34.8 C
Jakarta
Kamis, 13 Mei 2021
Beranda Nasional Kemendes PDTT Siap Jadi Agen Perubahan Pengentasan Kemiskinan

Kemendes PDTT Siap Jadi Agen Perubahan Pengentasan Kemiskinan

Rekomendasi

Lainnya

    Mengintip Geliat Bisnis BUMDes di Nganjuk dan Kutai Kartanegara

    Jakarta, desapedia.id – Pandemi Covid–19 dalam dua tahun terakhir ini telah meluluhluntahkan perekonomian Indonesia dan dunia. Namun demikian, ditengah...

    Permendes Tinggal Tunggu Pengesahan, Mendes PDTT: Kalau Sudah Selesai Semua, BUMDes Bisa Usaha Apa Saja, Seperti PT

    Jakarta, desapedia.id – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). PP...

    Jalan-jalan Dapat Hadiah? Yuk, Ikutan Lomba Foto Desa Wisata

    Jakarta, desapedia.id - alan-jalan alias piknik terus dapat hadiah? Pasti mau, dong! Nah, ikuti lomba foto desa wisata yang...

    Jakarta, desapedia.id – Kemendes PDTT Siap Jadi Agen Perubahan Pengentasan Kemiskinan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menguatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) seluruh pegawainya. Selain sebagai upaya mempercepat reformasi birokrasi, penguatan SDM juga merupakan bagian dari pembentukan karakter pegawai untuk siap menjadi agen perubahan pengentasan kemiskinan di desa-desa.

    “Karenanya saya mengalokasikan cukup banyak anggaran untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan SDM di kementerian kita ini. Sehingga kementerian ini bisa menjadi agen perubahan atau fasilitator untuk mengentaskan kemiskinan, pengurangan desa-desa tertinggal serta meningkatkan desa berkembang di Indonesia,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, pada acara Ministerial Lecture “Leadership Strategic Management Coaching Executive Development Program” di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, belum lama ini.

    Menteri Eko menambahkan, sebagai kementerian strategis yang bertugas untuk percepatan pembangunan desa, penting bagi para pegawai untuk memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik.

    Kapasitas tersebut, lanjutnya, akan membantu para pengambil keputusan mengambil kebijakan yang tepat sasaran. Dirinya pun mengapresiasi komitmen para pegawai yang menunjukkan perubahan dalam tiga tahun ini.

    “Dan perubahan tidak akan berhenti karena tuntutan itu selalu bertambah. Tingkatkan terus kapasitas supaya tidak tertinggal. Perubahan itu tentunya perlu jiwa kepemimpinan di semua level. Leadership perlu pengetahuan. Pimpinan harus terus dilatih dan diisi supaya tidak tertinggal dan rendahkan hati untuk terus belajar. Akan ada sekolah di Tanri Abeng University (TAU) supaya tindak lanjut kinerja lebih cepat,” sambungnya.

    Sementara itu, pakar manajemen yang juga merupakan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Soeharto, Tanri Abeng, menegaskan pentingnya memahami konsep-konsep kepemimpinan dalam upaya percepatan reformasi birokrasi. Menurutnya, reformasi tidak akan jalan jika tidak memenuhi tiga hal, yaitu strukturnya harus benar, metode perubahan yang benar, serta pemimpinnya benar.

    “Reformasi birokrasi memang tidak mudah. Reformasi juga berarti mendidik orang-orangnya. Kalau orang-orangnya tidak termotivasi, pola pikirnya tidak akan berubah. Ini kembali kepada komitmen seorang pemimpin,” terangnya.

    Dirinya melanjutkan, pemimpin yang ingin melakukan reformasi itu harus mengesampingkan kepentingan pribadi, mengutamakan organisasi, serta berpikiran mengenai apa yang bisa ia tinggalkan di dalam organisasi itu.

    “Pak Eko banyak pengalaman di entrepreneurial society. Beliau sangat mampu melakukan reformasi ini. Dan saya senang bahwa anggotanya diberikan kesempatan untuk belajar lagi. Tidak banyak pemimpin yang memberikan kesempatan kepada pegawainya untuk bisa belajar lagi. Kan biasanya orang birokrat itu pinter-pinter, jadi gak perlu belajar lagi,” selorohnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi mengatakan, adanya Ministerial Lecture menjadi media belajar dan tukar pikiran bagi para pegawai di lingkungan Kemendes PDTT untuk mentransformasi situasi krisis menjadi suatu peluang. Anwar berharap, forum ini mampu memberikan kreativitas yang meningkatkan kinerja.

    “Tindaklanjutnya, kita akan bekerjasama antara Tanri Abeng University (TAU) untuk peningkatan kapasitas internal agar para pegawai memiliki kompetensi seperti pegawai swasta atau wirausahawan. Kita akan membangun kembali pola kompetensi yang ada di kementerian ini,” pungkasnya. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,728,204
    Kasus Positif
    Updated on 13 May 2021 - 13:00 WIB 13:00 WIB

    Indeks Berita

    Mendes PDTT Minta Pendamping Serius Lakukan Pendataan, PLD Beberkan...

    Jakarta, desapedia.id – Sebagai tindak lanjut dari amanat Permendes PDTT nomor 21 tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan...

    Ini yang Membuat Pemdes Mampu Menyerap Dana Desa 2020...

    Jakarta, desapedia.id – Dari perjalanan dana desa selama 6 tahun terakhir, penyerapan dana desa tahun 2020 oleh Pemerintah Desa di seluruh Indonesia adalah yang...

    Menteri Desa PDTT Minta Pertamina Fasilitasi BUMDes Jadi Mitra...

    Jakarta, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar meminta PT Pertamina memberikan peluang kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)...

    Beromzet Hingga Rp274 Miliar, Wamendes Budi Arie Minta Ratusan...

    Jakarta, desapedia.id – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi mengatakan, Provinsi Bali memiliki 588 Badan Usaha Milik...

    Menko Luhut Minta DPD RI Dukung Penyelesaian Masalah Penguasaan...

    Jakarta, desapedia.id – Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin bersama Anggota DPD RI lainnya menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves),...

    Berita Terkait