29.5 C
Jakarta
Minggu, 13 September 2020
Beranda Opini Jokowi "Bapak Rakyat" Sejati

Jokowi “Bapak Rakyat” Sejati

Dr. Sutoro Eko
Dr. Sutoro Eko
Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa - APMD

Rekomendasi

Lainnya

    Negara yang Mengubah, Merusak, dan Menindas Desa

    "Kami harus menghancurkan desa dengan tujuan untuk menyelamatkannya,” demikian ungkap tentara Amerika ketika melakukan serangan terhadap desa-desa di Vietnam...

    UU Nomor 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

    Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang...

    Dilema Pemerintah Dalam Penanganan Kasus Covid 19

    Virus Corona atau yang di kenal dengan istilah Covid-19, merupakan isu yang menjadi perbincangan Dunia Internasional. Bagaimana tidak, Virus...

    Presiden Joko Widodo dalam tempo 4 tahun, telah berjuang keras melakukan “cuci piring” yang kotor dan berantakan bekas pesta besar, sekaligus memberesi banyak pekerjaan rumah yang mangkrak. Namun Presiden masih sulit melakukan perubahan fundamental atas sejuta masalah berat yang diwariskan oleh sejarah 400 tahun.

    Selama 4 tahun Presiden Jokowi memperoleh pujian dan dukungan, namun juga dapat kritik, harapan, komplain, protes, bahkan umpatan dan caci maki.

    Beliau hadir sebagai pemimpin yang optimis dalam mengelola kritik, harapan dan caci maki dengan tenang dan dewasa. Kadang beliau hadir sebagai politisi yang baku klaim, “klaim berbalas klaim”, untuk melawan para lawan politiknya.

    Semua ini hal yang lumrah, sebab politik merupakan arena bagi warga untuk bersuara, sekaligus juga panggung untuk adu kekuatan dan medan untuk bertarung. Skeptisisme juga penting dan wajar sebagai kekuatan pengimbang agar optimisme tidak terjebak dalam cerita sukses yang semu.

    Saya tetap berjuang mendukung Jokowi secara bermartabat, tanpa harus menjadi cebong, tanpa harus mencaci-maki Prabowo-Sandi. Saya sangat hormat kepada Prabowo-Sandi, sebagai dua anak bangsa yang berjuang gigih untuk kemenangan Indonesia.

    Namun mendukung Jokowi bukan berarti harus menjilat dan memuji, sebab keduanya bermakna memangku, dan memangku — dalam tradisi Jawa — berarti membunuh.

    Saya berharap Jokowi 2019-2024, yang punya modalitas politik kuat, dapat melakukan perubahan lebih fundamental. Setidaknya beliau bisa bekerja secara ideologis meletakkan batu landasan yang kokoh untuk mengubah “negara lama” warisan panjang 400 tahun, menjadi “negara baru” yang dimandatkan konstitusi dan 20 tahun reformasi.

    Saya tidak ingin Jokowi hanya dikenang sebagai “bapak infrastruktur” tetapi sebagai “bapak rakyat” yang sejati. Saya juga berharap Jokowi tidak hanya mengukir cerita sukses tentang “proyek Dana Desa”, tetapi jauh dari itu, memperkuat “desa baru” yang bersendikan: ketahanan, kemandirian, kerakyatan, kemakmuran dan kemajuan.

    *) Opini ini adalah pandangan dan tanggung jawab penulis, bukan merupakan pandangan redaksi

    Dr. Sutoro Eko
    Dr. Sutoro Eko
    Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa - APMD

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    - Advertisement -Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    210,940
    Kasus Positif

    Terpopuler

    Mendampingi Desa Menjadi Subyek Perubahan

    Pembinaan, pengawasan dan  pendampingan  desa menjadi tema penting yang perlu dibicarakan berkenaan dengan implementasi UU No. 6 tahun 2014...

    Kualitas Kepemimpinan Presiden Jokowi Di Tengah Pandemi Covid-19: Efektifkah?

    Kepemimpinan seringkali dikatakan sebagai cara seorang pemimpin mempengaruhi orang lain pada suatu organisasi. Lingkup kepemimpinan dapat bergradasi dari lingkup kecil, bahkan sampai lingkup yang...

    Refungsionalisasi Desa Sebagai Soko Guru Ketahanan Pangan Nasional

    Abstrak Pandemik Covid 19 telah mengubah pola rantai pasokan pangan baik nasional maupun internasional. Impor pangan tidak lagi dapat menjadi pilihan di tengah pembatasan jalur...

    Gagasan Baru Menuju Normal

    Dampak covid mulai saat ini hingga yang akan datang masih menyimpan banyak misteri, bamyak kasus mulai dari desa hingga perkotaan terjadinya sangat dinamis dan...

    Menyoal Wewenang Pemberhentian Kepala Daerah oleh Pemerintah Pusat

    Beberapa waktu yang lalu, isu politis muncul di media sosial, menyoal ketentuan dalam draf Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja yang mengatur bahwa Mendagri dapat...

    Berita Terkait