26.1 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli 2020
Beranda Desa Kenormalan Baru Jadi Tantangan Bagi Desa, Ini yang Harus...

Kenormalan Baru Jadi Tantangan Bagi Desa, Ini yang Harus Disiapkan

Rekomendasi

Lainnya

    Dana Desa Tetap Ada, Tahun 2021 Dianggarkan Rp 72 Triliun  

    Jakarta, desapedia.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjawab keraguan berbagai pihak perihal masa depan...

    Akhmad Muqowam Sesalkan UU No. 2/2020 Mencabut Dana Desa

    Jakarta, desapedia.id – Pada pasal 28 angka 8 UU Nomor 2/2020 berbunyi: Pada saat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini...

    UU Nomor 2 tahun 2020 Menghilangkan Kewenangan Lokal Berskala Desa

    Jakarta, desapedia.id – Mantan Wakil Ketua DPD RI yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk pembentukan...

    Jakarta, desapedia.id – New Normal atau kenormalan baru juga akan dihadapi oleh desa–desa diseluruh Indonesia ditengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah. Kenormalan baru akan menjadi tantangan bagi desa, sehingga dibutuhkan kesiapan masyarakat dan pemerintahan desa.

    Dalam menghadapi kenormalan baru ini, pegiat desa yang juga menjabat sebagai Board of Director Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro), Rohidin Sudarno memberikan beberapa masukan.

    Pertama, secara umum, lanjut Rohidin, desa–desa harus menyeimbangkan antara peningkatan produksi dan efisensi untuk konsumsi tingkat desa. karena itu Pemerintah Desa (Pemdes) harus mengubah dokumen perencanaan seperti dokumen RKPDes dan APBDes Perubahan untuk memprioritaskan belanja dan alokasi sumber daya yang lebih efisien dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan yang mendesak dan prioritas.

    Kedua, Rohidin melanjutkan penjelasannya kepada desapedia.id pada hari ini (11/6), desa– desa menggiatkan sumber–sumber dan potensi ekonomi desa dan supradesa yang terbukti “tahan” pada situasi pandemi seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan.

    “Yang ketiga menurut saya adalah mendorong kerjasama dengan desa lain dan supradesa sebagai satu kesatuan ekonomi kawasan perdesaan yang saling bantu dan dukung. Minimal untuk ketahanan pangan, jaring pengaman sosial dan sumber ekonomi produktif”, ungkap Rohidin.

    Rohidin menambahkan, selebihnya tentu saja menggiatkan kerja mandiri dan swasembada seperti pemanfaatan lahan yang terbengkalai untuk pertanian dan perikanan hidroponik rumah tangga. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    64,958
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    UU Nomor 2 tahun 2020 Menghilangkan Kewenangan Lokal Berskala...

    Jakarta, desapedia.id – Mantan Wakil Ketua DPD RI yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR RI untuk pembentukan...

    DPD RI dan IPB University Gelar FGD Bahas RUU...

    Bogor, desapedia.id – Panitia Perancang Undang–Undang (PPUU) DPD RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Uji Sahih Rancangan Undang-undang Badan Usaha Milik Desa...

    Dukung Kebijakan Pemerintah, Papdesi Minta Semua Pihak Hentikan Perdebatan...

    Jakarta, DESAPEDIA.ID - Perdebatan dan polemik dana desa yang bersumber dari APBN masih saja terus bergulir seiring dengan terbitnya pasal 28 angka 8 di...

    Ingin Regulasi Dorong Kemandirian Desa, Mendes PDTT: Masukan dari...

    Yogyakarta, desapedia.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar sambangi Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (27/6/2020). Menteri Desa menghadiri penandatanganan kesepahaman bersama...

    Aturan Dana Desa di UU No. 2/2020 Digugat ke...

    Jakarta, desapedia.id – Pasal 28 angka 8 dalam UU Nomor 2 tahun 2020 tentang Penetapan Perpu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas...

    Berita Terkait