27.6 C
Jakarta
Sabtu, 16 Mei 2020
Beranda Desa Gara-gara Tanah Kas Desa, Kades Ini Ditahan Kejari

Gara-gara Tanah Kas Desa, Kades Ini Ditahan Kejari

Rekomendasi

Lainnya

    Di Tengah Pandemi, Bumdesma di Buton Utara Ekspor Kopra Putih ke China

    Jakarta, desapedia.id – Di tengah kesulitan kargo yang tertunda berkali-kali, Buton Utara, Sulawesi Tenggara, mengekspor kopra putih pada Minggu...

    Korupsi Dana Desa oleh Kades Semakin Masif

    Jakarta, desapedia.id - Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 telah mengamanatkan Dana Desa dianggarkan sebesar 10 persen dari Anggaran Pendapatan...

    Ini Loh Rincian Dana Desa Menurut Kabupaten dan Kota Tahun 2020

    Jakarta, desapedia.id - Pemerintah pusat telah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp72 triliun pada tahun 2020. Dana Desa tersebut akan...

    Bekasi, desapedia.id – Martam Wijaya (42), Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang menjadi tersangka kasus penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) diserahkan Kepolisian Resor Metro Bekasi, Jawa Barat ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Rabu (10/7/2019).

    Menurut Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bekasi Angga Dhielayaksa, penyerahan tersangka berikut barang bukti berkas perkara telah dilaksanakan secara prosedur. “Nanti kami tindaklanjuti dengan penyerahan berkas ke pengadilan,” terangnya.

    Menurut Angga, kasus yang menimpa Kades Nagasari, Martam Wijaya, tidak ada kaitan dengan kerugian negara. “Tidak ada, tersangka memanfaatkan kewenangannya sebagai Kades,” ucapnya.

    Dalam keterangan resmi Kepolisian Resor Metro Bekasi, dijelaskan, kasus tersebut terjadi sejak November 2018 lalu. Pelaku yang berprofesi sebagai Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi periode tanggal 28 September 2018 sampai dengan tahun 2024 meminta uang sewa Tanah Kas Desa (TKD) secara paksa sebesar Rp15 juta setiap tahunnya kepada Pengelola Pasar Pasir Kupang.

    Padahal pihak pengelola pasar ini sebelumnya telah melakukan pembayaran atas sewa TKD milik Pemerintah Desa Nagasari kepada pemerintahan desa (kepala desa) yang lama. Tapi, pelaku yang merupakan kepala desa yang baru tetap meminta uang sewa TKD pada masanya jabatannya dan mengancam memberikan jangka waktu, serta akan menutup Pasar Pasir Kupang jika pengelola pasar tidak mengikuti kemauan pelaku.

    Karena pihak pengelola pasar merasa ketakutan atas ancaman pelaku (kepala desa) yang akan menutup pasar, maka pengelola pasar memberikan uang sebesar Rp30 juta sesuai dengan permintaan pelaku. Hal ini dilakukan  agar Pasar Pasir Kupang tetap beroperasi dan tidak ditutup oleh pelaku. (Red)

    Belangganan Newsletter

    - Advertisement -Kontak Untuk Beriklan Di Desapedia
    Desa Siaga Corona Covid-19

    Covid-19

    Indonesia
    16,006
    Kasus Positif

    Indeks Berita

    Pandemi Corona, Kades Bone Lemo Ajak Pelajar dan Mahasiswa...

    Luwu, Desapedia.id- Menyusul pandemi COVID-19 yang semakin meluas, Kepala Desa Bonelemo, Kecamatan Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Baso, SH membuat...

    Wamendes Budi Arie: Terlalu Beresiko Membiarkan Desa Menerima Arus...

    Jakarta, desapedia.id - Wabah Covid 19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, sebentar lagi akan memasuki fase yang krusial khususnya saat Hari Raya Lebaran...

    Ada Desa di Pati yang Sudah Lockdown, Desa Di...

    Jakarta, desapedia.id – Semakin mewabahnya Covid–19 membuat publik terus saja mendesak pemerintah untuk melakukan lockdown demi untuk memutus rantai sebaran virus tersebut. Lockdown itu sendiri...

    Masyarakat Desa Dihimbau Doakan Ibunda Jokowi

    Jakarta, desapedia.id - Indonesia sedang berduka. Pasalnya Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Soedjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) di Solo, Jawa Tengah Pukul...

    Pemerintah Desa Bojongkulur Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

    Bogor, desapedia.id – Laju penularan dan penyebaran virus corona yang dikenal dengan sebutan Covid–19 kian masif saja. Bahkan sudah sampai ke desa–desa. himbauan untuk...

    Berita Terkait