34.3 C
Jakarta
Minggu, 26 September 2021
BerandaNasionalIntegrasi Posyandu untuk Tingkatkan Pelayanan Praktis Bagi Warga Desa

Integrasi Posyandu untuk Tingkatkan Pelayanan Praktis Bagi Warga Desa

Rekomendasi

Lainnya

    Jakarta, desapedia.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim iskandar menjadi pembicara pada kegiatan Webinar “Mengembangkan Puskesos – SLRT: Mengawal Reformasi Sistem Perlindungan Sosial Nasional” dengan Materi Kolaborasi Perlindungan Sosial Melalui Puskesos – SLRT di Tingkat Desa secara virtual, Kamis (12/08/21).

    Halim memaparkan, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan pembangunan desa yaitu pertama yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia, kedua meningkatkan pelayanan publik di desa, ketiga penanggulangan kemiskinan, dan Keempat masyarakat desa jadi subyek pembangunan.

    “Itulah saya selalu berusaha untuk bangun kepercayaan diri bahwa desa itu bisa dipercaya dan bisa lakukan sesuai dengan amanat UU Desa,” kata Halim Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima desapedia.id.

    Setiap tahun, lanjutnya, Kemendes PDTT selalu menyusun Peraturan Menteri Desa untuk penentuan prioritas Dana Desa.

    Prinsip dalam Permendes itu berbicara soal penurunan kemiskinan dan peningkatan pelayanan serta perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan.

    Salah satunya dengan lakukan pemutakhiran data desa yang nantinya diharapkan mulai tahun 2022, perencanaan pembangunan desa berbasis pada masalah yang dihadapi oleh masyarakat dengan dukungan data, bukan keinginan elit desa.

    Hingga 11 Agustus, SDGs Desa yang dikumpulkan oleh 1.504.168 relawan, telah terhimpun Informasi desa sebanyak 43.232 desa atau 58 persen yang terdiri dari 464.402 Rukun Tetangga, 29.089.189 keluarga atau 94 persen dengan 86.059.356 jiwa atau 73 persen.

    Doktor Honoris Causa dari UNY ini, menambahkan, dengan integrasi data desa itu maka perlu dilakukan integrasi pelayanan terhadap masyarakat desa.

    Pelayanan terintegrasi atau terpadu dibutuhkan. Sebab, kata Halim Iskandar, beragamnya kebutuhan warga olehnya dibutuhkan praktis dan bisa dipenuhi dengan cepat.

    “Olehnya perlu layanan terpadu yang langsung menyentuh kesejahteraan warga dan berada dekat pemukiman,” ujarnya.

    Pilihannya ada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang memang selama ini aktif mengundang partisipasi warga dan didukung oleh Perangkat Desa. “Posyandu ini mampu memberikan layanan kepada warga desa dengan memadukan kerja-kerja di SDGs Desa,” kata pria yang akrab disapa Gus Halim ini.

    Hal ini merujuk pada data terdapat 660.116 posyandu atau sekitar 9 pos per desa). Sismatikanya 245.718 posyandu aktif bulanan, 130.107 posyandu aktif dua bulanan dan 284.291 posyandu dengan aktivitas tidak terjadwal dengan partisipasi warga di 70.086 desa atau setara 93 persen.

    Pendanaan Posyandu pun sumber dari APB Desa, iuran warga dan pendanaan lain seperti dari Pemda, perusahaan dan dan lainnya.

    Gus Halim memaparkan, fungsi awal Posyandu terfokus pada Kesehatan ibu dan anak, persoalan gizi, imunisasi dan program keluarga berencana.

    “Tapi integrasi layanan Posyandu saat ini sudah berupa Posyandu Remaja, Lansia, Posyandu Jiwa dan Layanan Disabilitas,” katanya.

    Bahkan, kata dia, Posyandu juga berperan dalam pelayanan stunting dan ikut berperan aktif saat pandemi Covid-19 melanda desa. Posyandu diyakini bisa memberikan pelayanan praktis kepada masyarakat desa.

    Unit layanan yang bisa dikembangkan oleh Posyandu seperti kesehatan ibu dan anak, pendidikan usia dini, pendampingan remaja, pendampingan warga berusia lanjut, pendampingan disabilitas, dan penanganan penyakit kronis dan menahun.

    “Selain itu, Informasi dan pelaksanaan vaksinasi, pencegahan dan penanganan penderita Covid-19, penanganan keluarga miskin kronis, penyaluran bantuan sosial, layanan pada warga desa lainnya,” kata Gus Halim.

    Kemudian penyusunan aplikasi Sistem Informasi Posyandu Desa yang merupakan sistem layanan sosial dasar terintegrasi di desa.

    Menu aplikasi seperti fata potensi dan masalah terbaru (impor dari hasil pendataan SDGs Desa): nama dan alamat RT/RW, keluarga miskin kronis, penganggur, warga dengan penyakit kronis dan menahun, anak putus sekolah, warga difabel, penerima bantuan sosial, penderita Covid-19, kebutuhan vaksinasi, dan sebagainya

    Unit kerja Posyandu dan tahapan kerja tiap unit, isian aktivitas posyandu, rekaman kegiatan yang dijalankan tiap unit kerja posyandu dan rekaman riwayat tindakan kader posyandu.

    Manfaat integrasi layanan sosial dasar di posyandu itu bagi warga desa akan mudahkan perolehanan layanan sosial dasar sekaligus, khususnya bagi warga desa yang membutuhkan berbagai layanan, seperti keluarga miskin kronis yang terdiri atas lansia, difabel, dan tidak
    bisa bekerja. Selain itu, percepat layanan sosial dasar karena lebih dekat dengan tempat tinggal.

    “Bagi pemerintah desa, posyandu menjadi lembaga kemasyarakatan yang mendukung pemerintah desa perluas jangkauan layanan kepada warga,” kata mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

    Pemerintah desa, kata Gus Halim, lebih mudah memadukan dan konsolidasikan seluruh layanan dalam satu lembaga kemasyarakatan

    Sedang bagi supra desa, akan memadukan penugasan kegiatan kepada desa berkaitan layanan sosial dasar. “Memudahkan kolaborasi dengan desa untuk kegiatan khusus yang berhubungan langsung dengan layanan sosial dasar,” tandas Gus Halim. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    4,206,253
    Kasus Positif
    Updated on 26 September 2021 - 14:44 WIB 14:44 WIB

    Indeks Berita

    Dana Desa Seharusnya Meningkat Setiap Tahun Atau Setidaknya Tetap

    Jakarta, desapedia.id – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Sidang Paripurna Luar Biasa I pada Masa Sidang...

    Berita Terkait