29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Daerah Program Padat Karya Tunai Diharapkan Tak Ganggu Kultur Masyarakat...

Program Padat Karya Tunai Diharapkan Tak Ganggu Kultur Masyarakat Desa

Rekomendasi

Lainnya

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Rawan Politik Uang, Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Pilkades

    Palangkaraya, desapedia.id – Program keuangan desa menjadi yang terbaik diantara 6 rencana aksi strategis nasional pencegahan korupsi. Bukan hanya itu...

    Ini Penjelasan Kemendes PDTT Soal Gerakan Setengah Miliar Masker Desa

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merilis Surat Menteri Desa Pembangunan Daerah...

    Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal usul dan adat istiadat yang diakui dalam pemerintahan nasional, dan berada di daerah Kabupaten.

    Desa identik dengan budaya berupa wujud kepedulian, gotong royong dan kekeluargaan yang begitu tinggi antar sesamanya.

    Tapi, hadirnya kebijakan pemerintah yaitu program padat karya tunai yang bersumber dari dana desa dianggap dapat mengancam keberlanjutan budaya masyarakat desa.

    Hal itu yang dikhawatirkan Bambang Utoro, Ketua Paguyuban Kepala Desa seluruh Kabupaten Kendal, Bahurekso.

    “Saya berharap program padat karya tunai ini tidak menganggu kultur masyarakat desa yang selama ini sudah terbangun, yaitu gerakan gotong royong tanpa pamrih,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

    Dia menambahkan, memang perlu ada program pemerintah yang khusus untuk orang orang desa yang rentan secara ekonomi. Tapi bukan dengan iming-iming duit semata.

    “Program pemerintah harusnya mengedepankan pemberdayaan masyarakat desa dan gotong royong,” harap Bambang.

    Kendati begitu, dia mengakui, pemerintah pusat sesungguhnya mempunyai maksud baik dengan meluncurkan program padat karya. Dengan program ini, sepertiga dana desa dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di masing-masing desa.

    “Saya mengapresiasi program ini, dan kami semua kepala desa di Kabupaten Kendal komit akan menjalankannya,” ungkap Bambang.

    (kont)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Berbekal Laporan dari Inspektorat Daerah, Polri dan Kejaksaan Tangkap...

    Jakarta, desapedia.id – Korupsi Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) masih saja terus terjadi...

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri yang digelar pada Rabu (2/9)...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Transparansi Pemdes dan Partisipasi Warga Desa Menjadi Tolak Ukur

    Jakarta, desapedia.id – Pada medio Agustus 2020 lalu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pernah menuturkan di desapedia.id...

    Puskesmas Setu I Tes Swab 230 Orang dengan Risiko...

    Bekasi, desapedia.id - UPT Puskesmas Setu I melakukan tes swab terhadap 230 orang yang rentan terpapar virus Corona atau Covid-19. Pemeriksaan diprioritaskan terhadap warga...

    Berita Terkait