28.5 C
Jakarta
Sabtu, 11 Juli 2020
Beranda Daerah Program Padat Karya Tunai Diharapkan Tak Ganggu Kultur Masyarakat...

Program Padat Karya Tunai Diharapkan Tak Ganggu Kultur Masyarakat Desa

Rekomendasi

Lainnya

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Satgas Dana Desa Tegaskan Dana Desa Bukan Milik Kades, tapi Milik Masyarakat

    Jakarta, desapedia.id - Pemerintah desa sejak tahun 2015 lalu telah mengelola anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja...

    UU Nomor 2 tahun 2020 Menghilangkan Kewenangan Lokal Berskala Desa

    Jakarta, desapedia.id – Mantan Wakil Ketua DPD RI yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk pembentukan...

    Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal usul dan adat istiadat yang diakui dalam pemerintahan nasional, dan berada di daerah Kabupaten.

    Desa identik dengan budaya berupa wujud kepedulian, gotong royong dan kekeluargaan yang begitu tinggi antar sesamanya.

    Tapi, hadirnya kebijakan pemerintah yaitu program padat karya tunai yang bersumber dari dana desa dianggap dapat mengancam keberlanjutan budaya masyarakat desa.

    Hal itu yang dikhawatirkan Bambang Utoro, Ketua Paguyuban Kepala Desa seluruh Kabupaten Kendal, Bahurekso.

    “Saya berharap program padat karya tunai ini tidak menganggu kultur masyarakat desa yang selama ini sudah terbangun, yaitu gerakan gotong royong tanpa pamrih,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

    Dia menambahkan, memang perlu ada program pemerintah yang khusus untuk orang orang desa yang rentan secara ekonomi. Tapi bukan dengan iming-iming duit semata.

    “Program pemerintah harusnya mengedepankan pemberdayaan masyarakat desa dan gotong royong,” harap Bambang.

    Kendati begitu, dia mengakui, pemerintah pusat sesungguhnya mempunyai maksud baik dengan meluncurkan program padat karya. Dengan program ini, sepertiga dana desa dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masing-masing desa.

    “Saya mengapresiasi program ini, dan kami semua kepala desa di Kabupaten Kendal komit akan menjalankannya,” ungkap Bambang.

    (kont)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    72,347
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    UU Nomor 2 tahun 2020 Menghilangkan Kewenangan Lokal Berskala...

    Jakarta, desapedia.id – Mantan Wakil Ketua DPD RI yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk pembentukan...

    DPD RI dan IPB University Gelar FGD Bahas RUU...

    Bogor, desapedia.id – Panitia Perancang Undang–Undang (PPUU) DPD RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Uji Sahih Rancangan Undang-undang Badan Usaha Milik Desa...

    Dukung Kebijakan Pemerintah, Papdesi Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan...

    Jakarta, DESAPEDIA.ID - Perdebatan dan polemik dana desa yang bersumber dari APBN masih saja terus bergulir seiring dengan terbitnya pasal 28 angka 8 di...

    Hindari Antrian dan Kerumunan, Bupati Landak Salurkan BLT Dana...

    Landak, desapedia.id - Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara langsung menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada masyarakat Desa Hilir Kantor, Kecamatan...

    Ingin Regulasi Dorong Kemandirian Desa, Mendes PDTT: Masukan dari...

    Yogyakarta, desapedia.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar sambangi Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (27/6/2020). Menteri Desa menghadiri penandatanganan kesepahaman bersama...

    Berita Terkait