Beranda Nasional Rancangan PP BUMDes Turunan UU Ciptaker Sudah 100 Persen

Rancangan PP BUMDes Turunan UU Ciptaker Sudah 100 Persen

Rekomendasi

Lainnya

    Wamen Budi Arie Gelorakan Kepemimpinan Perempuan dalam Pembangunan Desa

    Karawang, desapedia.id – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) , Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan...

    Pemerintah Membangun Sambil Merusak Desa

    Jakarta, desapedia.id – Dengan mengacu pada UUD 1945 pasal 18B ayat 2 sebagai landasan konstitusionalnya, UU nomor 6 tahun...

    SOKSI Luncurkan Program Nasional Beasiswa 1000 Sarjana

    Jakarta, desapedia.id – Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia setiap orang dan bangsa yang amat penting untuk masa depan...

    Lumajang, desapedia.id – Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Jumat (13/11) lalu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menjelaskan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang merupakan turunan dari UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja  yang sedang disusun oleh Kemendes PDTT sudah mencapai 100 persen, tinggal dibahas di lintas kementerian dan nanti akan ada penyelarasan di Kementerian Hukum dan HAM.

    PP tersebut, lanjutnya, akan mempertegas bahwa BUMDes adalah Badan Hukum.

    “Intinya BUMDes adalah badan hukum. Jadi kalau dulu BUMDes adalah badan usaha, masih dipertanyakan kedudukannya sebagai badan hukum, sekarang jelas BUMDes adalah badan hukum,” tegasnya.

    Politisi PKB ini menegaskan kembali bahwa sekarang BUMDes adalah entitas baru yang kedudukannya setara dengan PT, koperasi, dan perkumpulan atau organisasi. Namun, ia mengatakan, BUMDes memiliki eksklusifitas atau kekhususan.

    Pertama, BUMDes dikelola dengan cara kekeluargaan dan gotong royong. Yang kedua, BUMDes ada dua model. Model yang pertama, BUMdes yang didirikan oleh satu desa. Model yang kedua, BUMDes Bersama (BUMDesMa), yang didirikan lebih dari satu desa.

    “Satu desa  hanya boleh memiliki satu BUMDes, tidak boleh satu desa mendirikan lebih dari satu BUMDes. Dengan demikian, maka jumlah BUMDes di Indonesia sebanyak-banyaknya setara dengan jumlah desa di Indonesia,” ujarnya.

    Terkait BUMDesMa, Mendes Abdul Halim mengatakan, bisa didirikan sebanyak-banyaknya.

    “Kenapa? Karena ngomong gerakan ekonomi desa itu kan skalanya kecil, tentu akan sangat maksimal kalau skalanya besar. Nah kalau skalanya besar itu pasti lintas desa, pasti kerja sama antar desa,” sambungnya.

    Menurutnya, kerja sama antar desa termasuk di dalamnya untuk mendirikan BUMDesMa tidak dibatasi oleh zonasi. Dengan catatan, antar desa tersebut saling menguntungkan.

    “Desa di Lumajang bisa saja bekerja sama dengan desa di Sulawesi boleh, sangat boleh. Bangun kerja sama dengan desa di Sumatera boleh, yang penting saling menguntungkan,” ungkapnya.

    Pemerintah berharap dengan adanya BUMDesMa ini dapat memotong mata rantai berkepanjangan yang  menyebabkan harga menjadi mahal.

    “Jadi komoditas unggulan di sana di bawa ke sini, komoditas unggulan di sini di bawa ke sana tanpa mata rantai pasokan yang panjang akhirnya harganya jadi murah. Karena tidak banyak mata rantai, itulah yang saya maksud pendirian BUMDesMa atau kerja sama antar desa tidak dibatasi oleh zonasi. Yang penting sesama Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Tutup Menteri Desa. (Red)

    Belangganan Newsletter

    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    506,302
    Kasus Positif
    Updated on 24 November 2020 - 20:02 WIB 20:02 WIB

    Indeks Berita

    Wamen Budi Arie Gelorakan Kepemimpinan Perempuan dalam Pembangunan Desa

    Karawang, desapedia.id – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) , Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan...

    Ini Perkembangan Penggunaan Dana Desa Per 10 November 2020

    Jakarta, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dalam siaran persnya Rabu (11/11) di Jakarta, menjelaskan tentang...

    Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah:...

    Jakarta, desapedia.id – Ketua BPK  Agung Firmansyah Sampurna saat membacakan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) I Tahun 2020 serta penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Periode...

    Bakti Kominfo Ungkap Kendala Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga dalam Program...

    Jakarta, desapedia.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo) mengungkap berbagai kendala yang dihadapinya selama ini terkait koordinasi lintas...

    Kunjungi BUMDes Kuta di Lombok Tengah yang Kelola Homestay,...

    Praya, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meninjau Homestay yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putri...

    Berita Terkait