30.4 C
Jakarta
Rabu, 28 Juli 2021
Beranda Opini Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Online

Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Online

Rahayu Afista Hardianti
Rahayu Afista Hardiantihttps://www.desapedia.id/
Mahasiwa Sekolah Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) Jakarta, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia

Rekomendasi

Lainnya

    UU Desa: Lima Perubahan Pokok dan Tantangan Pelaksanaan ke Depan

    Undang-Undang tentang Desa adalah undang-undang pertama pasca-pencabutan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa yang diamanatkan oleh reformasi. Sebelumnya,...

    Negara yang Mengubah, Merusak, dan Menindas Desa

    "Kami harus menghancurkan desa dengan tujuan untuk menyelamatkannya,” demikian ungkap tentara Amerika ketika melakukan serangan terhadap desa-desa di Vietnam...

    Menyiapkan Desa Peduli Touberkulosis

    Melihat pertumbuhan kasus TB di Indonesia, wajar jika presiden Joko Widodo menjadikan penanggulangan TB menjadi prioritas. Presiden Joko Widodo mengungkapkan saat...

    Tidak ada seorang pun yang menduga dan mampu memprediksi bahwa tahun 2020 akan terjadi pandemi Covid-19 di seluruh negara. Wabah ini mampu mengubah semua tatanan dalam lingkup dunia pendidikan.

    Pandemi Covid-19 membuat sistem pembelajaran dari jenjang pendidikan SD hingga perkuliahan menggunakan metode dalam jaringan (daring) atau online. Hal itu dilakukan agar para siswa terhindar dari paparan virus Corona.

    Semenjak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan aturan belajar dengan metode daring pada tahun lalu, semua dunia pendidikan dihimbau untuk menjalankan peraturan tersebut.

    Oleh karena itu, kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa memiliki peran penting untuk mewujudkan pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.

    Banyak sekali media pembelajaran online yang dapat digunakan selama kegiatan belajar mengajar dari rumah. Salah satunya yaitu menggunakan Google Classroom.

    Aplikasi Google Classroom merupakan platform pembelajaran campuran yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah yang bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas dengan cara yang mudah.

    Pemanfaatan Google Classroom dapat melalui komputer atau handphone. Guru dan siswa dapat mengujungi situs https://classroom.google.com atau dapat mengunduh aplikasi Google Classroom melalui handphone.

    Untuk dapat memulai menggunakan Google Classcroom, guru terlebih dahulu masuk ke dalam akun Google dan kemudian mencari produk Google tersebut. Setelah masuk pada akun Google Classroom, kita dihadapkan pada dua menu yaitu stream dan classwork. Stream adalah fasilitas Google Class yang dapat digunakan untuk membuat pengumuman, mendiskusikan gagasan tentang tugas, dari berbagai topik yang diajarkan oleh guru.

    Classwork dapat digunakan guru untuk membuat soal tes, pretes, mengunggah materi dan mengadakan refleksi. Pada menu people, guru dapat mengundang siswa dan menggunakan kode akses yang telah tersedia. Materi yang diunggah pada bilah classwork dapat berupa Microsoft Word, Power Point dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan guru untuk mengakomodasi adanya perbedaan terhadap cara berpikir siswa, latar belakang pengetahuan awal dan perbedaan pada learning style siswa.

    Cara mengakses Google Classroom yang paling mudah yaitu melalui Play Store dengan mengunduh aplikasi ini. Bentuk tampilan yang muncul dalam handphone yaitu persegi warna hijau dan tulisan Google Classroom. Setelah di unduh, dibuka dan diinstal, lalu dimulai dengan mengklik tanda “+” yang ada pada toolbar bagian atas.

    Ada dua opsi yang muncul yaitu membuat kelas dan gabung kelas. Guru dapat membuat kelas dengan mengetik nama kelas, mata pelajaran dan subjek belajar yang dihadapi. Dengan menggunakan aplikasi Google Classroom, guru dan siswa dapat login dari komputer atau perangkat apapun untuk mengakses tugas, kelas, materi pembelajaran dan masukan.

    Ada beberapa fitur yang terdapat di Google Classroom di antaranya:

    1. Google Drive

    Google Drive merupakan layanan penyampaian daring milik Google. Fungsinya untuk menyimpan berbagai macam bentuk file, baik itu berupa dokumen, video, ebook, dan lain-lain.

    2. Google Slide

    Merupakan layanan pengolah kata, lembar sebar dan sebagainya yang sangat membantu untuk mendukung pekerjaan penulisan.

    3. Google Mail

    Layanan Google Mail adalah layanan surel milik Google. Biasanya segala sesuatu berita terupdate terkait Google Classroom akan diberitahukan melalui email.

    4. Google Calender

    Yaitu aplikasi web pengelolaan waktu dari Google yang sangat berguna untuk membantu penjadwalan dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa.

    Cara yang dilakukan dalam pengoperasian Google Classroom yaitu dengan mengundang peserta didik untuk bergabung dengan kelas yang dibuat melalui penyebaran kode pribadi. Hal itu dilakukan agar peserta didik bisa masuk ke dalam ruang Google yang tersedia.

    Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan guru untuk membuat kelas dalam Google Classroom.

    1. Memulai membuat kelas maya dengan Google Classroom. Lalu, login menggunakan akun gmail masing-masing.

    2. Klik tanda (+) dan akan muncul pilihan untuk join class.

    3. Buat nama kelas dengan mengisi form dan klik create.

    4. Selanjutnya akan masuk ke halaman kelas. Kode kelas yang muncul di setiap kelas dibagikan ke siswa supaya mereka bisa bergabung. Lalu, guru bisa memposting informasi terkait materi yang akan diberikan.

    5. Guru dapat memberikan tugas ke siswa melalui klik classwork.

    6. Semua tugas dan bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru di classwork akan muncul di bagia stream (beranda).

    Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh siswa untuk bergabung ke kelas Google yaitu sebagai berikut.

    1. Siswa harus mempunyai akun Gmail.

    2. Klik tanda + dan klik join class.

    3. Masukkan kode kelas yang diberikan oleh guru.

    4. Siswa akan tergabung ke dalam kelas Google.

    5. Siswa memilih informasi terkait materi yang sudah disampaikan di kelas untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas yang diberikan guru.

    Selain untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar, Google Classroom juga dapat digunakan untuk melakukan penilaian tengah semester atau penilaian akhir semester secara daring.

    Penggunaan Google Classroom juga dapat menjangkau kelompok target yang masif dan luas. Dengan demikian, Google Classroom tentunya akan memudahkan proses belajar mengajar secara online dan tanpa harus tatap muka

    Rahayu Afista Hardianti
    Rahayu Afista Hardiantihttps://www.desapedia.id/
    Mahasiwa Sekolah Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) Jakarta, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    3,287,727
    Kasus Positif
    Updated on 28 July 2021 - 19:02 WIB 19:02 WIB

    Terpopuler

    Refungsionalisasi Desa Sebagai Soko Guru Ketahanan Pangan Nasional

    Abstrak Pandemik Covid 19 telah mengubah pola rantai pasokan pangan baik nasional maupun internasional. Impor pangan tidak lagi dapat menjadi...

    Mengoptimalkan Peran dan Sumber Daya untuk Desa–Desa Perbatasan

    Desa–desa perbatasan menjadi pintu gerbang Indonesia dengan negara lain. Seyogyanya desa–desa tersebut memiliki sumber daya yang memadahi dalam meningkatkan kesejahteraan dan upaya “mempercantik” pintu...

    UU Nomor 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

    Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas...

    Pembangunan Sarana Air Bersih Berbasis Masyarakat Dan Pembentukan Peraturan...

    UU No 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa mensyaratkan penguatan kelembagaan desa. Penguatan kelembagaan tidak bisa lagi semata mengandalkan pemerintah tapi perlu ada sinerjitas...

    4 Masalah Struktural Pengelolaan Persampahan

    Saat ini, Indonesia masih berada di urutan ke-2 di dunia setelah China, dalam hal kebocoran plastik di lautan. Nominasi ini telah menjadi penentu utama...

    Berita Terkait