Desapedia

Peringatan Maulid Nabi Sebagai Sarana Menyatukan Warga Desa Ragemanunggal

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di Kantor Desa Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (desapedia.id)

Bekasi, desapedia.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di Kantor Desa Ragemanunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/12/2018), diikuti dengan antusias oleh masyarakat setempat.

Mereka sejak pagi hari sudah berduyun-duyun datang ke Kantor Desa Ragemanunggal. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ragemanunggal, Sukarma Wijaya.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi ini menjadi ajang untuk menjalin silaturahmi antar sesama warga desa. “Menjaga kekompakan, kebersamaan, dan persaudaraan,” ujar Sukarma kepada desapedia.id.

Ketua BPD Ragemanunggal, Sukarma Wijaya (kanan)

Di samping itu, lanjut Sukarma, Maulid Nabi juga menjadi sarana menyatukan warga Desa Ragemanunggal yang belum lama ini melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades).

“Masyarakat harus dapat bersatu padu dan bekerjasama dalam rangka membangun desa. Hilangkan perbedaan dalam memilih dan keberpihakan saat Pilkades yang lalu,” kata Sukarma.

Sementara itu, Kepala Desa Ragemanunggal, Endi juga merasa bangga dengan begitu antusiasnya warga yang datang mengikuti peringatan Maulid Nabi.

“Kekompakan dalam Maulid Nabi ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih bersinergi untuk membangun Desa Ragemanunggal,” papar Endi.

Dia juga menyampaikan bahwa Maulid Nabi bagi umat Islam adalah momentum yang hanya satu tahun sekali terjadi untuk mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kades Ragemanunggal, Endi

“Dengan Maulid Nabi mengingatkan kita untuk senantiasa mengikuti ajaran dan teladan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai tuntutan maupun panutan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Di sisi lain, Endi juga meminta doa kepada masyarakat agar dirinya dapat melaksanakan pemerintahan desa dengan baik.

Sementara itu, Camat Setu Surya Wijaya dalam sambutannya menyampaikan agar masyarakat mendukung semua program yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Menurut Surya, masyarakat memiliki hak dan kewajiban. Soal haknya, masyarakat dapat hidup sehat dengan memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat). Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga sudah menggratiskan pendidikan sekolah di bangku SD dan SMP. Ada juga program Rutilahu (rumah tidak layak huni) dan pembangunan infrastruktur jalan desa.

“Sedangkan kewajibannya yaitu masyarakat harus membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Sehingga program pemerintah untuk memenuhi target PBB dapat tercapai,” kata Surya. (Rosman & Nur Pulo)

Camat Setu, Surya Wijaya

Redaksi Desapedia