Desapedia

Ketum Apdesi Angkat Bicara soal Polemik Kades Munirwan

Ketua Umum DPP Apdesi, Sindawa Tarang (kanan) bersama Presiden RI, Joko Widodo. (Dok)

Jakarta, desapedia.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi), Sindawa Tarang, ikut prihatin dengan kasus yang menimpa Munirwan, Geuchik (Kepala Desa) Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Aceh.

Menurut Sindawa, pihak- pihak terkait harus mengkaji kembali permasalahan Kades Munirwan tersebut.

“Di sini (permasalahan Munirwan) yang keliru itu Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Kalau persoalan hanya karena belum bersertifikat, mestinya dia mengambil langkah cepat. Jangan hanya karena faktor ego, orang yang melakukan inovasi-inovasi seperti yang kita harapkan bersama, malah justru [Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh] mengambil jalan pintas seperti itu. Jelas ini mematikan inovasi dan kreatifitas dari teman-teman (kades),” kata Sindawa kepada Desapedia.id, di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Dengan inovasi yang dilakukan Munirwan, lanjut Sindawa, seharusnya Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh merasa bangga, bukan justru sebaliknya. “Kami sangat prihatin atas kejadian seperti ini,” ungkapnya. “Mungkin bukan lagi zamannya aturan yang kadang-kadang menghambat,” sambungnya.

Dia juga menegaskan, Apdesi siap memberikan advokasi terhadap Munirwan. “Jika diperlukan kami akan menyurati Kapolri, yang nanti ditembuskan ke Polda setempat,” ucapnya.

Sebagai informasi, Polda Aceh menahan Munirwan setelah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (23/7/2019).

Kabar terakhir, Jum’at (26/07/2019, Polda Aceh mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Munirwan, yang diajukan Kualisi NGO HAM.

Permasalahan Munirwan terkait dugaan tindak pidana memproduksi dan mengedarkan (memperdagangkan) secara komersil benih padi jenis IF8 yang belum dilepas varietasnya dan belum disertifikasi (berlabel).

Kasus itu diadukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Selama ini Munirwan sudah berhasil mengembangkan padi jenis IF8 di daerahnya dengan hasil melimpah setiap kali panen.

Bahkan, dengan inovasinya Desa Meunasah Rayeuk terpilih menjadi juara II Nasional Inovasi Desa yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo.

Karena keberhasilan itu, permintaan masyarakat terhadap bibit tersebut menjadi banyak.

Sehingga Desa Meunasah Rayeuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai wadah dalam melakukan jual beli bibit tersebut.

Namun tiba-tiba Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaporkan  Munirwan dengan delik aduan telah mengomersilkan benih padi jenis IF8 yang belum berlabel. (Red)

Redaksi Desapedia

Tambahkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.