sekali,” ujarnya.

Adapun Wakapolsek Setu Iptu H. Yamin menambahkan, meskiĀ  sudah mengonsumsi TTD, para siswi juga harus bisa menjaga kebersihan diri dan pola makan yang teratur. (Nur Pulo)

Redaksi Desapedia