31.3 C
Jakarta
Jumat, 16 April 2021
Beranda Nasional Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Online

Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Online

Rekomendasi

Lainnya

    10 Salah Kaprah Pelaksanaan UU Desa Menurut Dr Sutoro Eko Yunanto

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Pakar Desa dengan Agenda Penyempurnaan...

    Beromzet Hingga Rp274 Miliar, Wamendes Budi Arie Minta Ratusan BUMDes di Bali Ambil Bagian Pulihkan Ekonomi

    Jakarta, desapedia.id – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi mengatakan, Provinsi Bali...

    Jalan-jalan Dapat Hadiah? Yuk, Ikutan Lomba Foto Desa Wisata

    Jakarta, desapedia.id - alan-jalan alias piknik terus dapat hadiah? Pasti mau, dong! Nah, ikuti lomba foto desa wisata yang...

    Oleh: Rahayu Afista Hardianti

    Tidak ada seorang pun yang menduga dan mampu memprediksi bahwa tahun 2020 akan terjadi pandemi Covid-19 di seluruh negara. Wabah ini mampu mengubah semua tatanan dalam lingkup dunia pendidikan.

    Pandemi Covid-19 membuat sistem pembelajaran dari jenjang pendidikan SD hingga perkuliahan menggunakan metode dalam jaringan (daring) atau online. Hal itu dilakukan agar para siswa terhindar dari paparan virus Corona.

    Semenjak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan aturan belajar dengan metode daring pada tahun lalu, semua dunia pendidikan dihimbau untuk menjalankan peraturan tersebut.

    Oleh karena itu, kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa memiliki peran penting untuk mewujudkan pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.

    Banyak sekali media pembelajaran online yang dapat digunakan selama kegiatan belajar mengajar dari rumah. Salah satunya yaitu menggunakan Google Classroom.

    Aplikasi Google Classroom merupakan platform pembelajaran campuran yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah yang bertujuan untuk menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas dengan cara yang mudah.

    Pemanfaatan Google Classroom dapat melalui komputer atau handphone. Guru dan siswa dapat mengujungi situs https://classroom.google.com atau dapat mengunduh aplikasi Google Classroom melalui handphone.

    Untuk dapat memulai menggunakan Google Classcroom, guru terlebih dahulu masuk ke dalam akun Google dan kemudian mencari produk Google tersebut. Setelah masuk pada akun Google Classroom, kita dihadapkan pada dua menu yaitu stream dan classwork. Stream adalah fasilitas Google Class yang dapat digunakan untuk membuat pengumuman, mendiskusikan gagasan tentang tugas, dari berbagai topik yang diajarkan oleh guru.

    Classwork dapat digunakan guru untuk membuat soal tes, pretes, mengunggah materi dan mengadakan refleksi. Pada menu people, guru dapat mengundang siswa dan menggunakan kode akses yang telah tersedia. Materi yang diunggah pada bilah classwork dapat berupa Microsoft Word, Power Point dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan guru untuk mengakomodasi adanya perbedaan terhadap cara berpikir siswa, latar belakang pengetahuan awal dan perbedaan pada learning style siswa.

    Cara mengakses Google Classroom yang paling mudah yaitu melalui Play Store dengan mengunduh aplikasi ini. Bentuk tampilan yang muncul dalam handphone yaitu persegi warna hijau dan tulisan Google Classroom. Setelah di unduh, dibuka dan diinstal, lalu dimulai dengan mengklik tanda “+” yang ada pada toolbar bagian atas.

    Ada dua opsi yang muncul yaitu membuat kelas dan gabung kelas. Guru dapat membuat kelas dengan mengetik nama kelas, mata pelajaran dan subjek belajar yang dihadapi. Dengan menggunakan aplikasi Google Classroom, guru dan siswa dapat login dari komputer atau perangkat apapun untuk mengakses tugas, kelas, materi pembelajaran dan masukan.

    Ada beberapa fitur yang terdapat di Google Classroom di antaranya:

    1. Google Drive

    Google Drive merupakan layanan penyampaian daring milik Google. Fungsinya untuk menyimpan berbagai macam bentuk file, baik itu berupa dokumen, video, ebook, dan lain-lain.

    2. Google Slide

    Merupakan layanan pengolah kata, lembar sebar dan sebagainya yang sangat membantu untuk mendukung pekerjaan penulisan.

    3. Google Mail

    Layanan Google Mail adalah layanan surel milik Google. Biasanya segala sesuatu berita terupdate terkait Google Classroom akan diberitahukan melalui email.

    4. Google Calender

    Yaitu aplikasi web pengelolaan waktu dari Google yang sangat berguna untuk membantu penjadwalan dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa.

    Cara yang dilakukan dalam pengoperasian Google Classroom yaitu dengan mengundang peserta didik untuk bergabung dengan kelas yang dibuat melalui penyebaran kode pribadi. Hal itu dilakukan agar peserta didik bisa masuk ke dalam ruang Google yang tersedia.

    Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan guru untuk membuat kelas dalam Google Classroom.

    1. Memulai membuat kelas maya dengan Google Classroom. Lalu, login menggunakan akun gmail masing-masing.

    2. Klik tanda (+) dan akan muncul pilihan untuk join class.

    3. Buat nama kelas dengan mengisi form dan klik create.

    4. Selanjutnya akan masuk ke halaman kelas. Kode kelas yang muncul di setiap kelas dibagikan ke siswa supaya mereka bisa bergabung. Lalu, guru bisa memposting informasi terkait materi yang akan diberikan.

    5. Guru dapat memberikan tugas ke siswa melalui klik classwork.

    6. Semua tugas dan bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru di classwork akan muncul di bagia stream (beranda).

    Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh siswa untuk bergabung ke kelas Google yaitu sebagai berikut.

    1. Siswa harus mempunyai akun Gmail.

    2. Klik tanda + dan klik join class.

    3. Masukkan kode kelas yang diberikan oleh guru.

    4. Siswa akan tergabung ke dalam kelas Google.

    5. Siswa memilih informasi terkait materi yang sudah disampaikan di kelas untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas yang diberikan guru.

    Selain untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar, Google Classroom juga dapat digunakan untuk melakukan penilaian tengah semester atau penilaian akhir semester secara daring.

    Penggunaan Google Classroom juga dapat menjangkau kelompok target yang masif dan luas. Dengan demikian, Google Classroom tentunya akan memudahkan proses belajar mengajar secara online dan tanpa harus tatap muka.

    *) Penulis merupakan Mahasiwa Sekolah Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) Jakarta, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,594,722
    Kasus Positif
    Updated on 16 April 2021 - 18:13 WIB 18:13 WIB

    Indeks Berita

    Berantas Mafia Tanah dan Redistribusi Lahan, AWI Usulkan Kementerian...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam siaran persnya yang diterima desapedia.id pada Jumat (2/4) lalu, Koordinator Agraria Watch Indonesia (AWI), Ganda...

    Ini Saran Dr. Sutoro Eko untuk DPD RI yang...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam sebuah kesempatan di Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar oleh Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)...

    Dihadiri Waka Komite I DPD RI, Wamen ATR/BPN Berjanji...

    Kutai Kertanegara, desapedia.id – Dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra bersama Wakil Ketua Komite I DPD...

    Wamendes Budi Arie Soroti Kebijakan Mudik Tahun 2021

    Cisarua, desapedia.id - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menutup secara resmi Rapat Sinkronisasi Kegiatan Kementerian/Lembaga Kemendes...

    10 Salah Kaprah Pelaksanaan UU Desa Menurut Dr Sutoro...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Pakar Desa dengan Agenda Penyempurnaan UU Nomor 6 Tahun 2014...

    Berita Terkait