30.4 C
Jakarta
Rabu, 28 Juli 2021
Beranda Opini Kontradiksi Dana Desa

Kontradiksi Dana Desa

Dr. Sutoro Eko
Dr. Sutoro Eko
Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa - APMD

Rekomendasi

Lainnya

    Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Online

    Tidak ada seorang pun yang menduga dan mampu memprediksi bahwa tahun 2020 akan terjadi pandemi Covid-19 di seluruh negara....

    UU Desa: Lima Perubahan Pokok dan Tantangan Pelaksanaan ke Depan

    Undang-Undang tentang Desa adalah undang-undang pertama pasca-pencabutan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa yang diamanatkan oleh reformasi. Sebelumnya,...

    Debat Ideologi dan Perspektif tentang Desa

    Dalam banyak literatur dan praktik wacana, desa mempunyai banyak definisi, yang tampak netral dan obyektif. Para ahli geografi dan tata...

    Anda jangan pongah karena telah memberi Dana Desa (DD) sebesar 60 T, dan jangan merasa gagah perkasa karena membatalkan kenaikan DD. Besaran DD tidak sebanding dengan masalah yang dihadapi desa (beserta seluruh isinya), ibarat menggarami air laut.

    Bahkan besaran DD setiap tahun lebih kecil ketimbang duit yang dibelanjakan petani untuk bertani, berladang dan berkebun.

    Hakekat DD adalah dana transfer yang menjadi hak, kewenangan dan kewajiban desa. DD menjadi sumberdaya dan energi bagi berdesa yang di dalamnya mengandung spirit kemandirian, kerakyatan dan kemakmuran.

    Tetapi hakekat itu diubah menjadi instrumen/perangkat proyek yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat serta mengatasi ketimpangan layanan publik antardesa.

    Sebagai proyek maka DD harus diatur, diarahkan, ditarget, didata, dikendalikan, diawasi. Pengawasan dan antikorupsi sangat penting untuk antisipasi risiko kebocoran dan penyemalatan uang negara.

    Tetapi uang yang selamat bukanlah perubahan fundamental desa. Kepala desa yang bersih tanpa korupsi tetapi karena takut dan tidak berani ambil prakarsa, maka desa hanya terjebak dalam konservatisme dan involusi.

    Kalau di zaman tanam paksa kepala desa dibuat jadi “mandor tebu”, sekarang kepala desa dibikin jadi “mandor proyek”.

    Sebagai mandor, maka kades tidak pernah tumbuh jadi pemimpin, yang miskin kepekaan dan keberanian, bahkan menciptakan jarak politik antara kades dan rakyat.

    Kontradiksi antara hakekat dengan perangkat proyek atau antara kepentingan lokal dengan kepentingan pusat itu cepat atau lambat hanya akan berbuah kegagalan.

    Kesejatian desa tidak tumbuh karena dirusak oleh proyek. Proyek juga hanya mengubah wajah desa tetapi gagal mencapai tujuannya, sebab proyek itu tidak relevan dengan kesejatian desa.

    Kalau Anda tidak percaya, silakan belajar pada sejarah yang otentik, bukan sejarah yang terus berulang sebagai lelucon dan kedunguan.

    *) Opini ini adalah pandangan dan tanggung jawab penulis, bukan merupakan pandangan redaksi

    Dr. Sutoro Eko
    Dr. Sutoro Eko
    Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa - APMD

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    3,287,727
    Kasus Positif
    Updated on 28 July 2021 - 20:03 WIB 20:03 WIB

    Terpopuler

    Wabah Dan Kepala Daerah

    Pandemi Covid 19 telah melanda 215 negara, tidak terkecuali Indonesia. Di Indonesia sendiri wabah ini telah berjangkit di semua...

    Negara yang Mengubah, Merusak, dan Menindas Desa

    "Kami harus menghancurkan desa dengan tujuan untuk menyelamatkannya,” demikian ungkap tentara Amerika ketika melakukan serangan terhadap desa-desa di Vietnam (New York Times, 8 February...

    Komunitas Malinau Milenial Mandiri (M3) Siap Mendongkrak Literasi ...

    Penulis : Lisa, Pegiat Literasi Kalimantan Utara, Tinggal di Tarakan Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan...

    Menjadikan Persampahan Seperti Kesehatan, Pendidikan, Pengelola Kawasan dan Lisensi,...

    Karakteristik pelayanan persampahan saat ini hampir sama seperti kesehatan, yaitu 7 kali dalam seminggu, dan tersedia 24 jam / harinya.  Kira-kira, kesamaan ini dikarenakan...

    UU Desa untuk Kedaulatan Desa ?

    Berlakunya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, memuat konsep-konsep baru yang mendorong desa bertransformasi menjadi sebuah entitas yang bertenaga secara sosial, berdaulat secara...

    Berita Terkait