Desapedia

Fenomena Kerajaan Fiktif versus Daerah Otonomi Baru (DOB)

Penulis: Hendra Nurdin, Ketua DOB Kota Panton Labu, Aceh
Fenomena lahirnya kerajaan – kerajaan fiktif dalam beberapa bulan lalu adalah sebuah romantisme, juga keinginan sebagai sebuah sensasi semata. Tentu keinginan ini tidak terlepas dari motif ekonomi bagi mereka para pendirinya. Keinginan ini juga sebagai usaha mereka untuk mewujudkan sebuah kerajaan di era sekarang, sebagai akibat gagalnya demokrasi menghadirkan keadilan dan kesejahteraan rakyat di daerah.

Salah satu solusi terbaik saat ini menurut hemat kami adalah dengan membuka kembali Pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai perwujudan eksistensi daerah – daerah dalam memanage wilayahnya. Dengan DOB dibuka kembali oleh Pemerintah Pusat, maka potensi keadilan dan kesejahteraan rakyat di daerah dapat terjawab sesegera mungkin.

Saat ini kami di Aceh Utara wilayah ujung timur 5 (lima) kecamatan sedang mengawal tahapan akhir administratif Proposal Pembentukan DOB Kota Panton Labu. Rekomendasi atau izin – izin dari daerah sudah selesai semua, termasuk rekom dari Pemerintah Aceh. Saat ini hanya menunggu persetujuan akhir dari Pemerintah RI di Jakarta sebagai decision makernya.

Walaupun kawasan kami tidak adanya gagasan kerajaan atau empire seperti daerah lainnya, kami berkeputusan dengan DOB Daerah pasti mendapatkan pelayanan publik yang terbaik dan solusi akhir mengerjar ketertinggalan Pembangunan dari daerah lainnya di Indonesia. (***)

Redaksi Desapedia