Desapedia

Sindawa Tarang Canangkan Gernas Padamkan Api dan Desa Bebas asap

Pelantikan Ketua dan Pengurus DPC Apdesi Kabupaten Karimun. (Dok. Apdesi)

Karimun, desapedia.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi), Dr. H. Sindawa Tarang, SH.MM.MH mendeklarasikan pencanangan “Gerakan Nasional padamkan api dan Desa Bebas dari Pembakaran Hutan, Kebun dan Lahan”.

Hal tersebut dilakukan Sindawa Tarang usai pelantikan Ketua dan Pengurus DPC Apdesi Kabupaten Karimun, di Gedung Proklamasi Karimun, Rabu (25/9/2019) siang.

Bung ST panggilan akrab Sindawa Tarang mengatakan seluruh kepala desa bersama jajarannya harus bersinergi dengan Babinsa, Babinkantibmas dan aparat lainnya serta melibatkan seluruh potensi yg ada untuk mencegah terjadinya kebakaran di daerahnya masing-masing. “Termasuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila ada oknum yg melakukan pembakaran hutan,” kata Bung ST.

Dalam kesempatan itu, Bung ST memberikan penyematan Pin Apdesi kepada PLT Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos.MM dan Bupati Dr. Aunur Rafiq, M.Si H. bersama pimpinan OPD Provinsi Kepri.

Sementara itu, Plt. Gubernur Kepri Isdianto memberikan bantuan 15 ribu masker untuk 42 desa se-Kabupaten Karimun.

Dalam sambutannya, Isdianto mengatakan, kades bersama jajarannya harus pro aktif mengawasi situasi dan kondisi di daerahnya masing-masing termasuk masalah kebakaran hutan. “Ambil langkah cepat segera padamkan apinya,” tegasnya.

Adapun Aunur Rafik berharap agar Ketua dan Pengurus DPC Apdesi yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh tanggungjawab dalam mengemban amanah sebaik-baiknya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Ketua Umum DPP Apdesi, Bapak Sindawa Tarang, Ketua DPD Apdesi Kepri yang dapat memberikan arahan kepada kepala desa yang baru saja di lantik serta penyematkan pin Apdesi kepada saya (Bupati Karimun). Pakai Pin Apdesi ini bukan sembarang pakai, ini punya tugas baru memberikan perhatian kepada desa,” papar Aunur Rafik. (Red)

Redaksi Desapedia

Tambahkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.