28.5 C
Jakarta
Sabtu, 11 Juli 2020
Beranda Parlemen Marwan Ja'far: Virus Corona Jangan Ganggu Investasi dan Ekonomi...

Marwan Ja’far: Virus Corona Jangan Ganggu Investasi dan Ekonomi Indonesia

Rekomendasi

Lainnya

    Raker dengan KPU dan Bawaslu, Komite I DPD RI Tetap Tolak Pilkada Serentak 2020

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan KPU...

    Tolak Pilkada Serentak 2020, Sikap Komite I Lebih Tegas dari Pimpinan DPD RI

    Jakarta, desapedia.id – Topik tentang pelaksanaan Pilkada Serentak Desember 2020 mewarnai sejumlah laporan reses para anggota Dewan Perwakilan Daerah...

    Ketua Komite I DPD RI: Jangan Pangkas Dana Desa, Alihkan Anggaran PUPR dan Alutsista untuk Penanganan Covid-19

    Jakarta, desapedia.id - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam situasi terkini menghadapi penyebaran virus Covid-19, melakukan kerja-kerja...

    Jakarta, desapedia.id – Pemberitaan terkait virus baru Corona seperti tidak terkendali, antara berita bohong (hoaks), konspiratif dan pendekatan ilmiah.

    Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar, hoaks Corona merebak karena warga masyarakat yang cenderung menyukai berita gosip-sensasional. Sedangkan informasi Corona bersubstansi ilmiah tentunya menyajikan secara lebih obyektif, tak apriori dan mencoba memberi solusi.

    “Karena itu saya mengingatkan, kita mesti merespon dan menyikapi menyangkut sejumlah perkembangan aspek kasus virus Corona baru secara rasional, tetap waspada dan tidak menambah kepanikan berlebihan,” kata anggota DPR RI Marwan Jafar kepada awak media, di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

    Marwan selaku Anggota Komisi VI DPR RI yang menjadi mitra BKPM dan Kementerian BUMN ini menegaskan, pemerintah juga perlu menjaga dan waspada agar efek virus Corona tidak mengganggu kinerja investasi dan menghambat roda perekonomian nasional.

    Sebab, lanjut Marwan, bagi Indonesia dan sejumlah negara, China merupakan mitra dagang besar serta strategis. “Mengapa? Sebab beberapa negara mulai khawatir, pengaruh wabah Corona yang juga sudah ditetapkan WHO sebagai epidemi darurat, bakal berdampak pada kinerja bidang ekonomi domestik mereka,” tuturnya.

    Hingga Minggu (2/2/2020) otoritas kesehatan China melaporkan korban jiwa akibat wabah ini terus bertambah. Persisnya, total sudah 361 orang telah meninggal di China akibat Corona virus jenis baru ini. Juga disebutkan, sebanyak 17.205 kasus terkonfirmasi Corona telah dilaporkan di 31 wilayah setingkat provinsi di China.

    Berita baiknya, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyatakan hingga Minggu malam waktu setempat, total 475 pasien virus mematikan itu telah sembuh dan dibolehkan pulang dari rumah sakit.

    Muncul sejak Desember 2019, virus yang memicu gangguan pernapasan ini telah menyebar luas di penjuru China. Virus ini juga diketahui telah menyebar hingga ke sedikitnya 24 negara. Selain China, sejumlah negara sudah melaporkan kasus Corona, yakni: Jepang, Filipina, Korsel, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Sri Langka, Nepal, Uni Emirat Arab, Australia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Finlandia dan Prancis. Di Filipina, satu orang meninggal dunia akibat virus ini sehingga total korban jiwa di seluruh dunia mencapai 362 orang.

    “Kita bersyukur belum muncul laporan resmi menyebut ada korban virus Corona di Indonesia. Smoga jangan ada. Kita juga mengapresiasi keputusan pemerintah mengevakuasi 245 WNI dari China dan memulangkan ke tanah air serta tetap mengkarantina mereka dua pekan di Natuna meski dinyatakan sehat,” tukas mantan Mendes PDTT ini.

    Sebelum memulangkan para WNI tersebut, pihak Kementerian Kesehatan telah menempuh langkah khusus mengantisipasi merebaknya wabah virus corona, yaitu menyiapkan 100 rumah sakit rujukan, kapsul evakuasi, mengaktifkan thermal scanner, dan membagikan kartu peringatan kesehatan atau health alert card di pintu masuk bandar udara dan pelabuhan ke Indonesia. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    72,347
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Dihadapan Menko Polhukam, Komite I DPD RI Dorong Peningkatan...

    Jakarta, desapedia.id – Pemerintah telah menetapkan Pademi Covid19 sebagai bencana Nasional dan telah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

    Raker dengan Menko Polhukam Masih Berlangsung, Komite I Sesalkan...

    Jakarta, desapedia.id – Sampai berita ini diturunkan, Komite I DPD RI masih menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menko Polhukam Mahfud MD melalui video conference. Dalam...

    Raker dengan Komite I, Menkominfo Ajak DPD RI Ikut...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja secara virtual meeting dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny...

    Setelah Gelar RDPU, Komite I Desak Pimpinan DPD RI...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I DPD RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) melalui virtual meeting dengan Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum...

    Pandangan Komite I DPD RI terhadap RUU Omnibus Law

    Jakarta, desapedia.id – Jelang digelarnya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) melalui virtual meeting Komite I DPD RI membahas RUU Omnibus Law pada hari ini...

    Berita Terkait