29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Desa Kemendagri Siap Edarkan 74 Ribu Buku Saku Desa Tangguh...

Kemendagri Siap Edarkan 74 Ribu Buku Saku Desa Tangguh Bencana Lawan COVID-19 karya Akademisi UI

Rekomendasi

Lainnya

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Di Webinar Nasional Unhan, Prof Djo Usulkan Pilkada Melalui Pemilihan oleh DPRD Selama Masa Pandemi

    Jakarta, desapedia.id – Penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di 270 wilayah kabupaten/kota dan propinsi tahun ini berada...

    Wakapolri: Penanganan Korupsi Dana Desa Diupayakan Langkah Pencegahan Sejak Awal

    Jakarta, desapedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan beberapa kebijakan dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. Salah...

    Jakarta, desapedia.id – Para akademisi Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi menghasilkan sebuah buku berjudul “Buku Saku Desa Tangguh Bencana Lawan COVID-19”.

    Peluncuran dan pembedahan buku dilakukan secara daring pada Rabu (5/8) yang dihadiri oleh Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri De. Nata Irawan, Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D, Kepala Desa Tammangalle Sulawesi Barat Husain Nawawi, S.IP, serta tim penyusun buku. Bedah buku dipandu oleh moderator Dedi Supratman, SKM, MDM.

    Sebanyak 74.953 desa akan menerima buku saku ini, baik buku fisik maupun versi digital atau e-book.

    Buku saku ini akan menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan desa, mulai dari Kepala Desa sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Badan Kerjasama Desa, TP-PKK Desa, Posyandu, Kader Kesehatan, Warga Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, Satuan Keamanan Lokal meliputi Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Petugas Puskesmas.

    Tim penyusun terdiri dari Dr. Rachma Fitriati (Fakultas Ilmu Administrasi), Dr. Robiana Modjo (Fakultas Kesehatan Masyarakat UI/FKM UI dan Ka PAKKI), Prof. dra. Fatma Lestari (FKM UI & Disaster Risk Reduction Center/DRRC) UI), dr. Adang Bachtiar (FKM UI & IAKMI), serta Debby Paramitasari, M.DisMgt (DRRC UI, penyunting buku).

    Pada kesempatan peluncuran buku, Doni Monardo menuturkan, program pencegahan harus menjadi program utama dan unggulan. Untuk itu, perlu memanfaatkan seluruh media untuk edukasi, sosialisasi, dan mitigasi. Media berperan dalam sosialisasi dan edukasi dengan persentase 63%.

    Program pencegahan akan dilakukan bersama-sama dengan tokoh masyarakat, agama, partai politik, hingga di tingkat RT-RW, dengan melibatkan para akademisi serta pakar sosial seperti antropolog, sosiolog, dan psikolog.

    Letjen Doni menambahkan, program pencegahan dengan mengedepankan pendekatan berbasis kearifan lokal. Diperlukan kedisiplinan individu untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini, namun disiplin kolektif menjadi paling penting. Sudah banyak contoh baik dari penerapan Kampung Tangguh COVID-19.

    “Kami berharap buku ini dapat menjadi pegangan aparat desa di dalam memberikan sosialisasi dan mitigasi COVID-19”, ujar Doni.

    Sementara itu, Dirjen Nata Irawan, mewakili Menteri Dalam Negeri RI, menuturkan, Menteri Tito Karnavian menyambut baik kehadiran buku saku ini. Diharapkan kehadiran buku ini dapat memberi manfaat besar bagi pemerintah desa dalam mengambil langkah dan kebijakan di dalam menghadapi pandemi COVID-19.

    Nata Irawan menyebutkan, Kementerian Dalam Negeri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memasuki Adaptasi Kehidupan Baru (AKB). Pemerintah desa harus membangun program unggulan khas desa masing-masing untuk mengantarkan seluruh masyarakat desa untuk masuk ke pintu gerbang perubahan.

    Nata Irawan menegaskan, kolaborasi yang terjadi saat ini, merupakan penerapan kolaborasi penta helix antara pemerintah seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, BNPB, dengan masyarakat, akademisi UI, serta media.

    “Sebagai penutup, Saya selaku Dirjen Bina Pemerintahan Desa kembali menegaskan bahwa buku terbitan Penerbit Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri ini akan menjadi pedoman bagi seluruh Pemerintah Desa untuk memastikan seluruh desa di Indonesia memiliki kemampuan untuk menuju Tatanan Normal Baru, yaitu Produktif dan Aman COVID-19”, tegas Nata.

    Pada kesempatan yang sama, Rektor UI Prof. Ari menyampaikan, Buku Saku Desa Tangguh Bencana Lawan COVID-19 ini merupakan wujud kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UI dengan Kemendagri, Gugus Tugas, Kementerian Kesehatan dan BNPB.

    “Susutnya aktivitas ekonomi di kota besar akibat COVID-19 memicu gelombang pengangguran sehingga meningkatkan gelombang pulang kampung. Maka dari itu, UI terpanggil melaksanakan riset pengabdian masyarakat bertemakan COVID-19, diantaranya riset membangun model penta helix untuk pengendalian bencana rekayasa sosial desa tangguh dengan perspektif preventif dan promotif. Diharapkan buku ini dapat menjadi pedoman dan pegangan di dalam mengambil langkah dan kebijakan untuk desa-desa di Indonesia”, ungkap Rektor UI.

    Dalam pemaparannya, salah satu Tim Penyusun Buku Saku, Dr. Rachma Fitriati mengatakan bahwa buku ini adalah bentuk kontribusi UI bagi pemangku kepentingan di Desa yang tentunya membutuhkan pedoman untuk menjadi acuan bersama.

    “Di dalam buku ini kami memberikan beberapa tips dan strategi praktis dalam mencegah penularan COVID-19, seperti cara melakukan physical distancing, isolasi mandiri, edukasi terkait virus COVID-19, termasuk dalam menghadapi era “Normal Baru” dan Adaptasi Kebiasaan Baru,” ujar Rachma.

    Rachma juga menyebutkan bahwa desa merupakan pertahanan terdepan dalam Desa Tangguh Bencana lawan COVID-19.

    “Desa harus berlomba untuk melakukan yang terbaik guna menangkal bencana non-alam, secara bersama, dari pusat sampai daerah dengan pendekatan preventif promotif. Kami mengusulkan, sebagai contoh, Satu Desa Satu Tenaga Kesehatan Masyarakat”, kata Rachma.

    Anggota Tim Penyusun lainnya, Prof. Fatma Lestari menambahkan, buku ini merupakan pedoman bagi perangkat desa di dalam menyiapsiagakan desa menjadi tangguh dan mandiri di dalam menghadapi potensi bencana dan krisis atas akibat pandemi COVID-19.

    “Diharapkan desa di Indonesia mampu menghadapi dan memulihkan sendiri. Penyusunan buku dilakukan melalui penggalian ide dari semua pemangku kepentingan desa dan juga telaah literatur dari berbagai sumber. Diharapkan buku saku ini benar-benar dapat menjadi suatu buku panduan yang padat, mudah dipahami dan diimplementasikan pada seluruh pemangku kepentingan di desa tentang bagaimana menghadapi pandemi COVID-19,” kata Prof. Fatma Lestari menambahkan. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Komite I DPD RI Meminta Kemendes PDTT Sederhanakan Regulasi

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) secara virtual dengan...

    Raker dengan Komite I DPD RI, Mendes Abdul Halim...

    Jakarta, desapedia.id – Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi...

    Wakapolri: Penanganan Korupsi Dana Desa Diupayakan Langkah Pencegahan Sejak...

    Jakarta, desapedia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan beberapa kebijakan dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. Salah satunya adalah penanganan korupsi Dana...

    Dihadapan Komisi II DPR RI, Kemendagri Ungkap Puluhan Ribu...

    Jakarta, desapedia.id – Dalam Rapat Kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Kementerian Dalam Negeri yang digelar pada Rabu (2/9)...

    Pemdes Terlalu Sibuk dengan Laporan, Pendamping Desa: Karena Terlalu...

    Purbalingga, desapedia.id – Terlalu banyaknya regulasi telah membuat Pemerintah Desa (Pemdes) menjadi sibuk dengan penyusunan berbagai laporan kegiatan dan program. Sehingga kondisi ini berdampak...

    Berita Terkait