28.5 C
Jakarta
Sabtu, 11 Juli 2020
Beranda Desa Mengangkat Ekonomi Masyarakat Desa dengan UMKM

Mengangkat Ekonomi Masyarakat Desa dengan UMKM

Rekomendasi

Lainnya

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Satgas Dana Desa Tegaskan Dana Desa Bukan Milik Kades, tapi Milik Masyarakat

    Jakarta, desapedia.id - Pemerintah desa sejak tahun 2015 lalu telah mengelola anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja...

    UU Nomor 2 tahun 2020 Menghilangkan Kewenangan Lokal Berskala Desa

    Jakarta, desapedia.id – Mantan Wakil Ketua DPD RI yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk pembentukan...

    Bekasi, desapedia.id – Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat strategis bagi perekonomian daerah dan nasional. Pasalnya, sektor UMKM mampu menyerap tenaga kerja, dan terbukti meningkatkan potensi budaya dan pariwisata Indonesia.

    Di lingkup yang lebih kecil, Camat Setu, Surya Wijaya, menilai, sektor UMKM juga mampu mensejahterakan masyarakat desa. “Sekarang ini era pemberdayaan masyarakat. Jadi perlu pelaku UMKM yang tangguh dan berdaya saing, sehingga mampu mengangkat ekonomi masyarakat dan juga bisa menyerap tenaga kerja,” kata Surya saat memberi kata sambutan pada acara ‘Kegiatan Pembinaan dan Pengiriman Produk UKM dalam Rangka Pekan Raya Kabupaten Bekasi Tingkat Kecamatan Setu Tahun 2018’, di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (03/10/2018).

    Dia menambahkan, pemerintah desa berperan penting dalam pengembangan sektor UMKM. “Perlu dukungan dari kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) untuk memacu pelaku UMKM untuk dapat lebih maju lagi,” ujarnya.

    Pemerintah desa, kata Surya, tidak boleh hanya mengejar pembangunan fisik semata. Tapi, pemerintah desa juga harus melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pembinaan para pelaku UMKM.

    Teknisnya, usulan pemberdayaan masyarakat itu bisa dimasukkan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Lalu, pemerintah desa dapat menggunakan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah dalam pelaksanaannya.

    Khusus di 11 desa yang ada di Kecamatan Setu, Surya bilang, potensi UMKM-nya cukup besar.  “Para pelakunya sangat kreatif dan terampil. Hanya saja saat ini belum tertata, dan mereka masih mandiri. Jadi ada yang usahanya hidup, banyak juga yang mati. Karena itu sangat dibutuhkan pembinaan,” ungkapnya.

    Di samping itu, pemerintah desa dapat mensinergiskan pelaku UMKM dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Nantinya, BUMDes dapat memasarkan produk-produk UMKM. “Jadi Pelaku UMKM  harus berkoordinasi dengan Kades agar usahanya bisa semakin berkembang,” pesan Surya.

    Di sisi lain, Surya khawatir, jika sektor UMKM tidak digarap, maka warga lokal Setu hanya akan jadi penonton. Sebab, pembangunan di Kecamatan Setu akan semakin berkembang pesat. “Kebun dan sawah semakin tergerus dengan perumahan. Ditambah lagi akan ada dua pintu masuk tol di sini,” ungkapnya.

    Karena itu, masyarakat harus mampu menggali potensi di sektor UMKM. Tak kalah penting, di Kecamatan Setu perlu ada destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan. Dengan itu, pelaku UMKM dapat mudah menjual produknya. “Produk, budaya, seni, serta kuliner Setu harus kita angkat. Jangan sampai diambil pihak swasta, sehingga nantinya kita yang akan gigit jari,” ucap Surya.

    Sementara itu, Kasi Ekbang Kecamatan Setu, Arief Subagyo, mengungkapkan, pelaku UMKM masih terkendala dengan masalah modal dan pemasaran. Karenanya, kata Arief, pelaku UMKM dapat mendaftarkan izin usaha mereka kepada pihak kecamatan.

    “Setelah mereka mendaftar, mereka akan mendapatkan Kartu IUMK (Izin Usaha Mikro dan Kecil) yang dikeluarkan oleh Bank BRI. Dengan kartu itu, mereka akan mendapatkan kemudahan dalam akses pembiayaan untuk modal,” terang Arief kepada desapedia.id.

    Sedangkan untuk masalah pemasaran, pihak Kecamatan Setu siap memfasilitasi pemasaran produk UMKM. “Rencananya kami akan membuat outlet produk UMKM di kantor Kecamatan Setu. Jadi pelaku UMKM dapat mempromosikan produknya di kantor kami,” ungkap Arief.

    Di samping itu, pihak Kecamatan Setu juga tak menutup kemungkinan akan menggelar kegiatan bazar produk UMKM. “Bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali. Nanti kita lihat perkembangannya dulu. Saat ini kami fokus untuk pendataan pelaku UMKM-nya,” tutup Arief. (Nur Pulo/Red)

    Kasi Ekbang Kecamatan Setu, Arief Subagyo

    Beberapa kepala desa ikut hadir dalam acara Kegiatan Pembinaan dan Pengiriman Produk UKM dalam Rangka Pekan Raya Kabupaten Bekasi Tingkat Kecamatan Setu Tahun 2018.

     

     

     

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    72,347
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    DPD RI dan IPB University Gelar FGD Bahas RUU...

    Bogor, desapedia.id – Panitia Perancang Undang–Undang (PPUU) DPD RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Uji Sahih Rancangan...

    Dukung Kebijakan Pemerintah, Papdesi Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan...

    Jakarta, DESAPEDIA.ID - Perdebatan dan polemik dana desa yang bersumber dari APBN masih saja terus bergulir seiring dengan terbitnya pasal 28 angka 8 di...

    Ingin Regulasi Dorong Kemandirian Desa, Mendes PDTT: Masukan dari...

    Yogyakarta, desapedia.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar sambangi Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (27/6/2020). Menteri Desa menghadiri penandatanganan kesepahaman bersama...

    Aturan Dana Desa di UU No. 2/2020 Digugat ke...

    Jakarta, desapedia.id – Pasal 28 angka 8 dalam UU Nomor 2 tahun 2020 tentang Penetapan Perpu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas...

    Bupati Bekasi Bantu Bangun Rumah Janda Tua di Desa...

    Bekasi, desapedia.id - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengunjungi salah satu rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Nenek Roni di Desa Ciledug, Kecamatan Setu,...

    Berita Terkait