Desapedia

Masalah Keamanan dan Kesehatan Jadi Pembahasan di Minggon Kecamatan Setu

Bekasi, desapedia.id – Masalah keamanan dan kesehatan menjadi pembahasan utama dalam kegiatan rapat minggon tingkat Kecamatan Setu yang dilaksanakan di Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (4/12/2019).

Rapat minggon merupakan rapat yang rutin dilaksanakan setiap seminggu sekali. Dalam rapat tersebut, hadir jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Setu, kepala desa atau perwakilannya dari sebelas desa di wilayah Kecamatan Setu, serta instansi terkait lainnya.

Sebagai informasi, Kecamatan Setu terdiri dari sebelas desa, diantaranya Desa Cibening, Ciledug, Lubang Buaya, Cijengkol, Burangkeng, Taman Rahayu, Taman Sari, Ragemanunggal, Muktijaya, Kertarahayu, serta Cikarageman.

Kapolsek Setu AKP Wahid Key dalam sambutannya mengatakan, untuk menekan angka kriminalitas, masyarakat diminta untuk lebih memperkuat pengamanan di wilayah desanya masing-masing. Salah satu caranya yaitu dengan memasang kamera closed circuit television (CCTV) di sejumlah titik. “Ini cukup penting untuk memantau ruang gerak orang yang berniat jahat,” kata Wahid.

Selain itu, Wahid juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan serta dalam mencegah peredaran narkoba. “Untuk penjualan pil excimer di wilayah Setu sudah kami atasi, tidak ada lagi yang menjual. Meski begitu, kami tetap membutuhkan laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Setu II, Isniyati Machmud, SKM., mengungkapkan adanya seorang anak yang terkena penyakit difteri pada bulan lalu. Anak itu, kata Isni, merupakan siswa dari sekolah swasta yang ada Desa Kertarahayu.

Mengetahui kondisi tersebut, pihaknya langsung turun tangan melakukan vaksinasi difteri kepada orang-orang yang dalam seminggu terakhir melakukan interaksi dengan anak tersebut. Hal ini dilakukan karena difteri merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kematian dan mudah menular. “Hampir 500 orang yang kami vaksinasi, mulai dari siswa hingga gurunya,” kata Isni.

Untuk menangani penderita difteri, lanjut Isni, membutuhkan biaya yang mahal dan hanya bisa ditangani oleh rumah sakit tertentu. Karena itu, pihak Puskesmas Setu II maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi berupaya dengan sebaik-baiknya untuk menyembuhkan anak si penderita difteri tersebut.

“Masalah lainnya, anak ini tidak memiliki BPJS dan kartu identitasnya di Kabupaten Cianjur. Tapi berkat koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dengan pihak Kabupaten Cianjur, biaya pengobatannya dapat dicover melalui Jamkesda,” tutur Isni. “Alhamdulillah, akhirnya bisa ditangani dan disembuhkan,” imbuhnya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Isni berpesan agar masyarakat tidak menyepelekan imunisasi dan harus memiliki kartu BPJS. “BPJS sangat penting sekali pada saat kita sakit,” tegas Isni.

Adapun Daris, bagian promosi kesehatan Puskesmas I Setu, meminta agar masyarakat  mewaspadai penyakit kusta dan AIDS. “Waspadai sedini mungkin dan pahami gejalanya, dan tolong diantisipasi dengan periksa ke puskesmas,” pesannya.

Menurut Daris, ada beberapa orang di wilayah kerja Puskesmas I Setu yang positif mengidap dua penyakit tersebut. “Sudah kami tangani,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Camat Setu, Nabrih Binin Saend mengharapkan agar ke depannya puskesmas di Kecamatan Setu memiliki fasilitas rawat inap. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sebagai penutup, Nabrih juga berharap agar nantinya dalam perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Bekasi, Kecamatan Setu mampu bersaing dengan kecamatan lainnya. “Saya ingin Setu ada namalah, harus ada yang juara,” harap Nabrih. (Nur Pulo)

Redaksi Desapedia