27.6 C
Jakarta
Sabtu, 16 Mei 2020
Beranda Desa Mendes PDTT Optimis Serapan Dana Desa 2018 Lebih dari...

Mendes PDTT Optimis Serapan Dana Desa 2018 Lebih dari 99 Persen

Rekomendasi

Lainnya

    Ketum Papdesi: BLT Dana Desa untuk Warga yang Terdampak Covid–19, Tidak Harus Warga Miskin

    Semarang, desapedia.id – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa yang bersumber dari Dana Desa masih saja direpotkan dengan berbagai permasalahan...

    Menteri Desa Pastikan Data Calon Penerima BLT Dana Desa Diverifikasi dalam Musyawarah Desa Khusus

    Jakarta, desapedia.id – Melalui rapat yang digelar lewat video konferensi dengan Komisi VIII DPR RI, Menteri Desa Pembangunan Daerah...

    Di Tengah Pandemi, Bumdesma di Buton Utara Ekspor Kopra Putih ke China

    Jakarta, desapedia.id – Di tengah kesulitan kargo yang tertunda berkali-kali, Buton Utara, Sulawesi Tenggara, mengekspor kopra putih pada Minggu...

    Tangerang, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo optimis penyerapan Dana Desa tahun 2018 akan mengalami peningkatan.

    Hal itu diungkapkan Eko saat menghadiri Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Sembadha) Tahun 2018 di Kampus Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) Tangerang, Minggu (18/11).

    Eko yang menjadi salah satu panelis menyebutkan bahwa Kemendes PDTT optimis penyerapan Dana Desa tahun 2018 akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni dari 98,54 persen pada 2017, menjadi lebih dari 99 persen.

    “Dengan adanya pendampingan dan pengawasan yang semakin membaik tiap tahunnya, saya optimis, penyerapan dana desa tahun ini akan lebih dari 99 persen,” katanya.

    Dia menjelaskan bahwa awal dikucurkannya Dana Desa yakni pada 2015 sebesar Rp20,67 triliun dengan penyerapannya hanya 82,72 persen. Kemudian pada 2016, Dana Desa dinaikkan menjadi sebesar Rp46,98 triliun dengan penyerapan sebesar 97,65 persen. Lalu, Dana Desa dinaikkan kembali pada 2017 yakni sebesar Rp60 triliun dengan penyerapannya turut meningkat menjadi sebesar 98,54 persen.

    “Penanganan Dana Desa tidak semudah yang kita bayangkan. Kita semua tahu bahwa ada lebih dari 50 persen kepala desa yang tamatan SD dan SMP, serta masih ada kepala desa memiliki kesalahan dalam perencanaan yang dalam pelaksanaannya ternyata membengkak anggarannya. Realisasi dan perencanaan tidak sama sehingga terjadi penghambatan dalam proses pengucuran Dana Desa berikutnya. Kita bantu dengan melibatkan sejumlah stakeholder sehingga dalam pengelolaan Dana Desa berjalan dengan baik dan angka penyerapannya juga turut membaik setiap tahunnya,” paparnya.

    Dia menyampaikan bahwa tidak hanya dalam pengelolaan dan penyerapan yang setiap tahunnya terus membaik saja sehingga pemerintah bangga apa yang dilaksanakan oleh masyarakat desa dan perangkat desa dalam pengelolaan Dana Desa.

    Tapi, lanjutnya, pemerintah juga bangga dengan apa yang telah dihasilkan dari Dana Desa dalam pembangunan di desa. Diantaranya, terbangunnya jalan desa sepanjang 158.629 kilometer, jembatan sepanjang 1.028.225 meter, irigasi sebanyak 39.351 unit, sarana olahraga sebanyak 11.399 unit, Polindes sebanyak 8.028 unit, sarana air bersih sebanyak 942.927 unit, drainase sepanjang 24.005.604 meter, PAUD sebanyak 48.694 unit dan sejumlah pembangunan lainnya.

    “Pencapaian yang dihasilkan dari Dana Desa ini diapresiasi oleh banyak negara di dunia termasuk Bank Dunia. Bahkan mereka akan menjadikan model ini sebagai model yang akan dipakai untuk pembangunan-pembangunan di desa di negara-negara berkembang lainnya. Tahun ini Bank Dunia akan mengirim sejumlah negara untuk belajar model Dana Desa,” ungkapnya.

    Di samping itu, Eko menambahkan, keberhasilan lainnya yang menjadi kebanggaan dari Dana Desa yakni turut berperan dalam mengurangi angka kemiskinan sejak Maret tahun 2015, yakni dari 11,22 persen menjadi 9,82 persen pada maret 2018. Selain itu Dana Desa turut berperan dalam mengurangi angka stunting atau kekurangan gizi dari 37 persen menjadi 30 persen.

    Impact dari Dana Desa dengan program-program lainnya dari pemerintah selama 4 tahun terakhir ini, Indonesia berhasil mengurangi kemiskinan dengan angka yang cukup baik. Yang membanggakan penurunan angka kemiskinan terbesar itu ada di desa dibandingkan di kota,” kata Eko. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    16,006
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Di Tengah Pandemi, Bumdesma di Buton Utara Ekspor Kopra...

    Jakarta, desapedia.id – Di tengah kesulitan kargo yang tertunda berkali-kali, Buton Utara, Sulawesi Tenggara, mengekspor kopra putih pada Minggu...

    Catatan Tadarus Anggaran #4 Seknas FITRA: BLT Dana Desa,...

    Jakarta, desapedia.id – Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, menjadi program pemerintah yang saat ini paling banyak di diskusikan oleh berbagai kalangan. Hal ini terkait...

    Ketum Papdesi: BLT Dana Desa untuk Warga yang Terdampak...

    Semarang, desapedia.id – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa yang bersumber dari Dana Desa masih saja direpotkan dengan berbagai permasalahan data siapa sesungguhnya yang layak...

    Baru 80 Kabupaten/Kota yang Sudah Mencairkan, Mendes Minta Kepala...

    Jakarta, desapedia.id – Sedikitnya 80 kabupaten dan kota yang tersebar diseluruh Indonesia sudah mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana desa. Hal itu...

    Menteri Desa Pastikan Data Calon Penerima BLT Dana Desa...

    Jakarta, desapedia.id – Melalui rapat yang digelar lewat video konferensi dengan Komisi VIII DPR RI, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim...

    Berita Terkait