33.5 C
Jakarta
Sabtu, 12 Juni 2021
Beranda Desa Prof Irfan Ridwan Maksum: Open Data Keuangan Desa Mendorong...

Prof Irfan Ridwan Maksum: Open Data Keuangan Desa Mendorong Partisipasi dan Transparansi 

Rekomendasi

Lainnya

    Masa Jabatan Kades Dikembalikan 8–10 Tahun Tanpa Batasan Periodisasi, Ini Usulan Lengkap Papdesi Soal Revisi UU Desa

    Jakarta, desapedia.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa seluruh Indonesia (DPP Papdesi), Hj. Wargiyati memberikan...

    10 Salah Kaprah Pelaksanaan UU Desa Menurut Dr Sutoro Eko Yunanto

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Pakar Desa dengan Agenda Penyempurnaan...

    Jalan-jalan Dapat Hadiah? Yuk, Ikutan Lomba Foto Desa Wisata

    Jakarta, desapedia.id - alan-jalan alias piknik terus dapat hadiah? Pasti mau, dong! Nah, ikuti lomba foto desa wisata yang...

    Jakarta, desapedia.id – Guru besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) yang juga pakar pemerintahan daerah, Prof. Dr. Irfan Ridwam Maksum mengemukakan beberapa pemikirannya dalam Kuliah Umum yang mengangkat tema “Manajemen Dana Desa Antara Pemanfaatan, Transparansi dan Partisipasi Pembangunan: Open Government Menuju Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan: Berbagi Pengalaman dari Kabupaten Wonosobo”, di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, belum lama ini.

    Menurutnya, dalam era manajemen kinerja organisasi publik saat ini, open data keuangan desa dapat mendorong terciptanya prinsip good governance, terutama dimulai dari partisipasi dan transparansi.

    “Yang perlu diperhatikan adalah aspek inter-operability, sinkronisasi dengan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa), dan diupayakan terpadu dengan Manajemen Kinerja,” ujarnya.

    Prof. Irfan juga memaparkan, yang terpenting adalah open data keuangan di Wonosobo sejalan dengan Siskeudes yang dikembangkan Kemendagri-BPKP.

    “Otonomi desa berada dalam lingkup NKRI, sehingga open data keuangan desa yang merupakan inisiatif dari bawah di Kabupaten Wonosobo ini dapat dibuat conform dengan kebijakan nasional terkait keuangan desa,” ujarnya.

    Prof. Irfan menambahkan, kompleksitas sistem administrasi dan organisasi NKRI terlihat bertambah dengan adanya pemerintahan desa. Persoalan yang dihadapipun tidak sedikit.

    Namun demikian, lanjut Prof. Irfan, peran dari adanya desa-desa di Indonesia dalam meringankan berbagai persoalan bangsa juga tergolong besar. “Dalam kancah NKRI, kini telah ditetapkan UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa yang memberi spirit dan landasan hukum tata kelola desa di Indonesia kini dan ke depan,” ucap Prof. Irfan. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,901,490
    Kasus Positif
    Updated on 12 June 2021 - 17:43 WIB 17:43 WIB

    Indeks Berita

    Banyak Perangkat Desa Diberhentikan Semena–Mena oleh Kades, DPN PPDI...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual...

    Tanggapi Komite I DPD RI, Kades Panggungharjo: Semangat Merevisi...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar secara virtual Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran pengurus nasional asosiasi...

    Pemdes Cikarageman Dibantu Babinsa Bergotong Royong Bangun Kantor BPD

    Bekasi, desapedia.id - Pemerintah Desa Cikarageman dibantu Babinsa Koramil 06/Setu bergotong royong membangun kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikarageman, di Desa Cikarageman, Kecamatan Setu,...

    BUMDes di Klaten Ini Sukses Bekerjasama dengan Kalangan Industri

    Klaten, desapedia.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah cukup menyita perhatian publik lantaran...

    Cegah Penyebaran DBD, Warga Perum GMM di Desa Lubangbuaya...

    Bekasi, desapedia.id - Warga di Perum Graha Mustika Media (GMM), Desa Lubangbuaya, Kecamatan Setu, bergotong royong membersihkan selokan dan melakukan fogging atau pengasapan, Sabtu...

    Berita Terkait