27.1 C
Jakarta
Sabtu, 12 Juni 2021
Beranda Nasional Pembangunan Desa Butuh Sinergi Pemerintah dengan Perguruan Tinggi

Pembangunan Desa Butuh Sinergi Pemerintah dengan Perguruan Tinggi

Rekomendasi

Lainnya

    Masa Jabatan Kades Dikembalikan 8–10 Tahun Tanpa Batasan Periodisasi, Ini Usulan Lengkap Papdesi Soal Revisi UU Desa

    Jakarta, desapedia.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa seluruh Indonesia (DPP Papdesi), Hj. Wargiyati memberikan...

    10 Salah Kaprah Pelaksanaan UU Desa Menurut Dr Sutoro Eko Yunanto

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komite I DPD RI bersama Pakar Desa dengan Agenda Penyempurnaan...

    Jalan-jalan Dapat Hadiah? Yuk, Ikutan Lomba Foto Desa Wisata

    Jakarta, desapedia.id - alan-jalan alias piknik terus dapat hadiah? Pasti mau, dong! Nah, ikuti lomba foto desa wisata yang...

    Yogyakarta, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pembangunan desa. Tak terkecuali sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi. Pasalnya, lembaga pendidikan tinggi memiliki banyak program pemberdayaan masyarakat desa.

    “Dengan adanya sinergi, Pemberdayaan desa akan lebih mudah dilakukan karena terwujudnya secara terintegrasi,” kata Abdul Halim dalam Rakornas Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kampus UNY, Yogyakarta pada Sabtu (4/1).

    Menteri Halim yang merupakan alumni jurusan Filsafat dan Sosiologi Pendidikan UNY lulusan tahun 1987 itu menyebut UNY sebagai salah satu perguruan tinggi negeri memiliki banyak program pengabdian kepada masyarakat. Ia mengetahui betul hal tersebut karena telah melakoninya sendiri.

    “Saya tahu betul UNY punya banyak kegiatan di desa-desa, karena dulu saya sendiri ikut dan mengalami. UNY sekarang punya program KKN (Kuliah Kerja Nyata), PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan), dan PPM (Program Pengabdian Masyarakat). Saya ingin apa yang dilakukan UNY maupun perguruan tinggi lainnya, harus bersinergi lintas lembaga,” katanya.

    Masing-masing pihak sesuai kompetensinya, akan saling bahu-membahu dan saling melengkapi dengan satu tujuan untuk memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan. UNY sebagai kampus pendidikan diharapkan bisa berkontribusi untuk mengirim mahasiswanya ke daerah-daerah untuk mengajar di sekolah formal maupun informal.

    “Di desa, menjadi guru untuk mengajar masih sangat dihormati dan masukannya bisa sangat berkontribusi untuk pembangunan. Pengelolaan dana desa juga dapat lebih maksimal dengan adanya sinergi dari perguruan tinggi, karena mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sampai keperluan administrasi,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Abdul Halim mengatakan bahwa meski baru berusia 5 tahun, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (kemendes PDTT) telah memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat di desa. Sejak tahun 2015, Kemendes PDTT telah menyalurkan dana desa mencapai puluhan triliun setiap tahunnya. Jumlahnya pun terus meningkat dari sebanyak 20,8 triliun pada tahun 2015 Menjadi sebanyak 70 triliun pada tahun 2019.Untuk membantu menumbuhkan aktivitas ekonomi di desa, dana desa tercatat telah mampu membangun 201.899 km jalan desa, 1.181.659 meter jembatan, 9.329 pasar desa, 38.140 unit kegiatan BUMDes, 60.274 irigasi, hingga 4.265 embung desa. Sementara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dana desa telah mampu membangun 21.118 unit sarana olahraga, 966.350 air bersih, 260.039 MCK, 10.101 polindes, 31.376.550 meter drainase, 53.002 kegiatan PAUD, 26.261 unit posyandu hingga 48.953 unit sumur.

    “Dampak pemanfaatan dana desa telah mampu meningkatan pendapatan per kapita pedesaan. Dari Rp572.586 pada tahun 2015 menjadi Rp827.429 pada tahun 2019. Tak hanya itu, angka pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, gini rasio semakin bisa ditekan dan stabil rendah. Serta setiap tahun terjadi penurunan angka kemiskinan,” katanya.  (Red)

     

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,901,490
    Kasus Positif
    Updated on 12 June 2021 - 20:46 WIB 20:46 WIB

    Indeks Berita

    Tanggapi Komite I DPD RI, Kades Panggungharjo: Semangat Merevisi...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar secara virtual Rapat Dengar Pendapat (RDP)...

    Rencana Mendes PDTT Angkat Status Pendamping Desa Jadi PPPK...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam rilisnya yang diterima redaksi desapedia.id pada sabtu (22/5) ini, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi mengatakan bahwa sudah saatnya...

    Gus Menteri Minta UNY untuk Terjun Langsung ke Desa

    Yogyakarta, desapedia.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menghadiri Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di...

    Mengintip Geliat Bisnis BUMDes di Nganjuk dan Kutai Kartanegara

    Jakarta, desapedia.id – Pandemi Covid–19 dalam dua tahun terakhir ini telah meluluhluntahkan perekonomian Indonesia dan dunia. Namun demikian, ditengah berbagai keterbatasan akibat pandemi tersebut,...

    Permendes Tinggal Tunggu Pengesahan, Mendes PDTT: Kalau Sudah Selesai...

    Jakarta, desapedia.id – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). PP ini merupakan turunan dari UU...

    Berita Terkait