30 C
Jakarta
Selasa, 11 Agustus 2020
Beranda Daerah Program Padat Karya Tunai, Bikin Kades Rubah APBDes

Program Padat Karya Tunai, Bikin Kades Rubah APBDes

Rekomendasi

Lainnya

    Mendagri Tito Karnavian Keluarkan Surat Penundaan Pilkades Serentak

    Jakarta, desapedia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Surat Perihal Penundaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

    Ini Penjelasan Kemendes PDTT Soal Gerakan Setengah Miliar Masker Desa

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merilis Surat Menteri Desa Pembangunan Daerah...

    Awal Agustus, Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 12,97 Triliun

    Jakarta, desapedia.id – Terhitung sejak tanggal 2 Agustus tahun 2020, total Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang telah...

    Kepala desa beserta perangkatnya sepertinya harus sibuk merubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2018. Sebab, pemerintah pusat telah menetapkan bahwa tahun ini program padat karya tunai yang sumber pembiayaannya dari dana desa harus berjalan.

    Padahal, menurut Bambang Utoro, Ketua Paguyuban Kepala Desa seluruh Kabupaten Kendal, Bahurekso, APBDes tahun 2018 sudah tersusun sejak akhir 2017 lalu tanpa memasukkan program padat karya tunai tersebut.

    Bambang juga menyayangkan jika program padat karya tunai muncul ketika anggaran sudah harus berjalan.

    “Ini yang kami sesalkan. Mestinya program ini harus terencana dengan baik,” keluh Bambang, belum lama ini.

    Meski begitu, di mengatakan, APBDes di seluruh desa di Kabupaten Kendal telah diubah untuk menyesuaikan dengan program padat karya tunai.

    “Program padat karya tunai ini tetap akan kami laksanakan,” tegasnya.

    Dia menambahkan, selain mengubah APBDes, desa-desa di Kabupaten Kendal tidak menemukan kendala di lapangan dalam menjalankan program padat karya tunai.

    Hanya saja, sampai saat ini semua desa di Kendal belum ada yang menerima dana desa yang bersumber dari APBN. “Jadi program padat karya tunai untuk di Kendal belum berjalan,” ujarnya.

    Bambang mengusulkan program padat karya tunai pada tahun berikutnya tidak dijadikan satu dengan dana desa.

    “Mestinya jadi program tersendiri, sehingga memudahkan pemerintah desa dalam mengelolanya, dan menjadi jelas juga bagi masyarakat desa,” harap Bambang.

    (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    125,396
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Kemendagri Siap Edarkan 74 Ribu Buku Saku Desa Tangguh...

    Jakarta, desapedia.id - Para akademisi Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi menghasilkan sebuah buku berjudul “Buku Saku Desa Tangguh Bencana Lawan...

    Mendes PDTT dan Mendagri Siap Dukung PKK Sosialisasi Penggunaan...

    Jakarta, desapedia.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menerima kunjungan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Ketua...

    Awal Agustus, Penyaluran BLT Dana Desa Capai Rp 12,97...

    Jakarta, desapedia.id – Terhitung sejak tanggal 2 Agustus tahun 2020, total Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang telah tersalur kepada Keluarga Penerima Manfaat...

    Mendes PDTT Prediksi Padat Karya Tunai Desa Serap 5,2...

    Jakarta, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengungkap masih terdapat Rp 36,4 Triliun dari Rp 71,2 Triliun anggaran...

    Melihat Lebih Dekat Peran SDGs Centre di Unila, UniB...

    Jakarta, desapedia.id – Keterlibatan Perguruan Tinggi dalam mengatasi masalah yang ada di masyarakat telah diamanatkan oleh dharma ketiga Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada...

    Berita Terkait