29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Desa Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi: Kualitas Petani di Desa...

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi: Kualitas Petani di Desa Perlu Ditingkatkan

Rekomendasi

Lainnya

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Di Webinar Nasional Unhan, Prof Djo Usulkan Pilkada Melalui Pemilihan oleh DPRD Selama Masa Pandemi

    Jakarta, desapedia.id – Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di 270 wilayah kabupaten/kota dan propinsi tahun ini berada...

    Wakapolri: Penanganan Korupsi Dana Desa Diupayakan Langkah Pencegahan Sejak Awal

    Jakarta, desapedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan beberapa kebijakan dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. Salah...

    Jakarta, desapedia.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengakui, kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa masih tergolong rendah hingga pengolahan hasil pertanian kurang maksimal.

    Menurut Anwar Sanusi, mayoritas petani di perdesaan masih menggunakan sistem yang serba tradisional.

    Sehingga, perlu diberikan akses pendidikan dan edukasi untuk meningkatkan kualitas petani di perdesaan.

    “Kami melihat terkait dengan pertanian, hampir semua itu ditularkan secara tradisional, secara turun menurun dari generasi ke generasi mengajarkan bagaimana itu bertani,” kata Anwar Sanusi saat Kuliah Online Akademi Desa 4.0, Jumat (28/8/2020).

    Anwar Sanusi berujar, untuk meningkatkan kualitas SDM petani di perdesaan diperlukan akses pendidikan dan edukasi. Selama ini, petani menjual hasil panennya tanpa melalui proses produksi yang panjang.

    “Contohnya begini, kalau padi hanya setelah panen, dikeringkan lalu dijual. Artinya dijual dalam kondisi basah dijual,” imbuh Anwar Sanusi.

    Padahal, kata dia, seandainya petani di perdesaan tersebut diberikan edukasi maka bisa menjual hasil panennya setelah melalu proses yang panjang.

    Misalnya dijual dalam bentuk beras atau juga bisa dijual dalam bentuk tepung yang harganya jauh lebih mahal. Dengan demikian, juga dapat menyerap tenaga kerja di perdesaan.

    “Disitu beras pun bisa dijual dengan tingkatan yang berbeda-beda sesuai dengan kualitas, kalau kita ajarkan,” kata Anwar Sanusi yang saat ini menjabat Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan.(Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Raker dengan Komite I DPD RI, Mendes Abdul Halim...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi...

    Wakapolri: Penanganan Korupsi Dana Desa Diupayakan Langkah Pencegahan Sejak...

    Jakarta, desapedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan beberapa kebijakan dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. Salah satunya adalah penanganan korupsi Dana...

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri yang digelar pada Rabu (2/9)...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Berita Terkait