33.1 C
Jakarta
Sabtu, 12 Juni 2021
Beranda Opini Jokowi "Bapak Rakyat" Sejati

Jokowi “Bapak Rakyat” Sejati

Dr. Sutoro Eko
Dr. Sutoro Eko
Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa - APMD

Rekomendasi

Lainnya

    UU Nomor 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

    Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang...

    Pemerintah Harus Menerbitkan Kembali Permendagri No. 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah, Segera!

    Buruknya pelayanan persampahan di kabupaten dan kota di Indonesia sudah menjadi perihal umum. Sampah-sampah yang ada di perkotaan di...

    Jungkir Balik Regulasi Pelaksanaan UU Desa

    Regulasi merupakan sebuah produk politik kelembagaan, yang di dalamnya mengandung kehendak politik, insentif politik, hasrat kekuasaan, nilai, pengetahuan, dan...

    Presiden Joko Widodo dalam tempo 4 tahun, telah berjuang keras melakukan “cuci piring” yang kotor dan berantakan bekas pesta besar, sekaligus memberesi banyak pekerjaan rumah yang mangkrak. Namun Presiden masih sulit melakukan perubahan fundamental atas sejuta masalah berat yang diwariskan oleh sejarah 400 tahun.

    Selama 4 tahun Presiden Jokowi memperoleh pujian dan dukungan, namun juga dapat kritik, harapan, komplain, protes, bahkan umpatan dan caci maki.

    Beliau hadir sebagai pemimpin yang optimis dalam mengelola kritik, harapan dan caci maki dengan tenang dan dewasa. Kadang beliau hadir sebagai politisi yang baku klaim, “klaim berbalas klaim”, untuk melawan para lawan politiknya.

    Semua ini hal yang lumrah, sebab politik merupakan arena bagi warga untuk bersuara, sekaligus juga panggung untuk adu kekuatan dan medan untuk bertarung. Skeptisisme juga penting dan wajar sebagai kekuatan pengimbang agar optimisme tidak terjebak dalam cerita sukses yang semu.

    Saya tetap berjuang mendukung Jokowi secara bermartabat, tanpa harus menjadi cebong, tanpa harus mencaci-maki Prabowo-Sandi. Saya sangat hormat kepada Prabowo-Sandi, sebagai dua anak bangsa yang berjuang gigih untuk kemenangan Indonesia.

    Namun mendukung Jokowi bukan berarti harus menjilat dan memuji, sebab keduanya bermakna memangku, dan memangku — dalam tradisi Jawa — berarti membunuh.

    Saya berharap Jokowi 2019-2024, yang punya modalitas politik kuat, dapat melakukan perubahan lebih fundamental. Setidaknya beliau bisa bekerja secara ideologis meletakkan batu landasan yang kokoh untuk mengubah “negara lama” warisan panjang 400 tahun, menjadi “negara baru” yang dimandatkan konstitusi dan 20 tahun reformasi.

    Saya tidak ingin Jokowi hanya dikenang sebagai “bapak infrastruktur” tetapi sebagai “bapak rakyat” yang sejati. Saya juga berharap Jokowi tidak hanya mengukir cerita sukses tentang “proyek Dana Desa”, tetapi jauh dari itu, memperkuat “desa baru” yang bersendikan: ketahanan, kemandirian, kerakyatan, kemakmuran dan kemajuan.

    *) Opini ini adalah pandangan dan tanggung jawab penulis, bukan merupakan pandangan redaksi

    Dr. Sutoro Eko
    Dr. Sutoro Eko
    Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa - APMD

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    1,894,025
    Kasus Positif
    Updated on 12 June 2021 - 12:35 WIB 12:35 WIB

    Terpopuler

    Pembangunan Sarana Air Bersih Berbasis Masyarakat Dan Pembentukan Peraturan...

    UU No 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa mensyaratkan penguatan kelembagaan desa. Penguatan kelembagaan tidak bisa lagi semata mengandalkan...

    4 Masalah Struktural Pengelolaan Persampahan

    Saat ini, Indonesia masih berada di urutan ke-2 di dunia setelah China, dalam hal kebocoran plastik di lautan. Nominasi ini telah menjadi penentu utama...

    Komunitas Malinau Milenial Mandiri (M3) Siap Mendongkrak Literasi ...

    Penulis : Lisa, Pegiat Literasi Kalimantan Utara, Tinggal di Tarakan Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan...

    Dari Jendela Nurani Menuju Bangkok

    Penilaian sebagai penulis buku Jendela Nurani yang dilakukan secara independen oleh Media Guru telah membawa saya Caroline, pimpinan LKP Caroline Salon dan Spa, Praya,...

    Kontradiksi Kelembagaan dalam UU Desa

    Pelaksanaan sebuah undang-undang bukan hanya mencakup pemahaman akan content of law, tetapi juga membutuhkan structure of law. Menurut lensa structure of law, pelaksanaan undang-undang...

    Berita Terkait