Desapedia

Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Diharapkan Mampu Mengangkat Perekonomian Warga Desa

Sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan. - desapedia.id

Bekasi, desapedia.id – Sebanyak lima desa di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat rencananya akan dilintasi ruas tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan (Japek II). Kelima desa itu adalah Desa Cibening, Kertarahayu, Burangkeng, Tamansari, dan Ciledug.

Secara keseluruhan, proyek tol alternatif ini akan membentang dari Jatiasih Kota Bekasi hingga Sadang, Kabupaten Purwakarta. Panjangnya direncanakan mencapai 62 kilometer dengan melintasi 33 kelurahan/desa dari 12 kecamatan di wilayah Jawa Barat.

Nurbaiti, bagian pengadaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengatakan, luas wilayah di Kabupaten Bekasi yang dibutuhkan dalam proyek tol ini sekitar 200 hektar. “Kecamatan Setu yang paling luas, yaitu sekitar 133 hektar dengan panjang 6,7 kilometer,” terang Nurbaiti kepada desapedia.id, belum lama ini.

Nurbaiti, bagian pengadaan Kementerian PUPR (kanan), Surya Wijaya, Camat Setu (tengah) – desapedia.id

Lebih lanjut, Nurbaiti bilang bahwa akan ada gerbang tol di sekitar Desa Burangkeng. Dan nantinya tol Japek II ini terkoneksi dengan jalan tol Cimanggis-Cibitung.

Kendati demikian, Nurbaiti tidak merinci target penyelesaian proyek tersebut. “Saat ini kami masih dalam tahap sosialisasi ke masyarakat untuk rencana pengadaan tanahnya,” terangnya.

Sementara itu, Camat Setu Surya Wijaya mendukung penuh atas rencana pembangunan proyek Japek II ini. Dia berharap, tol alternatif ini mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa di Kecamatan Setu.

“Pembangunan tol ini akan memiliki multiplier effect (efek berganda). Artinya akan memberi dampak positif, terutama bagi pertumbuhan ekonomi yang akan semakin meningkat,” kata Surya.

Karena itu, Surya berpesan agar pemerintah dan masyarakat desa harus bersiap sejak dini. “Perlu dibangun destinasi-destinasi wisata agar masyarakat luar semakin banyak berkunjung ke Setu. Pembangunan di wilayah Setu tentunya juga akan berkembang pesat. Mungkin nanti ada industri, pusat pertokoan, perdagangan, dan lainnya. Intinya, kita jangan jadi penonton, tapi kita harus bisa jadi pelaku bisnis,” ujar Surya.

Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi (kanan) – desapedia.id

Menanggapi pesan itu, Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi, mengatakan, Pemerintah Desa Kertarahayu juga sudah berencana membangun destinasi agrowisata.

“Inginnya sih tahun depan (2019), tapi ini butuh dukungan pemda (Pemerintah Kabupaten Bekasi). Kami tidak bisa sendirian membangunnya,” ucap Rudi.

Di sisi lain, Rudi mengakui pembangunan Japek II tentunya akan memberikan dampak positif. “Memudahkan akses transportasi bagi masyarakat, dan akan banyak orang yang bakal lalu lalang melewati Setu,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Jahi Hidayat, Kades Tamansari. “Pembangunan tol ini akan menarik investor untuk berinvestasi di Setu. Kami juga sudah merancang Desa Tamansari menjadi desa wisata,” ungkap Jahi.

Tak berbeda dengan Iing Hidayat, Kades Ciledug. Dia mengatakan, ekonomi masyarakat desa akan terbantu dengan adanya pembangunan jalan tol. “Usaha perdagangan masyarakat akan lebih berkembang maju. Dan kami juga telah memiliki Situ Ciledug yang ke depannya diharapkan bisa menarik banyak pengunjung,” kata Iing.

Pendapat yang sama juga diungkapkan Kades Burangkeng, Nemin bin H. Sain. “Selain dapat menyerap tenaga kerja, pembangunan tol juga dapat membantu mempermudah pemasaran produk-produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang dimiliki masyarakat desa,” kata Nemin. (Nur Pulo)

Kades Ciledug, Iing Solihin – desapedia.id
Kades Burangkeng, Nemin bin H. Sain (kedua dari kiri) – desapedia.id
Kades Tamansari, Jahi Hidayat

Redaksi Desapedia