32 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Nasional Pansus Papua DPD RI Rumuskan Prioritas Isu dan Kesimpulan...

Pansus Papua DPD RI Rumuskan Prioritas Isu dan Kesimpulan Sementara

Rekomendasi

Lainnya

    Di Webinar Nasional Unhan, Prof Djo Usulkan Pilkada Melalui Pemilihan oleh DPRD Selama Masa Pandemi

    Jakarta, desapedia.id – Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di 270 wilayah kabupaten/kota dan propinsi tahun ini berada...

    Wakapolri: Penanganan Korupsi Dana Desa Diupayakan Langkah Pencegahan Sejak Awal

    Jakarta, desapedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan beberapa kebijakan dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. Salah...

    Ini Penjelasan Kemendes PDTT Soal Gerakan Setengah Miliar Masker Desa

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merilis Surat Menteri Desa Pembangunan Daerah...

    Jakarta, desapedia.idPansus DPD RI telah dibentuk pada 20 November 2019 lalu sebagai respons atas persoalan Papua, terutama terkait dengan persoalan ketidakadilan yang masih dirasakan segenap warga Papua. Respon DPD RI terhadap persoalan aktual yang terjadi di Papua, terutama pasca kerusuhan di Kab. Wamena dan Kab. Nduga, dan juga demonstrasi-demonstrasi yang dipicu isu rasialisme di Surabaya dan Malang, menjadi satu bukti kuat bahwa stigmatisasi dan rasialisme atas warga Papua menjadi persoalan mendasar yang belum terselesaikan selama ini.

    Untuk diketahui bersama, Pansus Papua DPD RI sudah bekerja sejak 5 November 2019 dengan target kerja selama 6 bulan ke depan. Selama ini, Pansus Papua DPD RI telah mengundang pihak-pihak terkait untuk memberikan informasi dan data yang akurat mengenai akar masalah yang terjadi di Papua dan Papua Barat, diantaranya Kontras, Amnesty International Indonesia, perwakilan tokoh-tokoh Papua dan organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

    Ketua Pansus Papua yang juga anggota Komite I DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H, dalam siaran persnya yang diterima desapedia.id, menjelaskan bahwa prioritas isu Pansus Papua DPD RI yakni: 1) penyelesaian masalah HAM dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sebagai pelaksanaan mandat UU Otsus Papua; 2) Partai lokal (dan bendera lokal); 3) Peraturan Daerah di Papua dan Papua Barat (Perdasi/Perdasus); 4) Kritisi model pendekatan keamanan; 5) Model pendekatan kesejahteraan; 6) Peran pemda, tokoh adat, MRP dalam penyelesaian Papua; 7) Masalah distribusi miras di Papua; 8) Pandangan pemuda Papua tentang konflik Papua, dan; 9) Peran pihak eksternal.

    Dari informasi awal yang didapatkan Pansus Papua DPD RI, sebagaimana tercantum dalam siaran pers Pansus Papua DPD RI, dapat disimpulkan sementara, antara lain:

    Pertama, Persoalan Papua dan Papua Barat harus dilihat secara utuh dan komprehensif. Untuk menyelesaikan persoalan Papua dan Papua Barat diperlukan penyamaan persepsi, terutama menyikapi isu aktual Papua yakni: 1) penyelesaian masalah Papua dengan mengedepankan pendekatan kesejahteraan (keadilan ekonomi), pengakuan (rekognisi), dan afirmasi; 2) persepsi terhadap literasi sejarah Papua; dan 3) afirmasi terhadap Orang Asli Papua (OAP).

    Kedua, persoalan Papua merupakan masalah yang kompleks yang sudah terjadi bertahun-tahun. Ketidakadilan dan kesejahteraan menjadi persoalan mendasar yang dirasakan oleh segenap masyarakat Papua dan penanganan isu rasisme sebagaimana terjadi beberapa waktu lalu yang merupakan ekspresi persoalan yang terpendam selama ini.

    Ketiga, pembangunan infrastruktur di Papua harus dikuatkan dengan pembangunan SDM Papua melalui pendidikan.

    Keempat, mendorong terbentuknya KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi) untuk menyelesaikan berbagai persoalan Papua masa lalu, sebagaimana diamanahkan UU Otsus Papua.

    Kelima, masih kuatnya pandangan paranoid terhadap OAP dan pendekatan represif. Perlu dibangun rasa salingpercaya antara Pemerintah dan Orang Papua Asli (OAP) dan menghilangkan stigmatisasi terhadap OAP.

    Keenam, pelaksanaan otsus harus menekankan pada keberpihakan kepada OAP, kesejahteraan rakyat Papua serta pengawasan terhadap pelaksanaan otsus, terutama terhadap pemanfaatan dana otsus.

    Ketujuh, Pemerintah Pusat masih cenderung menggunakan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan masalah Papua, seperti halnya yang terjadi di Kab. Wamena dan Kab. Nduga.

    Kedelapan, perlu dilakukannya investigasi kerusuhan di Kab. Wamena, Kab. Nduga serta perlu dilakukan penanganan segera terhadap pengungsi pasca kerusuhan beberapa waktu lalu;

    Kesembilan, memberikan ruang penyampaian aspirasi dari mahasiswa Papua tanpa ada intimidasi maupun dugaan separatisme.

    Kesepuluh, perlu penyiapan konsepsi dan kesiapan generasi muda Papua ke depan, khususnya pasca berakhirnya dana otsus pada tahun 2021.

    Pansus Papua DPD RI itu sendiri beranggotakan 15 orang, dipimpin oleh Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., (Ketua) anggota DPR RI dari Papua Barat dan Dr. Ir. H. Abdullah Puter (Wakil Ketua) anggota DPD RI dari Aceh; Lily Amelia Salurapa, S.E, MM., (Wakil Ketua) anggota DPD RI dari Sulawesi Selatan; Otopianus P. Tebai (Wakil Ketua), anggota DPD RI dari Papua.

    Sedangkan anggota Pansus antara lain: Herlina Murib anggota DPD RI dari Papua; Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes., anggota DPD RI dari Jawa Barat; H. Abdi Sumaithi anggota DPD RI dari Banten;  H. Fachrul Razi, M.IP, anggota DPD RI dari Aceh; Ir. H. Djafar Alkatiri, MM, M.Pdi, anggota DPD RI dari Sulawesi Utara; Yorris Raweway, anggota DPD RI dari Papua;  Mamberob Yosephus Rumakiek, S.Si, M.Kesos, anggota DPD RI dari Papua Barat; H. Muhammad Gazali, Lc., anggota DPD RI dari Riau; Yance Samonsabra, S.H, anggota DPD RI dari Papua Barat; M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos, M. M.SIP, anggota DPD RI dari Papua Barat;  dan Pdt. Ruben Uamang, S.STh., MA, anggota DPR RI dari Papua.    (Red)

     

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    214,746
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Transparansi Pemdes dan Partisipasi Warga Desa Menjadi Tolak Ukur

    Jakarta, desapedia.id – Pada medio Agustus 2020 lalu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pernah menuturkan di desapedia.id...

    KLC Rilis Kertas Kebijakan: Memperkuat Perlindungan Hukum Bagi Pekerja...

    Jakarta, desapedia.id - Melalui Pendiri dan Ketua Koalisi Lawan Corona (KLC), Nukila Evanty mengirimkan rilis kepada desapedia.id berupa kertas kebijakan (policy paper) tentang "Memperkuat...

    Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi: Kualitas Petani di Desa...

    Jakarta, desapedia.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengakui, kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa masih...

    Berita Terkait