27.4 C
Jakarta
Rabu, 1 Juli 2020
Beranda Desa Optimalkan Pelayanan, Puskesmas Setu I Implementasikan Program PIS-PK

Optimalkan Pelayanan, Puskesmas Setu I Implementasikan Program PIS-PK

Rekomendasi

Lainnya

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Aturan Dana Desa di UU No. 2/2020 Digugat ke MK, Ketum Parade Nusantara: Kami Lawan Hukum Melalui Hukum, Jika Gagal Kami Ambil Langkah Street...

    Jakarta, desapedia.id – Pasal 28 angka 8 dalam UU Nomor 2 tahun 2020 tentang Penetapan Perpu No. 1/2020 tentang...

    Pengaduan BLT Dana Desa Hanya 2 Persen, Mendes PDTT: Kebijakan Sesuai Kebutuhan Warga

    Jakarta, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers yang digelar hari...

    Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu program pemerintah pusat. Program ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga sehat, dan sebagai pelaksana dari program ini adalah Puskesmas.

    Dengan demikian, Puskesmas menjadi ujung tombak sekaligus penentu keberhasilan program PIS-PK. Karena itu, Puskesmas Setu I yang terletak di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah gencar melaksanakan program PIS-PK tersebut.

    Yuke Rishna Arryani, Kepala Puskesmas Setu 1, mengatakan, dalam program PIS-PK, pihaknya melakukan kunjungan ke setiap rumah warga dan melakukan pendataan serta pemeriksaan ke setiap anggota keluarga.

    “Jadi tim kami langsung turun ke lapangan, dan secara door to door ke rumah warga untuk memeriksa status kesehatan keluarga. Kami memeriksa seluruh anggota keluarga dengan wawancara dan pemeriksaan fisik,” terang Yuke.

    Selanjutnya, kata Yuke, jika ada anggota keluarga yang sakit, maka ada penanganan lebih lanjut. “Pasien bisa dirujuk ke Puskesmas untuk diperiksa. Atau untuk pasien yang mungkin memiliki penyakit menahun, akan ada perlakuan khusus. Bisa nantinya dijadwalkan untuk diperiksa ke Puskesmas, atau kami yang langsung turun kembali ke rumah mereka,” jelasnya.

    Dia menambahkan, penyakit yang banyak ditemui dalam Program PIS-PK adalah hipertensi dan diabetes melitus. “Trennya semakin tinggi, mungkin karena gaya hidup.”

    Di sisi lain, hingga akhir tahun ini, dia menargetkan akan merampungkan pemeriksaan kesehatan keluarga untuk masyarakat di dua desa. “Untuk Desa Cibening sudah hampir selesai, dan nanti kita berlanjut ke Desa Ciledug,” ujar Yuke.

    Sebagai informasi, wilayah kerja Puskesmas Setu I meliputi lima desa. Diantaranya, Desa Cibening, Ciledug, Lubang Buaya, Cijengkol, serta Burangkeng.

    Sementara itu, Daris, bagian promosi kesehatan Puskesmas I Setu, mengatakan, hasil pendataan dalam Program PIS-PK akan masuk ke dalam aplikasi keluarga sehat.

    “Data ini langsung online Kementerian Kesehatan. Jadi gambaran kondisi kesehatan keluarga di wilayah desa bisa terlihat,” kata Daris.

    Dia menambahkan, Puskesmas Setu I memiliki dua tim untuk mengimplementasikan Program PIS-PK. “Satu tim berjumlah lima orang yang salah satunya seorang dokter,” ujarnya.

    Intinya, kata Daris, Program PIS-PK sebagai salah satu cara agar masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Setu, dapat hidup sehat.

    Tak kalah penting, saat ini akses fasilitas kesehatan bagi masyarakat semakin dipermudah. “Jika Puskesmas tak sanggup menangani pasien yang sakit, maka bisa dirujuk ke rumah sakit. Jika pasien itu tidak memiliki kartu BPJS, mereka bisa bikin SKTM (surat keterangan tidak mampu), baru kemudian kami rujuk ke RS,” jelasnya. (Nur J)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    56,385
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Bupati Bekasi Bantu Bangun Rumah Janda Tua di Desa...

    Bekasi, desapedia.id - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengunjungi salah satu rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Nenek Roni...

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72...

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan dana desa yang merupakan amanat...

    Akademisi dan Pegiat Desa Beri Masukan untuk Membangkitkan Ekonomi...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam pemberitaan desapedia.id 11 Juni 2020 lalu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyatakan telah...

    Wamendes Sebut 5 juta Orang Miskin Baru Lahir Di...

    Jakarta, desapedia.id – Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT)  Budi Arie Setiadi mengungkapkan kemiskinan di desa meningkat dari 14,96 juta...

    Hingga 15 Juni 2020, Pencairan Dana Desa Baru Mencapai...

    Jakarta, desapedia.id – Mengutip dari makalah Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) yang berjudul “Aduan Masyarakat tentang BLT Dana Desa” yang...

    Berita Terkait