Desapedia

Lima Daerah Ini Sukses Jalankan Program Prukades

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) resmi melaksanakan program Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) di 102 kabupaten seluruh Indonesia.

Mengutip data Kemendes PDTT, Senin (9/4/2018), ada beberapa faktor yang mendorong dilaksanakannya program Prukades. Diantaranya, hampir 82,77 persen penduduk desa hidup di sektor pertanian. Selain itu desa harus fokus dengan satu produk unggulan.

“Dengan klasterisasi produk unggulan maka akan meningkatkan skala produksi. Dan besarnya skala produksi tentu akan menjadi daya tarik bagi investor pasca panen,” terang Kemendes PDTT.

Dari catatan Kemendes PDTT, ada beberapa daerah yang sukses menerapkan Prukades.

Pertama, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat yang berhasil memproduksi komoditas jagung. Tercatat, jagung jadi komoditas unggulan di Dompu sejak tahun 2011, dan produksinya mencapai 218.855 ribu ton.

“Rata rata pertumbuhan ekonomi tahun 2011-2015 capai 6 persen pertahun. Pada 2016, Dompu menempati urutan ke-2 dari 10 kabupaten dalam angka pertumbuhan ekonomi. Dan pahun 2010 lalu menempati urutan ke-9,” tulisnya.

Kedua, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan produksi belimbing, jambu merah, serta jambu kristal. Buah belimbing super yang dihasilkannya memiliki diameter 8-10 cm (ukuran normal 5-6 cm). Sedangkan jambu kristalnya memiliki diameter 10-12 cm. Dalam program ini Kemendes PDTT telah memfasilitasi kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan PT Trans Retail Indonesia.

Ketiga, Kabupaten Pandeglang, Banten dengan produksi jagung. Untuk lahan pengembangan jagung seluas 51.446 hektar dan telah ditanami 20.441 hektar. Sedangkan rata-rata produksinya mencapai 5 ton/hektar. “Diproyeksikan menjadi produsen jagung terbesar di Banten untuk dikirim ke Jakarta. Dan lima pihak sudah bertransaksi dalam pembelian jagung,” papar Kemendes PDTT.

Ke-empat, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dengan produksi jagung. Potensi pengembangannya seluas 20.000 hektar pada 9 kecamatan, dengan target 80.000 ton. “Produksi saat ini 467,5 ton dari 1679,48 hektar, dan Bulog siap bantu untuk gudang penyimpanannya,” terangnya.

Kelima, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara dengan produksi jagung, dan pengembangan di atas lahan seluas 26.000 hektar. “PT Salim Group dn PT Seger Agro Nusantara siap bantu dalam sarana pasca panen,” tulis Kemendes PDTT.

(Red)

Redaksi Desapedia