29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Daerah Lewati Kuartal Kedua, Dana Desa Tahap II di Papua...

Lewati Kuartal Kedua, Dana Desa Tahap II di Papua Tak Kunjung Cair

Rekomendasi

Lainnya

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Rawan Politik Uang, Pencegahan Korupsi Harus Dimulai dari Pilkades

    Palangkaraya, desapedia.id – Program keuangan desa menjadi yang terbaik diantara 6 rencana aksi strategis nasional pencegahan korupsi. Bukan hanya itu...

    Ini Penjelasan Kemendes PDTT Soal Gerakan Setengah Miliar Masker Desa

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah merilis Surat Menteri Desa Pembangunan Daerah...

    Jakarta, desapedia.id – Dana Desa tahap II tahun 2019 di Provinsi Papua hingga kini belum bisa dicairkan.

    Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Papua Petrus Rumere, saat dihubungi Desapedia.id, di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

    “Dana Desa tahap II sampai saat ini belum cair. Tapi saat ini sudah ada kampung (desa) yang hendak mencairkannya,” terang Petrus.

    Meski begitu, Dana Desa tahap II sudah sudah masuk di rekening pemerintah kabupaten. “Duitnya sudah parkir di rekening daerah,” jelasnya.

    Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 193/PMK.07/2018 tentang Pengelolaan Dana Desa, semestinya saat ini pencairan Dana Desa tahap II sudah disalurkan ke pemerintah desa.

    Dalam PMK tersebut dijelaskan, penyaluran Dana Desa dilakukan secara bertahap, dengan ketentuan sebagai berikut: a. tahap I paling cepat bulan Januari dan paling lambat minggu ketiga bulan Juni sebesar 20% (dua puluh persen); b. tahap II paling cepat bulan Maret dan paling lambat minggu keempat bulan Juni sebesar 40% (empat puluh persen) ; dan c. tahap III paling cepat bulan Juli sebesar 40% (empat puluh persen).

    Sebelumnya, keterlambatan pemerintah daerah dalam menyalurkan Dana Desa sempat membuat kesal Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo.

    Lewat Twitter, Eko mengungkapkan kecurigaannya bahwa ada pemerintah kabupaten yang dengan sengaja memperlambat pencairan Dana Desa.

    “Ada indikasi kabupaten tertentu menahan pencairan dana desanya untuk mendapatkan keuntungan bunga bank dari dana desa tersebut. Kalau benar, itu mengorbankan masyarakat,” tulis Eko diakun Twitter miliknya @EkoSandjojo pada Jum’at (19/7/2019).

    Tak main-main Eko menegaskan, “Saya akan menghubungi KPK dan penegak hukum lainnya untuk memastikan tidak ada penyelewengan dana desa.” (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Berbekal Laporan dari Inspektorat Daerah, Polri dan Kejaksaan Tangkap...

    Jakarta, desapedia.id – Korupsi Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) masih saja terus terjadi...

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri yang digelar pada Rabu (2/9)...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Transparansi Pemdes dan Partisipasi Warga Desa Menjadi Tolak Ukur

    Jakarta, desapedia.id – Pada medio Agustus 2020 lalu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pernah menuturkan di desapedia.id...

    Puskesmas Setu I Tes Swab 230 Orang dengan Risiko...

    Bekasi, desapedia.id - UPT Puskesmas Setu I melakukan tes swab terhadap 230 orang yang rentan terpapar virus Corona atau Covid-19. Pemeriksaan diprioritaskan terhadap warga...

    Berita Terkait