25.2 C
Jakarta
Senin, 6 Desember 2021
BerandaDesaSistem Digital Akan Percepat Pengembangan Pariwisata di Perdesaan

Sistem Digital Akan Percepat Pengembangan Pariwisata di Perdesaan

Rekomendasi

Lainnya

    NTB, desapedia.id – Potensi desa-desa di daerah tertinggal cukup besar, baik pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, termasuk pada sektor pariwisata.

    Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, dalam Workshop Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lombok, NTB, seperti dipublikasikan Kemendes PDTT,  Jum’at (17/5/2019)

    Berdasarkan data Potensi Desa 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 3.576 objek wisata di Daerah Tertinggal atau sekitar 19,35 persen dari total objek wisata perdesaan di Indonesia.

    “Destinasi-destinasi yang terdiri dari destinasi alam, budaya, minat khusus, dan buatan ini siap berpotensi besar untuk dikembangkan,” kata Samsul.

    Samsul menjelaskan bahwa upaya percepatan pembangunan pariwisata di daerah tertinggal perlu dilakukan secara inovatif. Saat ini perkembangan digital di Indonesia menjadi salah satu yang tercepat dan berangsur-angsur masuk dalam semua lini kehidupan. Apalagi, penetrasi digital di Indonesia juga telah memasuki wilayah perdesaan, termasuk yang berstatus daerah tertinggal.

    “Tahun 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan bahwa seluruh desa di pelosok Indonesia sudah akan menikmati jaringan internet. Hal ini perlu dimanfaatkan termasuk dalam pengembangan pariwisata di daerah tertinggal,” katanya.

    Lebih lanjut, Samsul mengatakan bahwa platform digital pada sektor pariwisata dapat dimanfaatkan untuk promosi destinasi pariwisata di daerah tertinggal dengan cakupan yang lebih luas, sehingga dapat menjangkau wisatawan global yang terus meningkat.

    “Dengan berkolaborasi bersama para pegiat startup pariwisata, promosi pariwisata di daerah tertinggal dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien,” katanya.

    Terkait daerah Lombok, Samsul menyampaikan bahwa Lombok menjadi salah satu lokasi pilot project pengembangan pariwisata secara digital. Oleh karena itu, Dirjen PDT Kemendes Berkolaborasi dengan Caventer Indonesia dan GOERS secara bertahap melakukan pengembangan pada destinasi pariwisata di Lombok. GOERS dan Caventer Indonesia akan membantu dengan membuatkan paket pariwisata Lombok yang akan dipasarkan secara digital serta membangun cashless payment system pada setiap destinasi.

    “Penerapan paket pariwisata secara digital diharapkan dapat menarik sebanyak mungkin wisatawan ke destinasi-destinasi terkait. Sedangkan penerapan cashless payment system diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan destinasi menjadi lebih baik kedepannya, terutama pada manajemen keuangan ataupun data mining yang selama ini menjadi kelemahan pada sebagian besar destinasi di Lombok dan Daerah Tertinggal lainnya,” katanya. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    4,257,685
    Kasus Positif
    Updated on 6 December 2021 - 05:57 WIB 05:57 WIB

    Indeks Berita

    PT Fajar Surya Wisesa Dapat Piala Industri Hijau

    Jakarta, desapedia.id — PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper) menjadi salah satu dari 88 perusahaan yang menerima penghargaan...

    Berita Terkait